When The Mountain Meets The Moon By Grace Lin

Penerbit : Atria

Tebal : 261 Halaman

Alih bahasa : Berliani M. Nugrahani

Kekayaan bukanlan rumah yang dipenuhi emas dan batu giok. Namun sesuatu yang jauh lebih bermakna daripada itu. Sesuatu yang telah dimilikinya dan tidak perlu diubahnya.”

Oh kakek rembulan seandainya saja saya bisa ikut bersama Minli untuk menemuimu. Saya akan bertanya bagaimana caranya membuat orang-orang mengerti atas kebijaksanaan yang telah dirimu ajarkan pada Minli. Rasanya hidup ini pasti akan jauh lebih sederhana.

Buku ini saya juluki “A perfect tale” dimana didalamnya bertaburan nilai-nilai kebaikan dan persahabatan yang dikisahkan secara puitis dan menyentuh. Belum lagi ilustrasi-ilustrasi indah yang turut menghiasi jalan cerita.

Minli adalah seorang gadis kecil yang tinggal disebuah desa miskin di kaki gunung Nirbuah. Setiap hari Minli bekerja keras bertani bersama dengan ayah dan ibunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Ayahnya adalah seorang pendongeng handal yang selalu menceritakan kisah-kisah menakjubkan selepas mereka makan malam. Ibunya, walaupun penyayang telah berubah menjadi getir karena kemiskinan. Sang Ibu hampir setiap hari mengeluh tentang kemiskinan yang harus mereka jalani.

Pada suatu hari seorang penjual ikan mas datang ke desa mereka. Penjual ikan mas itu mengatakan bahwa keberadaan seekor ikan mas di dalam rumah dapat merubah peruntungan suatu keluarga. Teringat akan keluhan ibunya, tanpa pikir panjang Minli pun menggunakan dua koin terakhir mereka untuk membeli ikan mas tersebut. Minli hanya ingin Ibunya bahagia.

Saat mengetahui perbuatan Minli, ibunya sangat kecewa karena Minli telah menyia nyiakan koin terakhir mereka untuk membeli satu mulut lagi yang harus diberi makan. Ketika melihat ayahnya yang telah bekerja keras seharian harus menyisihkan nasinya untuk diberikan pada ikan mas, hati Minli menjadi sedih dan sakit. Alih-alih membawa kebahagiaan, Minli malah membuat ayah dan ibunya semakin susah.

Diantara dongeng-dongeng yang sering dikisahkan ayahnya, terdapat satu dongeng yang sangat menarik hati Minli. Yaitu dongeng mengenai Kakek Rembulan. Kakek Rembulan adalah pemilik dari kitab peruntungan yang memuat rahasia pertalian nasib seluruh alam.

Karena kesedihan hati Minli melihat kemiskinan yang harus dijalani ayah dan ibunya, akhirnya Minli memutuskan untuk mencari Kakek Rembulan di Gunung Tak Berujung. Minli akan meminta Kakek Rembulan untuk mengubah peruntungan keluarga mereka.

Dalam perjalanannya Minli menemukan bahwa terdapat sejarah panjang pada segala suatu peristiwa yang terjadi dalam petualangannya. Di perjalannya pula Minli menemukan persahabatan dan belajar bahwa apa yang sebenarnya ia cari selama ini telah ia miliki.

Sementara itu di rumah, akhirnya Ibunya pun mengerti bahwa segala kegetiran dan keluhannya selama ini tidak ada artinya. Seluruh kekayaan di dunia pun menjadi tidak ada artinya karena harta terbesarnya adalah Minli dan keluarganya.

Membaca buku ini meninggalkan kesan yang sangat mendalam. Kita sebagai orang tua juga harus sangat berhati-hati dalam berkata dan berprilaku di depan anak. Terlalu banyak berkeluh kesah bisa membuat anak-anak merasa bahwa apa yang dirasakan orang tuanya adalah kesalahannya. Anak-anak adalah mahluk murni yang belum memahami kompleksitas hidup. Oleh karena itu tidak boleh dibebani dengan apa yang seharusnya belum ia tanggung.

Buku ini adalah jenis buku yang bisa diwariskan pada anak cucu! Kadang, tidak cukup bagi kita hanya belajar dari pengalaman hidup sendiri. Pengetahuan dan kebijaksanaan bisa kita resapi dari kisah-kisah seperti Where The Mountain Meets The Moon ini.