Catch 22 By Joseph Heller

Reviewed on : December 21st 2010

Butuh waktu yang agak lama buat saya untuk menyelesaikan buku ini. Pertama karena saya membaca versi e book nya di e book reader tersayang. Kedua, bacanya tandeman dengan banyak buku laen yang lebih “ringan”. Ketiga, banyak ke absud an dalam dialog dan jalan ceritanya.

Kenapa pengen baca buku ini ? karena judulnya sendiri sudah menjadi suatu istilah yang sering disebut-sebut di novel-novel lain yang saya baca. “ Catch 22”

Tentu saja selain dari novel ini termasuk ke dalam time 100 best novels.

Tokoh utama dalam catch 22 adalah seseorang bernama Yosarian. Seorang bomber pilots yang tampaknya satu-satunya orang waras dalam cerita tapi semua tokoh lain mengatakan dia tidak waras. Yosarian ingin sekali pergi dari medan perang, tidak peduli berapa misi yang dia jalankan. Keinginannya itu selalu terbentur suatu aturan “Catch 22”

Jadi apa sih catch 22 itu sodara-sodara ? Begini kurang lebih dialog dalam bukunya.

Catch-22. Anyone who wants to get out of combat duty isn’t really crazy. Catch-22 specified that a concern for one’s own safety in the face of dangers that were real and immediate was the process of a rational mind. Someone who was crazy could be grounded. All he had to do was ask; and as soon as he did, he would no longer be crazy and would have to fly more missions. He would be crazy to fly more mission and sane if he didn’t, but if he was sane he had to fly them. If he flew them he was crazy and didn’t have to; but if he didn’t want to he was sane and had to.

Jadi kurang lebih artinya suatu aturan atau kondisi yang bikin seseorang maju kena mundur kena (kok jadi kayak judul film dono).

Bukunya bagus, penuh sarkasme, biasanya saya demen banget buku model gini. Cuma ya itu, saya merasa dialognya banyak yang absurd dan tokohnya banyak banget. Jadi banyak kejadian yang bikin saya ngerasa “tunggu tunggu, tadi cerita awalnya apa ya, kok ujug-ujug sampe sini?”

Hehe. Atau memang saya nya yang kurang konsentrasi aja kali ya. Overall saya belum ngeh seluruhnya isi buku ini. Ntar mungkin kalo dibaca kedua kali baru lebih meresap, ;P