One Hundred Years of Solitude By Gabriel Garcia Marquez

Penerbit : PT Bentang Pustaka

Tebal : 548 Halaman

Alih Bahasa : Nin Bakdi Sumanto

Whoa…. Membaca untuk kedua kalinya buku ini saya masih aja terpesona setelah menutup halaman terakhir. Saya pertama kali baca buku ini pinjem di perpustakaan rumah buku di kawasan Hegarmanah, Bandung. Seneng banget ketika pada Mei 2007 menemukan terjemahannya yang diterbitkan Bentang, baru pada tahun 2011 ini dibaca, wkwkwkwk. Parah.

Buku ini masuk kedalam salah satu buku terbaik sepanjang masa versi saya. Gabriel Garcia Marquez menyihir saya masuk ke dunia lain. Ke sebuah kota bernama Macondo yang didirikan oleh Jose Arcadio Buendia dan 20 keluarga lainnya ketika mereka mencari daerah baru. Semenjak saat itu dipaparkanlah kisah unik dan magis lima generasi keturunan Jose Arcadio. Untuk beberapa saat kota Macondo adalah kota yang terasing, satu-satunya kelompok orang yang berhasil datang ke Macondo adalah para gypsi yang dipimpin oleh seorang lelaki berkarisma yang bernama Melaquides yang nantinya akan memegang peran yang cukup penting dalam perjalanan keluarga Buendia.

Istri Jose Arcadio, Ursula hidup hingga umur lebih dari seratus tahun untuk menyaksikan perjalanan keturunannya. Ursula menjadi saksi hidup tentang bagaimana mesin waktu berputar dalam perjalanan keluarganya dan membuat pengulangan-pengulangan sejarah dari satu generasi ke generasi lainnya.

Maka kita akan dibawa ke dalam dunia magis Macondo, mulai dari wabah insomnia yang melanda seluruh kota, wanita tercantik sepanjang masa yang terbang ke surga, tipu muslihat kekuasaan yang menyembunyikan pembantaian 3000 orang, sampai dengan musim hujan yang turun terus menerus selama 4 tahun.

Mungkin pembaca akan sedikit bingung dengan nama Jose arcadio, aureliano, remedios dan amaranta yang berulang-ulang, namun tidak perlu khawatir karena silsilah keluarga buendia ada di halaman depan buku tersebut sehingga ketika kita bingung aureliano mana yang sedang dibicarakan, kita bisa langsung melihat ke silsilah yang ada di halaman depan.

Tokoh favorit saya dalam cerita ini adalah Ursula dan Pilar Tenera. Mereka adalah para wanitaΒ  yang kuat dengan caranya masing-masing untuk menghadapi segala peristiwa absurd yang terjadi di Macondo dan hidup hingga usia sangat tua dan menjadi saksi perjalanan sejarah keluarga Buendia.

Acungan empat jempol untuk penerjemah dan penyuntingnya karena suatu karya yang diterjemahkan dan bisa mempertahankan seluruh efek dan kualitas dari suatu cerita yang magis cukup jarang saya temukan.

Berhasilkah keluarga Buendia bertahan dalam perjalanan waktu? Bagaimana nasib kota Macondo? Kayaknya rugi deh kalo ngga baca buku ini, karena anda akan melewatkan kesempatan untuk berpetualang ke suatu kota mythical yang bernama Macondo.