Divergent By Veronica Roth

20130525-104404.jpgPenerbit : Katherine Tegen Books

Tebal : 487 Halaman

Our dependents are now sixteen. They stand on the precipice of adulthood, and it is up to them to decide what kind of people they will be. Decades ago our ancestor realized that it is not political ideology, religious belief, race, or nationalism that is to blame for a warring world. Rather, they determined that it was the fault of human personality-of humankind’s inclination toward evil, in whatever form that is. They divided into factions that sought to eradicate those qualities they believed responsible for the world’s disarray.

Those who blamed aggressions formed Amity.

Those who blamed ignorance became the Erudite.

Those who blamed duplicity created Candor.

Those who blamed selfishness made Abnegation.

And those who blamed cowardice were the Dauntless.

For me, to start reading an unfinished series always create an agony. Especially dystopian series like this one, in which by the time you close the last page, your hand will itch to get the next book. πŸ™‚

Saya baca langsung dari buku satunya ini ke buku selanjutnya yang judulnya Insurgent. Itu juga begitu beres gemes bukan alang kepalang karena penasaran. Berhubung buku penutup dari seri ini (Allegiant) bakalan terbit di 2013 dan saya baru aja Pre Order (yes, I am that sick ;p) jadi yuk mari saya cerita sedikit soal buku satunya dulu, Divergent.

Seperti yang dijelaskan di quote awal, masyarakat di dunia Beatrice Prior, sang heroine kita dibagi kedalam lima kelompok. Amity, Erudite, Candor, Abnegation dan Dauntless. Penentuan dilaksanakan ketika anak2 mencapai umur 16 tahun.

Sebelum upacara penentuan, setiap anak diassessment kecenderungan sikapnya melalui suatu simulasi. Dari petugas simulasinya Beatrice menerima sebuah rahasia bahwa dirinya berbeda, hasil simulasinya tidak bisa disimpulkan.

Ia bisa memilih diantara tiga kelompok Abnegation, Dauntless dan Erudite. Orang2 seperti itu dinilai memiliki kecenderungan berbahaya karena tidak terkendali, karena itulah Beatrice tidak diperkenankan menceritakan hasil aptitude test nya kepada siapa pun. Orang2 dengan hasil seperti Beatrice, mereka disebut dengan istilah Divergent.

Dalam upacara penentuan, para anak remaja dipersilahkan untuk memilih kelompok yang sesuai dengan hasil aptitude test dan juga prinsip/ keinginan mereka, pilihan itu dinyatakan dengan meneteskan darah mereka ke salah satu simbol dari lima kelompok yang ada.

Setelah memilih, anak2 tersebut akan di didik menurut cara masing2 kelompok. Anak yang memilih kelompok yang sama dimana ia dibesarkan akan masih dapat bertemu dengan keluarganya. Namun anak yang memilih kelompok yang berbeda dari tempat ia dibesarkan harus meninggalkan keluarganya dan setia pada kelompok yang dipilih. Faction before blood. Begitulah motto yang dianut.

Working together, these five factions have lived in peace for many years, each contributing to a different sector of society. Abnegation has fulfilled our need for selfless leaders in government; Candor has provided us with trustworthy and sound leaders in law; Erudite has supplied us with intelligent teachers and researchers; Amity has given us understanding counselors and caretakers; and Dauntless provides us with protection from threats both within and without. In our factions, we find meaning, we find purpose, we find life.

Lalu apa yang terjadi dengan Beatrice di upacara pemilihan. Setelah cukup tercengang dengan kakaknya yang memilih Erudite alih2 kelompok asal mereka Abnegation, Beatrice ternyata melakukan hal yang sama dengan memilih Dauntless. Hari itu kedua orang tua mereka harus merelakan kedua anaknya mempunyai keluarga baru.

Those who want power and get it live in terror of losing it. That’s why we have to give power to those who do not want it.

Singkat kata, anak muda Dauntless adalah sekelompok daredevil yang dengan berbagai cara mencoba menguji “keberanian” para anak baru dengan tantangan yang penuh bahaya. Selain itu mereka juga berlatih kemampuan fisik dengan pertarungan satu lawan satu, menggunakan senapan, melempar pisau dan juga berlatih untuk menghadapi hal yang paling ditakuti melalui sebuah simulasi psikologis.

Persaingan pun sengaja diciptakan antara para anak baru. Setiap latihan memiliki skor sendiri untuk setiap anak.
Needless to say that from that point on the competition tends to get dirty.

Human reaction can excuse any evil; that is why it’s so important that we don’t rely on it.

Perlahan-lahan, Tris (panggilan Beatrice semenjak bergabung dengan Dauntless) menyadari bahwa kelompok2 yang sekarang ini ada sudah banyak menyimpang dari tujuan awal mereka dibentuk. Dari dalam kelompok Dauntless ia menyaksikan sendiri hal itu. Dauntless yang didirikan dengan prinsip “We believe in ordinary acts of bravery, in the courage that drives one person to stand up for another”, telah sedikit banyak mengabaikan idealisme mereka.

Ujian paling menantang dari inisiasi para Dauntless muda justru adalah ujian psikologis. Setiap anak disutik oleh suatu serum, lalu mereka masuk ke suatu ruangan. Serum tersebut akan memancing setiap anak untuk berhadapan dengan hal yang paling ditakutinya. Apa yang dilihat oleh setiap anak dapat dilihat dari tim penilai melalui layar, dan disitulah setiap anak dinilai dalam menghadapi ketakutan terbesarnya.

Dari ujian itu pula Tris mengetahui bahwa dirinya bisa memanipulasi jalannya simulasi. Serum simulasi tersebut tidak mempan padanya. Tris mampu menyadarkan dirinya bahwa itu adalah simulasi dan menenangkan dirinya sendiri. Situasi itu menyebabkan Tris menjadi menonjol diantara initiates lainnya. Tris dapat melalui simulasi tersebut dengan waktu tersingkat.

It’s when you’re acting selflessly that you are at your bravest.

Tris menjadi salah satu initiates dalam peringkat teratas. Sepanjang masa pendidikannya Tris menjalin kedekatan dengan seorang senior yang dijuluki Four. Four yang merupakan rival salah satu pemimpin muda Dauntless yang keji bernama Eric.

Bersama-sama dengan Four, kejadian demi kejadian menunjukkan bahwa fakta bahwa dirinya adalah seorang Divergent adalah kenyataan yang membahayakan. Banyak orang memberikan Tris peringatan. Sesuatu sedang terjadi diluar, ketegangan antar kelompok terasa hingga kalangan initiates.

Apa yang terjadi sebenarnya? Mengapa para Divergent berada dalam bahaya? Dijamin begitu nutup buku ini, anda pasti grabak grubuk mencari buku berikutnya. Hehehe.

I love Dystopians genre!! 5 dari 5 bintang untuk Divergent!!

Advertisements

14 thoughts on “Divergent By Veronica Roth

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s