Go Set A Watchman By Harper Lee

24831147Menutup halaman terakhir dari buku ini, saya bertanya-tanya sendiri untuk apa Harper Lee menulis buku ini?

Saya, seperti juga kebanyakan orang, pada awalnya tidak mengetahui bahwa buku Go Set A Watchman selesai ditulis dua tahun sebelum To Kill A Mockingbird diterbitkan.

Publikasi yang menggembar-gemborkan bahwa akhirnya ada sequel dari To Kill A Mockingbird menimbulkan persepsi yang salah dan harapan yang terlalu besar akan kerinduan para penggemar To Kill A Mockingbird terhadap Atticus, Scout dan Jem. Termasuk saya.

Untuk yang belum membaca dan atau baru akan membaca, let me warn you, Go Set A Watchman bukan merupakan sequel dari To Kill A Mockingbird.

Walaupun Go Set A Watchman menceritakan Scout yang telah menjadi wanita muda berumur 26 tahun dan pulang kampung ke tempat kelahirannya Maycomb setelah membangun hidup secara mandiri di kota New York sendirian, harus dipahami bahwa Scout ini dilahirkan terlebih dahulu daripada Scout berumur 6 tahun yang lebih dulu kita kenal di To Kill A Mockingbird.

Draft Go Set A Watchman sendiri ditolak oleh penerbit Lippincot Company, namun seorang editor bernama Tay Hohoff mengenali potensi cerita atau potensi dalam diri Harper Lee sendiri, dan selama dua tahun kemudian mendampingi Harper Lee menulis sebuah buku baru yang akar ceritanya sebenarnya berasal dari Go Set A Watchman.

Alih-alih menerbitkan realitas (yang terkadang memang luar biasa pahit) yang terceritakan di Go Set A Watcman, mereka memilih untuk memberikan harapan akan dunia yang lebih baik dalam To Kill A Mockingbird. Atticus Finch merupakan sebuah lambang dari harapan.

Selama puluhan tahun Harper Lee memilih untuk tidak menyinggung2 ataupun menerbitkan Go Set A Watchman. Saya paham karena ibarat patung pahatan, dari segi alur cerita Go Set A Watchman ini masih berupa gundukan-gundukan yang menyerupai suatu bentuk. Setelah berproses barulah menjadi patung indah yang kita kenal di To Kill A Mockingbird.

Lalu kenapa sekarang Harper Lee setuju untuk menerbitikan manuskripnya? Terdapat banyak kontroversi mengenai hal ini. Harper Lee yang sekarang berumur 89 tahun telah tinggal dan dirawat di sebuah nursing home.

Setelah saudara perempuannya (yang biasa menghandle segala urusannya) meninggal, barulah terwujud sebuah surat persetujuan dari Harper Lee untuk menerbitkan naskah Go Set A Watchman.

Beberapa orang terdekat Harper Lee menyebutkan bahwa Harper Lee sekarang berada dalam kondisi sudah tidak bisa mendengar dan tidak bisa melihat sehingga ia, dengan tidak terlalu aware-nya bisa saja menanandatangani surat persetujuan itu tanpa sadar betul akan apa yang ia lakukan.

Terlepas dari kontroversi perihal bagaimana Go Set A Watchman ini bisa diterbitkan. Saya merasa harus menceritakan latar belakang di atas terlebih dahulu sebelum saya menceritakan isi Go Set A Watchman, karena kedua buku ini harus diperlakukan sebagai dua buku yang berbeda.

Harper Lee tidak merusak atau mengkorupsi sosok Atticus Finch yang terlanjur kita cintai karena Atticus Finch yang kita kenal terlahir setelah Go Set A Watchman. Harper Lee tidak memutuskan untuk membunuh tokoh Jem karena Jem sendiri baru dikembangkan menjadi pemuda yang kita sayangi dua tahun setelah ia terlebih dahulu menulis Go Set A Watchman.

This is two different books. Two alternate universe.

Kembali ke cerita Go Set A Watchman, Scout yang tengah berlibur di kota kelahirannya di sambut oleh Henry teman masa kecilnya yang kini telah menjadi prodigy Atticus karena Jem telah meninggal dunia karena terkena penyakit jantung.

Cerita-cerita kilas balik masa kecil Scout cukup mengobati kekangenan saya akan dunia To Kill A Mockingbird, sampai suatu saat Scout secara tidak sengaja mengintip pertemuan dewan rakyat Maycomb dimana Atticus dan Henry termasuk di dalamnya.

Scout kaget bagaimana pandangan rasis terhadap kaum kulit hitam secara bebas dan vulgar dipaparkan dalam pertemuan tersebut, dan ia merasa mual karena Atticus dan Henry tidak mengeluarkan sepatah kata pun untuk menentang pemaparan tersebut.

