The Eye Of The Moon By Anonymous (Bourbon Kid #2)

Penerbit : Michael O’Mara Books Limited

Tebal : 380 Halaman

Pheeew.. Udah lumayan lama juga saya baca buku pertamanya The Book With No Name.. Waktu itu saya baca terjemahan dari penerbit Kantera, setelah ditunggu2 sequelnya The Eye Of The Moon ini ngga juga terbit jadi ya sudah beli yang bahasa inggrisnya saja.

Setelah baca mungkin akan lebih seru lagi kalo saya baca yang bhs inggrisnya saja dari buku pertama. Banyak banget jokes yang agak ganjil kalo diterjemahin ke bahasa indonesia. Di akhir buku pertama kita akhirnya ngeh kalau Santa Mondega adalah kota antah berantah yang ternyata memang dipenuhi oleh vampir, warewolf dan berbagai macam mahluk mati tapi hidup lainnya.

Setelah keributan berdarah di Bar Tapioca milik Sanchez, sang tokoh utama dalam buku ini, si Bocah Bourbon yang berdarah dingin menyangka kalo perempuan jadi2an yang bernama Jessica telah ia bunuh dengan bantuan Dante (manusia biasa yang kebetulan akhirnya tahu mahluk macam apa Jessica sebenarnya). Padahal kemudian Jessica lagi2 diselamatkan oleh Sanchez yang konyolnya sebenarnya tidak mengerti apa yang terjadi.

Si Bocah Bourbon kemudian berhasil membunuh musuh lain yang konon tidak bisa mati dan pergi untuk membantai para biarawan Hubal dan merebut The Eye of The Moon. Ia berhasil membantai para biarawan tersebut, namun salah satu biarawan muda, Peto (yang juga telah menginjakkan kaki di Santa Mondega) berhasil selamat dan membawa serta batu yang diperebutkan itu.

Di buku kedua yang tidak kalah sadis dan penuh darah, cerita dibuka dengan flashback ke berbelas tahun yang lalu. Tentang masa lalu si Bocah Bourbon yang menyebabkan ia menjadi seperti sekarang. Tentang alasan di balik selalu selamatnya Sanchez dari pembantaian yang dilakukan si Bocah Bourbon dan kenapa ia mencari batu bertuah The Eye of The Moon.

Di sisi lain, sesuatu yang mengerikan terbangkitkan ketika si Bocah Bourbon membunuh pemimpin biarawan Hubal. Sesuatu yang mengerikan itu mencari sesuatu yang telah ribuan tahun dicuri darinya. Matanya, The Eye of The Moon.

Sementara itu Peto, setelah seluruh isi biaranya mati dibantai, kembali ke Santa Mondega dengan misi gila untuk menyembukan si Bocah Bourbon dari penyakit kejam dan haus darahnya. Dante dan pacarnya Kacy pun ternyata tidak dapat lari dari Santa Mondega dan malah terlibat semakin jauh ke dalam plot para mahluk jadi2an yang berniat mencelakakannya dan Kacy.

Dan Sanchez dengan keculunan tingkat tingginya tetap melakukan hal2 tidak disengaja yang sebenarnya sangat berpengaruh ke dalam seluruh jalan cerita. Kesimpulan saya, sequel The Book With No Name ini jauh lebih seru dari buku pertamanya. Apalagi setelah tahu kalo si Bocah Bourbon dulunya anak biasa yang juga mengalami cinta monyet (yang sayangnya berakhir tragis) dan punya keluarga (yang sayangnya juga berakhir tragis) ;p.

Akhir kata, jangan sekali-kali mau datang ke Santa Mondega atau berkenalan dengan orang-orang yang berasal dari sana. Salah2 ketularan kengerian yang tertimpa pada para penghuninya. Hehehe.

