Harry Potter and the Cursed Child By Jack Thorne

Caution, my reviews contains spoiler.

Act Three Scene Nine

Snape

“Tell Albus – tell Albus Severus – I’m proud he carries my name. Now go. Go!

29056083I’m in tears when I read that part. I can imagine this scene clear as a day. Severus Snape will do it all over again for his love for Lily. Did I mention that Severus Snape is probably my favorite fictional character of all time? ;p

When I read this script (not book), the scene where Severus Snape was there may very be the main reason that I am grateful that I bought this script.

Ok back to business..

Buku ini sebenarnya adalah naskah sebuah drama teater yang ditulis oleh Jack Thorne, tentu saja berkolaborasi dengan J. K. Rowling. Naskah ini terbagi menjadi 2 Part dan IV Act (saya juga termasuk salah satu orang yang tidak familiar dengan struktur naskah drama, so pardon me if I make mistakes reviewing this script).

A walk down a memory lane..

Cerita dimulai dengan adegan penutup buku Harry Potter and the Deathly Hallows, 19 tahun setelah Battle of Hogwarts,  dimana Harry & Ginny yang sudah dewasa sedang mengantar anak kedua mereka Albus Severus berangkat untuk pertama kalinya dengan Hogwart Express.

Do you remember?

Albus bertanya pada ayahnya bagaimana jika nanti Sorting Hat menempatkannya di Slytherin, and this is how Harry respond :

“Albus Severus,” Harry said quietly, so that nobody but Ginny could hear, and she was tactful enough to pretend to be waving to Rose, who was now on the train, “you were named for two headmasters of Hogwarts. One of them was a Slytherin and he was probably the bravest man I ever knew.”

That is definitely an aaaaaaawww moments and I am freaked out by how well I remember passages from Harry Potter books ;p

The story continues..

Berangkatlah Albus dengan Hogwarts Express, di kereta ia memulai pertemanan dengan Scorpius Malfoy, anak dari Draco Malfoy. Sesampainya di Hogwarts Albus dan Scorpius dua2nya ditempatkan oleh Sorting Hat di asrama Slytherin.

Albus dan Scorpius merasa memiliki banyak kesamaan, mereka berdua mempunyai ayah yang terkenal walaupun terkenal karena dua hal yang berbeda. Albus merasa tertekan karena nama besar ayahnya, dan bagaimana dirinya selalu dibandingkan dengan ayahnya, sedangkan scorpius tertekan dengan ejekan orang-orang kepada ayahnya, dimana sempat tersebar rumor bahwa ia sebenarnya adalah anak dari Voldemort yang melalukan perjalanan waktu.

Mereka berdua pun menjadi bersahabat sebagaimana dulu Harry bersahabat dengan Ron dan Hermione.

Tiga tahun kemudian Harry Potter telah menjabat sebagai kepala Magical Law Enforcement di Ministry of Magic dan Hermione menjabat sebagai Minister of Magic (couldn’t be more appropriate if I may say). Debacle ini bermula dari ditemukannya barang sihir terlarang, sebuah Time Turner, alat untuk kembali ke masa lalu.

Dalam 3 tahun ini pun hubungan Harry dan Albus semakin memburuk, Albus merasa tidak dipahami oleh ayahnya dan merasa bahwa ayahnya tidak bangga kepada dirinya. Harry merasa bahwa Albus semakin menjauh dan semakin tidak mengenali anaknya.

Pada suatu hari Albus mencuri dengar pembicaraan antara Amos (ayah Cedric Digory) yang sekarang sudah sangat sepuh dengan ayahnya di rumah mereka. Amos datang ke rumah Harry untuk meminta Harry menggunakan Time Turner untuk menyelamatkan Cedric Digory.

Harry menolak dengan alasan bahwa kembali ke masa lalu dan merubah sesuatu adalah hal yang berbahaya. Di kesempatan itu pula Albus berkenalan dengan Delphi, keponakan sekaligus perawat Amos yang juga ikut mencuri dengar percakapan antara Harry dan Amos.

Albus pun kembali ke Hogwarts untuk menjalani tahun keempatnya, Rose (anak dari Ron dan Hermione yang masuk ke asrama Gryffindor) dalam upayanya untuk kembali berteman dengan Albus (mereka berteman sewaktu belum memulai bersekolah di Hogwarts, setelah Hogwarts pertemanan mereka tidak lagi seperti dulu bahkan mungkin bisa dibilang tidak lagi berteman) menginformasikan bahwa keberadaan Time Turner itu benar dan sekarang Time Turner itu berada di Ministry of Magic.

Albus, dalam upaya untuk membuktikan bahwa ayahnya tidak sempurna dan membuat banyak kesalahan, mengemukakan ide kepada Scorpius untuk bersama2 mencuri Time Turner itu, kembali ke masa lalu dan mencegah adegan dimana Cedric Digory terbunuh.

How harmless it can be, they think..

Nothing will go wrong they think..

Untuk misi ini Albus dan Scorpius meminta bantuan dari Delphi.. Bertiga mereka meminum Polyjuice Potion dan menyamar sebagai Harry, Ron dan Hermione, masuk ke Ministry of Magic dan mencuri Time Turner-nya.

They did it and after that everything goes haywire..

Selesai membaca naskah ini, saya pada awalnya memberikan rating 5 di goodreads, kemudian saya turunkan jadi 4, kemudian besoknya saya turunkan lagi jadi 3.

Sekangen2nya saya dengan dunia Harry Potter, plot twist di akhir naskah dimana Voldemort memiliki anak dari seseorang tampak terlalu mustahil and doesn’t fit the profile at all, I can not phantom a Harry Potter world where Voldemort manage to produce a child and refuse to accept that. Period. Hehe.

Pada awal-awal mendalami karakter Harry di naskah ini,  saya sempat sebal dengan miskomunikasi antara Harry dan dan Albus, namun dipikir2 Harry grows up without James, so I’ll give him a pass. The alternate universe dimana Ron dan Hermoine tidak menikah itu agak-agak menyakitkan, seeing how miserable they’ve become.

I absolutely love Scorpius! And Draco Malfoy. But anyway by the end of Harry Potter and the Deathly Hallows the Malfoys are already forgiven and deserved a second chance.

In the end, bagaimanapun juga, mengunjungi kembali dunia Harry Potter bersama tokoh2nya tetap merupakan sesuatu yang menyenangkan dan akan selalu dirindukan. It’s a privilege.

14910578_10154056189573379_8182615881656500421_nDan Severus Snape.. ah Severus Snape..

“SCORPIUS: The world changes and we change with it. I am better off in this world. But the world is not better. And I don’t want that.”

“It is exceptionally lonely, being Draco Malfoy. I will always be suspected. There is no escaping the past.”

“How to distract Scorpius from difficult emotional issues. Take him to a library.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s