Atticus yang membesarkan Scout dengan prinsip tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan warna kulitnya, kini telah menarik garis sampai dimana ia bisa menoleransi warga berkulit hitam dalam kehidupan sehari-harinya.

Scout juga terpukul karena Calipurnia, pengasuh kulit hitam yang membesarkannya semenjak Ibunya meninggal sekarang mengambil jarak dan melihatnya hanya sebagai another white person.

Buku ini pada intinya menceritakan hal tersebut, bagaimana idealisme seorang gadis muda yang ia dapat dari ayahnya yang ia puja, sekarang hancur dan terinjak-injak oleh kenyataan kondisi lingkungannya pada saat itu dan oleh orang-orang terdekatnya, termasuk Ayahnya sendiri.

Bagaimana pemujaannya terhadap Ayah-nya akhirnya hancur. Bagaimana Scout harus turun ke bumi dari surga idealnya, dan menerima bahwa Ayahnya juga manusia biasa yang harus berkompromi dengan keadaan.

Dan bagaimana bahwa rasisme itu memang ada dan harus diterima olehnya.

Go Set A Watchman juga tidak menyinggung-nyinggung tentang Boo Radley yang dalam To Kill A Mockingbird juga sama pentingnya mengajarkan banyak hal tentang prasangka dan perbedaan.

Alurnya memang agak lambat, buku ini mencapai puncak alurnya di 1/3 terakhir cerita, namun saya cukup terhibur dengan cerita kilas balik masa kecil Scout.

Menarik bagi saya bagaimana Harper Lee bisa mentransformasilkan bibit-bibit dalam Go Set A Watchman menjadi To Kill A Mockingbird yang sangat saya sukai. Dan menurut saya kisah bagaimana Harper Lee berproses hingga melahirkan To Kill A Mockingbird akan menjadi suatu cerita seru tersendiri.

3 dari 5 bintang dari saya untuk buku ini. Ingat! Ingat! Buku ini bukan sequel dari To Kill A Mockingbird, melainkan sebuah raw material. Karya pertama dari seorang Harper Lee yang nantinya melahirkan buku yang akan dicintai sepanjang peradaban masih ada.

“the time your friends need you is when they’re wrong, Jean Louise. They don’t need you when they’re right—”

Advertisements

13 thoughts on “Go Set A Watchman By Harper Lee

  1. Kapan gitu aku pernah baca ulasan seorang kritikus di media luar di mana dia mengacu pada analisis seorang ahli hukum thd tokoh pengacara Atticus Finch. Kata ahli hukum itu, Atticus pada dasarnya (terutama dlm persidangan) hanya melakukan tugasnya sbg seorang pengacara, yaitu membela orang tak bersalah dan menegakkan keadilan. Ga ada sangkut pautnya dgn idealisme dia ttg manusia dan ras. Jadi seharusnya pembaca ga kaget kalo (ternyata) Atticus itu rasis ato gimana. Begindong menurut yg aku baca mbak, hehehe. Tapi aku tetep pengen baca buku ini juga 😊

  2. Dapatkan penghasilan tambahan dari website atau blog Anda dengan bergabung dengan Program Afiliasi dari salah satu toko buku online Indonesia.
    Dengan mereferensikan pengunjung website/blog Anda ke Belbuk.com melalui klik pada link afiliasi, dan apabila pengunjung tersebut berbelanja buku di website kami, maka Anda akan mendapatkan komisi penjualan sebesar 5% dari dari total pembelian. Tidak hanya itu, anda akan mendapatkan komisi secara terus-menerus dalam setiap pembelanjaannya, selama pelanggan tersebut mengakses dari komputer yang menyimpan cookie yang telah mengandung kode afiliasi Anda.

    Bergabung sekarang juga: http://www.belbuk.com/afiliasi

    Terimakasih.

  3. agusaefulloh says:

    saya belum berjodoh sama buku ini, saya fans to kill a mockingbird, mau merekomendasikan buku ini ke saya nggak?

    • Kalo fans berat to kill a mockingbird berisiko kecewa sebenarnya, hehe. Kalo mau dibaca jangan dianggap sebagai sequel atau prequel, lebih baik dibaca sebagai buku yang berbeda saja krn memang ini early draft. Semacam parallel universe 😊

  4. agusaefulloh says:

    sebenernya saya niat mau beli aja walau review orang sadis sadis, tapi masalahnya saya lagi pengen beli buku the casual vacancy, nah dilema saya sebenernya mana dulu yang harus dibeli, budget sekarang cuma mengijinkan salah satu nya dulu yang dibeli, mba pasti merekomendasikan the casual vacancy kan? saya baca review nya sih tapi menurut mba buku go set a watchman emang beneran jelek nggak sih

    • Kalau saran saya lebih baik the casual vacancy saja. Buku ini sebenarnya ngga jelek kalo dianggap buku yang berbeda, hanya saja kalo sudah kadung ngefans sama to kill a mockingbird risiko kecewanya lebih besar. Hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s