The Lovers Dictionary By David Levithan

Penerbit : Farrar, Straus and Giroux

Tebal : 224 Halaman

Reservation, noun.

There are times when I worry that I’ve already lost myself. That is, that myself is so inseparable from being with you that if we were to separate, I would no longer be. I save this thought for when I feel the darkest discontent. I never meant to depend so much on someone else.

Yearning, noun. And adjective.

At the core of this desire is the belief that everything can be perfect.”

Hmmm.. Ini adalah salah satu buku yang saya merasa sulit sekali untuk membuat reviewnya.

Beberapa halaman pertama waktu baca buku ini agak sedikit membingungkan. Isinya seperti kamus. Di setiap alfabet a sampai z, sang pencerita (pria) memilih satu atau beberapa kata untuk diuraikan berdasarkan memori dari hubungannya dengan pasangannya yang ia punya atas kata-kata itu. Seperti contoh quotes yang saya tulis di atas.

Sedikit demi sedikit pembaca akan mulai bisa merangkai kepingan puzzle dan menangkap apa yang sebenarnya terjadi antara pasangan itu. Dari mulai kencan pertama, jatuh cinta, tinggal bersama, pertengkaran2 kecil, terciptanya jarak, pengkhianatan, pengakuan dan selamat tinggal.

Uraian dari setiap kata kadang sangat manis dan puitis dan kadang getir, bahkan sarat kemarahan. Sampai saat terakhir siapa identitas kedua pasangan ini tidak  terungkap. Begitu pula dengan apa yang terjadi pada keduanya. Apakah mereka tetap bersama atau akhirnya berpisah.

Yang jelas sang pria lah yang menuliskan kisah cinta berbentuk kamus ini. Untuk diberikan kepada pasangannya. Menurut saya ceritanya agak mengenaskan. Tidak disarankan untuk dibaca buat orang2 yang baru saja membina hubungan. Bisa memberikan efek pesimis soalnya.

Tapi itulah realitas. Dalam pernikahan, yang namanya jatuh cinta berbunga-bunga pada suatu waktu akan padam sendiri. Semua belang2 akan terlihat. Dan di saat itu suatu hubungan baru benar-benar diuji. Yang tertinggal adalah seberapa besar komitmen untuk menjalani segalanya bersama. Untuk saling melengkapi, saling memaklumi, memaafkan, dan menerima kekurangan dan kelebihan masing2 alih2 mencoba untuk merubah sifat pasangan.

Ada kalanya di titik stagnan salah satu akan berpaling karena melihat orang yang lebih segala2nya dari pasangannya. Let me tell you this! That is non sense! Setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna. Dan pasangan yang ditinggalkan akan merasa dirinya tidak berdaya, tidak berharga. Tinggal bersama dengan manusia yang bagai kemasan kosong yang isinya ntah sudah terbang kemana. And after all of that happened there is no going back.

Jadi adek2 yang baik there is no such thing as Pangeran Berkuda Putih, Putri Cantik Jelita atau Hidup Bahagia Selamanya. Sorry to say, but that’s the fact. The ugly and bitter truth of this so called life.

Jika ingin segera menikah atau bahkan akan segera menikah. Janganlah terlalu heboh merancang pesta atau resepsi sekali seumur hidup yang membuat pengantinnya seperti raja & ratu satu malam. Jangan dilaksanakan karena tekanan sosial atau keluarga yang selalu memburu2. Atau jangan pula karena banyak temen2 yang sudah menikah jadi tertular ingin mensegerakan dan itu dijadikan motivasi. Yang lebih diperlukan adalah persiapan mental, ketenangan jiwa untuk menerima apapun yang terjadi, dan kehidupan setelahnya akan seperti apa. Ini yang penting dibicarakan sebelum memutuskan untuk membuat resepsi.

Kehidupan baru akan dimulai setelahnya. Dan keduanya harus cukup dewasa untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.

Lover, noun.

Oh, how I hated this word. So pretentious, like it was always being translated from the French. The tint and taint of illicit, illegitimate affections. Dictionary meaning: a person having a love affair. Impermanent. Unfamilial. Inextricably linked to sex.

I have never wanted a lover. In order to have a lover, I must go back to the root of the word. For I have never wanted a lover, but I have always wanted lover, and to be loved.

There is no word for the recipient of the love. There is only a word for the giver. There is the assumption that lovers come in pairs.

When I say, Be my lover, I don’t mean, Let’s have an affair. I don’t mean Sleep with me. I don’t mean, Be my secret.

I want us to go back to that root.

I want you to be the one who loves me.

I want to be the one who loves you.”

I hope I didn’t sound to preachy. But trust me, I know this Lovers Dictionary story like the back of my own hand. In real life situation like this does happen. Learn from other people mistakes, don’t ever let it happen to yourself. It just to painful to cope with. It will break you. And you can not put back together broken pieces. It’s damaged forever.

“I spent all this time building a relationship. Then one night I left the window open, and it started to rust.”

“The mistake is thinking there can be an antidote to the uncertainity.”

Advertisements

8 thoughts on “The Lovers Dictionary By David Levithan

  1. Aku beli terjemahannya dulu Nis, sepertinya mending baca aslinya deh :p

    Walau rada ngebosenin dan ga jelas tapi pastinya aku terpesona dengan untaian kalimat ciptaan Leviathan. Keren, lucu ya kepikiran nulis buku macam begini 🙂

    • Bisa dibilang mirip put.. Cuma yang ini ada jalan ceritanya.. Ceritanya si cowo nulis tentang hubungannya, tapi bentuk tulisannya kayak kamus.. Jatoh2 nya emang ungkapan2 pendek ttg cinta.. Hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s