The Book With No Name By Anonymous (Bourbon Kid #1)

Penerbit : Kantera

Tebal : 493 halaman

Alih Bahasa : M. Baihaqqi ST

Welcome to Santa Mondega! Sebuah kota dimana anda bisa menemukan berbagai jenis perampok, penipu, pembunuh bayaran dan aneka ria jenis penjahat lainnya. Di Santa Mondega secara rutin lima tahun sekali terjadi gerhana bulan total sehingga seluruh kota berada dalam kegelapan. Gerhana bulan tersebut dirayakan oleh warga kota, mereka menamainya festival bulan. Pada saat festival bulan seluruh warga kota bebas menggunakan berbagai macam kostum sebagai bagian dari perayaan. Santa Mondega adalah kota yang misterius.

Kenyataannya, Santa Mondega adalah sebuah kota yang oleh warga dunia lain dianggap tidak pernah ada. Kota itu tidak akan ditemukan di peta manapun, dan tidak ada cerita yang terjadi di kota itu yang pernah diberitakan oleh stasiun berita diluar batas kota.

Warga dunia tidak mengetahui bahwa lima tahun lalu, pada saat festival bulan, terjadi pembunuhan besar-besaran di Santa Mondega oleh seseorang bernama Bocah Bourbon. Pembunuh itu dapat menghabisi puluhan orang dalam waktu singkat setelah menegak segelas borboun. Konon, pembantaian tersebut dipicu oleh perebutan sebuah batu berharga yang disebut mata rembulan.

Satu-satunya manusia yang selamat dari pembantaian Bocah Bourbon adalah seorang perempuan bernama Jessica. Jessica ditemukan dalam keadaan koma oleh  Sanchez, seorang pemilik bar bernama Tapioca. Lima tahun kemudian Jessica baru tersadar dari koma panjangnya. Lima tahun kemudian pula serangkaian pembunuhan mulai terjadi lagi di Santa Mondega, bersamaan dengan hilangnya mata rembulan dari tempatnya.

Orang-orang yang ditemukan telah terbunuh secara kejam memiliki sebuah persamaan. Mereka pernah meminjam sebuah buku dari perpustakaan setempat. Sebuah “buku tanpa judul” dari pengarang yang anonim.

Detektif Jensen dan Sommers ditugaskan untuk menyelidiki pembunuhan-pembunuhan tersebut dan menemukan pelakunya. Apakah benar si Bocah Bourbon telah kembali ke Santa Mondega? Apakah peranan dari mata rembulan? Mengapa Jessica bisa selamat dari maut? Apa isi “buku tanpa judul”? Apakah rahasia yang tersimpan di Santa Mondega?

This book is a whole fun of mystery. Saya tidak menyangka kalau pada akhirnya saya bisa menyukai buku ini. Cerita misteri yang mengandung banyak unsur kesadisan, tapi cara menggambarkannya komikal sekali. Jika anda merasa tidak nyaman dengan adegan seperti mata dicungkil, lidah dicabut, isi perut terburai dan cairan otak yang tercecer kemana-mana maka sebaiknya anda menyiapkan nyali sebelum membaca buku ini ^_^

Walaupun demikian misteri di buku ini sangat menarik dan membuat penasaran hingga halaman terakhir. Santa Mondega benar-benar sebuah tempat yang absurd dan misterius. Endingnya mengejutkan sekaligus menambah kadar  penasaran karena konon buku ini berseri. Tapi buat saya tetep unsur yang paling unik dari buku ini adalah pengarangnya yang anonim. Ide cerdas untuk membuat sebuah buku terlihat stand out dan membikin orang yang meraihnya dari rak di toko buku tertarik.

Tokoh-tokoh favorit saya adalah para pembunuh bayaran yang karakternya fenomenal dan komikal, Elvis, Jefe, Rodeo Rex. Yang mau membaca buku ini ayo pasang kuda-kuda! Siap-siap untuk berkelana ke dunia gelap nan absurd bernama Santa Mondega ^_^