Brida By Paulo Cuelho

“We know that mystery won’t ever go away and so we learn to accept it. I think the same things happens in many situations in life. It isn’t explanations that carry us forward, it’s our desire to go on.”

Hhhmm. Dalam mencoba menangkap isi buku ini saya memilih untuk mengesampingkan cerita dimana Brida, sang tokoh utama menjalani semua yang dia jalani untuk mempelajari sihir. Mungkin lebih enak proses pembelajaran sebagai penyihir tersebut dipandang sebagai pencarian jawaban atas berbagai pertanyaan hidup yang menggelitik. Some of us are borne restless.

Juga tentang Soulmate yang diceritakan dalam buku ini, seringkali merupakan cinta pada pandangan pertama. Maklum, saya termasuk orang yang memiliki keyakinan bahwa cinta pada pandangan pertama adalah non sense. Apalagi bicara Soulmate. You have to know the person deeply, being through hardship together and still love each other after, he/she completes you. Aaah but that’s just me. The truth is I know nothing at all. Hehe.

Ceritanya bersetting di Irlandia. Brida yang sangat ingin mempelajari sihir mencari seorang Magus yang seringkali terlihat bermeditasi di hutan (btw nama Magus nya Santiago, apa ini Santiago yang sama dengan yang kita temui di The Alchemist?). Brida berhasil menemukan sang Magus, sang Magus seketika dapat melihat bahwa Brida adalah Soulmate nya, tapi Brida sendiri tidak menyadari hal itu.

Ada dua jalan yang bisa ditempuh dalam mempelajari sihir. Satu adalah The Tradition of The Sun yang mengajarkan kebijaksanaan melalui ruang dan dunia yang ada di sekitar kita. Kedua The Tradition of The Moon yang mengajarkan kebijaksanaan melalui pengetahuan yang tersimpan dalam waktu.

Melalui pertemuan tersebut Brida menemukan jawaban bahwa dia harus mencari jalannya sendiri. Setelah itu baru dia akan kembali untuk menemui sang Magus.

Brida berhasil menemukan seorang guru lain, kali ini seorang wanita bernama Wicca. Pada akhirnya melalui Wicca lah dia menemukan bahwa jalannya adalah tradisi bulan dan dengan perjalanan waktu menyadari bahwa dirinya dalam berbagai kehidupan sebelumnya, adalah seorang penyihir.

Ah, agak sulit ternyata mereview buku ini. Walaupun ceritanya tentang mencari jalan untuk memahami sihir. Namun saya menemukan bahwa inti dari cerita terangkum dalam quotes ini :

“Right now, while we’re eating, ninety-nine percent of the people on this planet are, in their own way, struggling with that very question. Why are we here? Many think they’ve found the answer in religion or materialism. Others despair and spend their lives and their money trying to grasp the meaning of it all. A few let the question unanswered and live for the moment, regardless of the results or the consequences. Only the brave are aware that the only possible answer to the question is I DON’T KNOW.”

Banyak pertanyaan dalam hidup yang tidak terjawab. Termasuk hal-hal yang dipertanyakan oleh Brida dalam buku ini. Jalan hidup, pilihan, nasib, takdir. Dan bahwa pada akhirnya cinta sejati, bahkan kepada seorang Soulmate pun dapat berarti tidak memiliki cukup menohok buat saya.

Dan beberapa quotes di bawah mungkin bisa menggambarkan isi buku lebih baik daripada cerita saya. Anyway, tiga bintang saya berikan untuk Brida.

“Sometimes we set off down a path simply because we don’t believe in it. It’s easy enough. All we have to do then is prove that it isn’t the right path for us. However, when things start to happen, and the path does reveal itself to us, we become afraid of carrying on.”

“Learning something means coming contact with a world of wich you know nothing. In order to learn you must be humble.”

“The best way to destroy the bridge between the visible and the invisible is by trying to explain your emotions.”

“She feared pain, loss and separation. This things were inevitable in love, and the only way to avoiding them was by deciding not to take the path at all.”

“No one could make a choice without being afraid.”

“Perhaps the times when it goes wrong are teaching you something.”

Advertisements

5 thoughts on “Brida By Paulo Cuelho

  1. astridfelicialim says:

    uhm… buku coelho kadang terlalu absurd buatku nis..aku suka alchemist dan veronika.. tapi i don’t give a d*mn sama bbrp bukunya sperti witch of portobello, bahkan aleph pun terlalu aneh buatku =D

    • Aku juga ngga terlalu fanatic sih trid. Yang aku suka The Alchemist, Veronica decides to die, the devil and miss sesuatu sama By the river of Piedra.. Yang lain terlalu unreachable, termasuk yang ini. Cuma emang bukunya Paulo Cuelho banyak quotes keren nya 😀

  2. putripwu says:

    Rekom dong mbak Nisa, bukunya Paulo Cuelho yang cocok buat pemula kayak aku ini… Soalnya sepupu nawari aku buat minjem buku-buku Paul Cuelho punyanya pas Lebaran nanti…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s