Lolita By Vladimir Nabokov

Reviewed on : January 18th 2009

Novel Lolita yang ditulis oleh Vladimir Nabokov adalah salah satu novel yang termasuk ke dalam daftar Time’s 100 novel terbaik berbahasa Inggris sejak 1923- sekarang. Novel ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1959 dan pada waktu itu termasuk ke dalam novel yang dikategorikan kontroversial.

Saya membaca edisi bahasa inggris terbitan 1969 oleh Corgi Books (Tapi setau saya novel ini sudah ada terjemahan bahasa Indonesianya). Buat saya edisi berbahasa inggrisnya cukup enak dibaca. Di tulis dalam bahasa inggris yang cukup ringan dan mengalir sehingga ngga akan kerasa saat kita terus membaca dan beralih dari satu halaman ke halaman lainnya.

Ditulis dengan gaya jurnal pribadi, novel ini bercerita tentang seorang pria bernama Humbert yang memiliki obsesi (secara seksual) terhadap anak perempuan yang akan menjelang masa pubertas (umur 11-12 tahun). Obsesi ini konon timbul karena pengalaman masa kecilnya yang cukup berkesan, membekas, dan mempengaruhi seumur hidupnya.

Jangan salah, Humbert bukan seseorang yang murni kriminal, pikiran-pikiran buruk itu pada awalnya hanya berada di kepalanya saja karena pada kenyataannya dia tidak memiliki kemampuan untuk berbuat kriminal. Seperti kata Bang Napi, kejahatan itu ada karena ada kesempatan. Di kehidupan Humbert, kesempatan datang bagai kebetulan sehingga dia dapat memanifestasikan obsesinya terhadap Lolita dan membuat hidupnya berpusar-pusar pada Lolita seorang. Sesungguhnya novel ini bercerita tentang Cinta dalam bentuk yang sangat aneh dan absurd.

Banyak orang mungkin akan merasa novel ini mengganggu dan meaningless. Buat saya novel ini secara sarkastis bercerita tentang kehidupan atau pemikiran-pemikiran gelap yang sebenarnya memang nyata terdapat di dunia. Orang-orang yang memiliki kelainan seperti Humbert memang ada. After all dunia ini memang bukan tempat yang sepenuhnya indah dan aman toh!!

Novel ini secara psikologis menarik dan memiliki gaya bercerita naratif yang bagus, mengalir dan enak untuk dibaca. Tidak salah kalau novel ini dikategorikan sebagai salah satu masterpiece. Kalau boleh saya sarankan novel ini sebaiknya dibaca dengan pikiran terbuka dan tanpa menghakimi sehingga dapat dinikmati dan sekaligus dapat membuka wawasan kita akan sisi lain manusia.