The Particular Sadness of Lemon Cake By Aimee Bender

7048800Penerbit : Doubleday

eISBN: 978-0-385-53322-5

Siapa yang setuju kalo rasa makanan yang kita bikin dipengaruhin sama mood kita waktu masak makanan itu? Saya sih ngerasa seperti itu. Terutama kalo lagi bad mood, rasanya selalu ada yang kurang dari makanan apapun yang saya bikin.

Sebagian orang mungkin cuma akan berkomentar makannya kurang gurih, terlalu asin atau komentar lain. Tapi bayangin reaksi kita saat ada seseorang yang makan masakan kita dan saat itu juga tau kalau perasaan kita lagi sedih dari rasa makanan yang kita bikin? Saya sih ngeri, apa yang mati2an kita sembunyiin bisa ketauan hanya melalui satu suap makanan.

Rose Edelstein di umurnya yang kesembilan tersadar bahwa dia memiliki kemampuan itu. Di hari ulang tahunnya itu sang Ibu membuatkan cake lemon untuk Rose. Rose menyadari ada sesuatu yang salah dari suapan pertama yang masuk mulutnya. Perasaan kosong dan tenggelam. Ia segera mengaitkan hal itu dengan perilaku Ibunya akhir2 ini yang sering mengurung diri dan mengeluh sakit kepala. Ibunya mengalami depresi? Bukan sesuatu yang ingin diketahui oleh seorang anak berumur 9 tahun.

Sejak saat itu Rose merasa kemampuan yang ia miliki adalah sebuah kutukan. Ia membenci hal2 yang tidak sengaja ia ketahui. Tentang Ibunya, tentang juru masak kantin sekolah, tentang siapapun yang ada dibalik makanan yang ia makan. Muak akan kemampuan tersebut, Rose mencari jalan keluar dengan hanya memakan makanan buatan pabrik. Biskuit, coklat, apapun yang tidak dibuat dengan dipengaruhi perasaan seseorang.

Rose punya seorang kakak laki2 bernama Joseph. Sayangnya ia tidak memiliki kedekatan dengan kakak laki2nya. Boleh dibilang jika anggota keluarga itu memang tidak dekat dengan satu sama lain. Seperti hidup di masing2 dimensi, hanya saja mereka ada di bawah satu atap.

Kefrustasian Rose berlangsung terus hingga memasuki masa remaja, beban psikologis yang ia tanggung karena mengetahui rahasia buruk Ibunya, perasaan tidak dimengerti, perasaan dinomorduakan dari kakaknya Joseph yang pintar. Semua itu terakumulasi sampai suatu saat depresinya memuncak, Rose histeris hingga harus dirawat di rumah sakit.

Gyah buku ini terlalu depresif buat selera saya. Potensi ceritanya padahal sebenernya bagus banget, tapi pengembangan alurnya bikin saya tertular oleh energi negatif cerita hidup tokoh2 dalam buku ini. Sayang banget menurut saya. Apalagi ketika di akhir masa remaja Rose mengetahui tentang rahasia2 lain dalam keluarganya, cerita jadi terasa semakin absurd.

On the positive side, senang bahwa pada akhirnya Rose bisa berdamai dengan kemampuannya. Though I still think it took her to long to realize that. Hehe.

Advertisements

6 thoughts on “The Particular Sadness of Lemon Cake By Aimee Bender

  1. okeyzz says:

    Menarik sih ceritanya, tapi bukunya bikin depresi bgt yaa~
    Tapi… penasaran deh pengen baca. Ini ada ebook gratisnya kan mba di internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s