The Phantom Tollbooth By Norton Juster

phantomtollboothIt’s much harder to tell whether you are lost than whether you were lost, for, on many occasions, where you’re going is exactly where you are. On the other hand, you often find that where you’ve been is not at all where you should have gone, and, since it’s much more difficult to find your way back from someplace you’ve never left, I suggest you go there immediately and then decide.

Pada awalnya saya merasa sulit untuk dapat memengerti tokoh utama dalam buku ini. Seorang anak laki-laki bernama Milo. Di paragraf pertama dari buku, deskripsi tentang Milo sudah membuat saya sediki antipati dengan anak lelaki yang tidak tau apa maunya ini.

When he was in school he longed to be out, and when he was out he longed to be in. On the way he thought of coming home, and coming home he thought about going. Wherever he was he wished he were somewhere else, and when he got there he wondered why he’d bothered. Nothing really interested him – least of all the things that should have.

See what I mean?

Lalu hidup bagaikan sebuah lelucon sarkastis menempatkan saya di kondisi persis seperti Milo. Ngga tau maunya apa. Tidak ada yang dapat menarik perhatian dan dapat mengangkat semangat. Tidak ada yang menarik. Semuanya statis. Membosankan. Seperti hidup segan mati tak mau.

Bahkan saya kehilangan minat menulis review.

Satu-satunya comfort place buat saya adalah ketika saya berada diantara lembaran buku.

Kembali ke cerita Milo. Anak itu beruntung karena pada suatu hari yang membosankan ia menemukan sebuah paket besar di kamarnya yang berisi sebuah Phantom Tollbooth, lengkap dengan mobil-mobilan kecil, peta dan rule book permainan. Karena Milo tidak memiliki hal lain untuk dikerjakan dan kebetulan merasa sangat bosan, ia pun memutuskan untuk mencoba naik ke mobil-mobilan dan memilih suatu destinasi yang  tercatum di Peta. Dictionopolis, itu nama tempatnya.

Milo mulai melaju ke arah tollbooth tersebut, memasukkan koin dan melewatinya. Tiba-tiba Milo berada di tempat yang tidak ia kenal. Sebuah daerah bernama Expectations yang berada di garis luar Kingdom of Wisdom. Secara tidak sengaja di (kerajaan) Dictionopolis, Milo masuk ke petualangan dimana ia terjebak harus menyelamatkan dua putri bernama Rhyme dan Reason yang ditahan di sebuat tempat bernama Castle in the Air.

Untuk sampai ke tempat itu Milo harus melewati Digitopolis dan Mountain of Ignorance, dan untuk menjalankan misinya Milo ditemani oleh seekor anjing bernama Tock, dan seekor mahluk bernama Humbug (omong kosong).

Dan seperti layaknya sebuah petualangan, makna dan hikmahnya terletak pada perjalanan yang dilalui. Bukan pada titik akhir.

You must never feel badly about making mistakes. As long as you take the trouble to learn from them. For you often learn more by being wrong for the right reasons than you do by being right for the wrong reasons.

Pada akhir petualangan Milo telah menjadi anak yang berbeda. Milo kini bisa menikmati keadaan.

Menikmati langit biru, hijaunya dedaunan..

Outside the window, there was so much to see, and hear, and touch-walks to take, hills to climb. There were voices to hear and conversations to listen to in wonder, and the special smell of each day. And, in the very room in which he sat, there were books that could take you anywhere, and things to invent. His thoughts darted eagerly about as everything looked new-and worth trying.

See what I mean when I say Milo is lucky.

I too want that kind of experience. That kind of adventure. To find purpose, to find reason, to feel that things are worth to fight for.

I too want to find that Phantom Tollbooth.

5 stars for this book. Bravo Norton Juster.

 

Advertisements

5 thoughts on “The Phantom Tollbooth By Norton Juster

  1. aaah aku dulu suka banget buku ini, tapi sekarang malah udah lupa ceritanya kayak gimana XD waktunya baca ulang kayaknya, karena sekarang aku lagi ngerasa seperti milo banget nih… anyway, glad that you’re back nis!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s