Water for Elephants By Sara Gruen

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 512 Halaman

Alih Bahasa : Andang H. Sutopo

Huhu.. Saya nangis bombay baca halaman terakhir dari buku ini. So happy for Jacob Jankowski !! sampe-sampe esmosi. Nah kan loncat-loncat nulisnya.

Awalnya sempet skeptis mau baca novel ini karena sebenernya drama or romance is not my favorite genre dan udah keburu terhasut sama trailler filmnya. I didn’t like the movie trailler. I thought it’s just another romance story but it is not. I love the ending!!

Cerita ini dimulai dengan narasi Jacob yang berumur 93 tahun. Old Jacob tinggal di panti jompo dan sebenarnya tidak menyukainya (tapi kelima anaknya tidak ada yang “bisa” menyediakan sedikit slot dalam hidup mereka untuk mengurusnya). Jacob sedang duduk makan malam dengan teman-temannya ketika seseorang mulai membahas tentang sirkus. Topik itu membawa Jacob terbang ke masa lalu. Ke Jacob yang berumur 23 tahun.

Jacob yang sedang mengikuti kuliah semester akhir sebagai dokter hewan sangat terpukul ketika mendengar bahwa ayah dan ibunya tewas karena kecelakaan mobil. Ternyata ayahnya yang juga dokter hewan tidak meninggalkan warisan apapun karena selama ini ayahnya mengobati hewan dengan tidak menetapkan tarif (saat itu Amerika sedang dalam masa resesi). Rumah pun telah dijadikan jaminan pinjaman (untuk biaya kuliah Jacob)di bank dan akan segera disita.

Jacob merasa hidupnya hancur. Ketika itu dia sedang berkeliaran sendiri di dekat rel kereta, saat ada berangkai-rangkai gerbong kereta lewat dengan tidak berpikir panjang Jacob melompat kedalam kereta tersebut. Ternyata oh ternyata, nasib membawanya melompat masuk ke rangkaian kereta sirkus Benzini Brothers. Dan di situlah perjalanan ribuan mil Jacob bermulai.

Jacob akhirnya diterima sebagai kru sirkus karena fakta bahwa dirinya “nyaris” seorang dokter hewan. Disana dia belajar cara hidup rombongan sirkus dan bertemu dengan tokoh-tokoh mencengangkan seperti Paman Al, August dan istrinya  yang bernama Marlena.

Jacob berteman dengan August, untuk kemudian jatuh cinta pada  Marlena. Suatu saat Paman Al sang pemimpin sirkus memutuskan untuk membeli seekor gajah dari sirkus lain yang sudah jatuh bangkrut. Gajah itu bernama Rosie. Semua orang mengatakan bahwa Rosie adalah gajah dungu dan Paman Al membuang-buang uang dengan membelinya. Namun kemudian Jacob menemukan bahwa sangkaan itu salah besar. Gajah itu adalah binatang yang cerdas.

Kisah demi kisah terus saling membelit antara Jacob, August, Marlena dan Rosie. Setting waktu beralih antara Jacob muda dan Jacob tua membuat kita semakin penasaran apakah pada akhirnya Jacob akan bersama Marlena.

Saya selalu suka cerita tentang Gajah (seperti review yang saya tulis tentang buku Modoc). Gajah menurut saya adalah binatang yang sangat pintar dan saya suka sekali dengan peran Rosie dalam cerita ini. Gajah pintar tapi bandel yang akhirnya men twist jalan cerita.

Dan jangan salah sangka bahwa ini adalah cerita romantisme antara Jacob dan Marlena. Menurut saya, kisah antara Jacob dan Marlena diceritakan dengan porsi yang pas sehingga ngga bikin cerita jadi cengeng. Water for elephants sebenarnya lebih bercerita tentang kehidupan sirkus dan perjalanan hidup yang unik dari seorang anak manusia.

Cerita berakhir dengan setting Jacob yang ada di panti jompo. Ketika akhirnya semua anaknya melupakan kunjungan hari itu dan membuat Jacob tidak bisa mengunjungi rombongan sirkus yang sedang ada disana. Ahhhh.. tapi saya ngga akan ceritain ah.. Hehehe..Bagian yang paling keren menurut saya soalnya.. Recomended deh buku ini!!