Lorien Legacies 2, The Power Of Six By Pittacus Lore

Penerbit : Harper Collins Publisher

Tebal : 406 Halaman

Jebakan buku berseri adalah kalo udah baca seri 1 nya pasti gatel kalo liat seri 2 nya udah terbit, hehe. Buku ini adalah seri ke-2 dari kisah Lorien Legacies. Buku pertamanya I am Number Four sudah di filmkan dan bukunya juga sudah diterjemahkan ke bahasa indonesia.

Pengarangnya, Pittacus Lore adalah nama samaran. Pittacus Lore ini juga adalah salah satu tokoh tetua di planet Lorien, jadi seolah-olah buku ini ditulis oleh salah satu tokoh dalam cerita itu sendiri, sebagaimana ditulis di belakang buku tentang informasi pengarang :

Pittacus Lore is Lorien’s ruling elder. He has been on Earth for the last twelve years, preparing for the war that will decide earth’s fate. His whereabouts are unknown.

So, what is this book all about?

Kilas balik sedikit, dulu ada sebuah planet bernama Lorien. Planet tersebut mirip dengan bumi kita dan penduduknya juga berwujud sama seperti manusia, namun mereka dilengkapi dengan berbagai super power.

Suatu ketika planet Lorien diserang oleh mahluk dari planet Mogodorians. Untuk menyelamatkan ras mereka, sembilan anak yang telah diwarisi kekuatan hebat oleh para tetua diungsikan ke bumi. Masing-masing anak hanya didampingi oleh satu penjaga.

Kekuatan para anak tersebut akan muncul pada saat mereka beranjak remaja. Untuk menjaga agar anak-anak tersebut dapat selamat dari perburuan kaum mogodrians hingga kekuatan mereka muncul, maka para tetua menetapkan mantra pelindung.

Para anak tersebut harus disebar ke berbagai lokasi berbeda, mereka diberi nomor urut satu sampai sembilan, dan mereka hanya bisa dibunuh berdasarkan urutan tersebut. Selama no.1 masih hidup, maka anak no.2 tidak akan bisa dibunuh, dan upaya untuk menyakiti no.2 akan berbalik kepada pelaku yang berusaha menyakitinya dan begitu seterusnya. Jadi para mogodorians akan cukup kerepotan karena mereka tidak tahu urutan nomor anak-anak tersebut.

Di buku sebelumnya diceritakan tentang no.4 alias John Smith yang telah beranjak remaja dan baru menyadari siapa dirinya. Di akhir buku satu, John Smith harus hidup dalam pelarian bersama sahabatnya Sam dan seorang remaja perempuan Lorien, si nomor enam.

Di buku kedua ini selain bercerita tentang pelarian seru mereka bertiga, juga diceritakan tentang anak Lorien lainnya, nomor tujuh alias Marina yang kini tinggal di sebuah biara di Spanyol. Kisah mereka diceritakan secara bergantian hingga suatu saat mereka mendapatkan penglihatan tentang keberadaan masing-masing.

Di buku kedua ini juga kita akan bertemu dengan dua anak Lorien lain. Ternyata mantra bahwa mereka harus dibunuh berurutan telah hilang  karena kekuatan anak-anak tersebut sudah mulai muncul. Sekarang mereka harus berusaha saling mencari untuk melawan kaum mogodorians, melindungi bumi dan juga menyelamatkan apa yang tersisa dari planet mereka sendiri, Lorien.

Buku ini adalah tipe buku yang bikin ngga kerasa membuka halaman demi halaman. Paket komplit di genre young adults. Ada petualangan seru, ada super power, ada persahabatan dan ada bumbu-bumbu romance.

Being in love is a very strange thing. Your thoughts constantly drift towards this other person, no matter what you’re doing. You could be reaching for a glass in the cupboard or brushing your teeth or listening to someone tell a story, and your mind will just start drifting toward their face. And on top of the constant dream state you’re in, your stomach feels like it’s connected to a bungee cord, and it bounces and bounces around hours until it finally lodge it self to your heart.

Aaaawwww.. Jadi merasa tua.. Wkwkwkwk…