The Wednesday Letter By Jason F. Wright

Penerbit : Gagas Media

Alih Bahasa : Maggie Tiojakin

TebalΒ  : 332 Halaman

Terimakasih buat Mia yang udah minjemin buku ini!! Saya selesein baca waktu kebangun tengah malem dan ngga kerasa beres dua jam aja. Huumm..

Komentar pertama adalah tentang pengemasan bukunya yang unik. Bentuknya yang unik, kayak amplop bikin saya agak mikir waktu mau nyampulinnya (Oh iya mia, bukunya aku sampulin gapapa ya, ga bisa baca buku kalo belum disampul, takut kekotorin, hehe).

Terus di dalemnya ada amplop beneran yang didalemnya berisi surat. Surat dari siapa untuk siapa meningan dibaca sendiri aja yah. Pokoknya bukan dari Jack untuk Laurel, pasangan yang menjadi latar belakang cerita dalam buku ini.

Jack dan Laurel yang telah menikah selama 39 tahun diberikan berkah oleh Tuhan hingga dapat meninggalkan dunia ini hanya berselang beberapa menit dalam kondisi berpelukan. Bayangkan sepasang nenek dan kakek yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi berpelukan dengan wajah super damai. What a romantic way to die..

Jack dan Laurel di mengelola sebuah penginapan di daerah sepi Woodstock, Virginia. Anak2 mereka, Mathew, Malcom dan Samantha telah lama meninggalkan mereka untuk menjalani kehidupannya masing2. Ketika mendengar bahwa kedua orang tuanya telah meninggal dunia, kakak beradik itupun segera berangkat ke tempat mereka dibesarkan.

Mathew telah menikah bertahun2 namun belum dikaruniai keturunan. Samantha adalah seorang polisi yang kini menjadi orang tua tunggal seorang gadis kecil. Malcom adalah sang beradalan dalam keluarga yang telah lama menghabiskan waktunya di Brazil dalam rangka kabur dari jeratan hukum dan juga dari cinta sejatinya Rain.

Ketika berkumpul di penginapan orang tua mereka, secara mengejutkan ditemukan puluhan kardus di gudang yang berisi surat2. Ntah bagaimana awalnya, ternyata Ayah mereka Jack, selalu menulis surat untuk Laurel setiap hari rabu di setiap minggunya.

Surat-surat tersebut menjelaskan banyak hal tentang Ayah dan Ibu mereka. Dan juga membawa mereka kepada rahasia besar yang cukup menggemparkan keluarga. Rahasia yang menyebabkan mereka merasa sedih dan kemudian kagum atas kemampuan Ayah dan Ibu mereka untuk bertahan dan juga memaafkan.

Tadinya saya mau memberikan empat bintang. Setelah dipikirkan saya jauh lebih tertarik pada isi surat2 Jack terhadap Laurel dibandingkan narasi tentang anak2 mereka. Ya saya pikir narasi tentang Mathew, Samantha dan Malcom biasa2 saja, bahkan di beberapa bagian terasa terlalu kekanakan. Bagian paling baik dari buku ini justru surat2 Jack kepada Laurel.

Mungkin akan lebih baik kalo 80% isinya surat2 Jack kepada Laurel saja. Dan tidak usah diceritakan tentang reaksi anak2nya. Hehe. Jack dan Laurel telah menghadapi berbagai macam badai dalam rumah tangga bersama. Dan tetap saling mencintai hingga maut menjemput mereka berdua. Tentu apa yang mereka hadapi bersama selama 39 tahun sama sekali tidak mudah.

Saya jauh lebih penasaran terhadap cara mereka mengarungi hidup bersama, saling menguatkan, saling memaafkan dan sepertinya ide untuk menuliskan perasaan melalui surat sangat brilian karena dapat menjelaskan banyak hal kepada pasangan. Perasaan yang tidak terungkapkan itu dapat menimbulkan asumsi. Dan asumsi dapat bergeser menjadi prasangka yang menjadi biang kesalahpahaman dan hanya manambah runyam kehidupan.

16 Juni 1948

Teruntuk Ny. Cooper

Percayakah kau bahwa akhirnya kita menikah juga? Kita sudah menikah! Betapa indahnya hari ini. Sekarang pkl 11:50 malam dan di seberang ruangan kau sedang terlelap dalam tidur. Apa kautahu bahwa malaikat juga bisa mendengkur? Aku baru tahu kalau ternyata mereka bisa mendengkur. Aku mengetahui ini karena kau juga mendengkur. Dan kau adalah malaikatku.

13 April 1988

Laurel tersayang

Laurel. Pernikahan kita memang tidak sempurna. Kita telah melalui banyak cobaan. Kita telah diuji dengan hal-hal yang lebih berat dari yang pernah kita bayangkan saat kita setuju untuk mengarungi bahtera ini. Tapi perjalanan ini sungguh mulia. Aku telah diangkat olehmu. Dan kau telah melakukan lebih dari itu. Kau telah menepati janjimu. Terima kasih karena telah mempercayai rencana besar Tuhan sebelum aku siap menerimanya.

Give me more letters please!! πŸ™‚ hehe..

 

Advertisements

15 thoughts on “The Wednesday Letter By Jason F. Wright

  1. astridfelicialim says:

    Interesting book yah…udah lama tertarik tapi belum sempet baca aja. pas banget diposting hari rabu nis, hihi

    • Oya? Hehehe.. Aku juga dipinjemin mia nih, jadi wishlist baca gara2 liat reviewnya siapa gitu.. Hehehe.. Kita ini memang saling menulari kepengen baca buku ya, hihihi πŸ˜€

    • Ia nih mba.. Sosok Jack emang agak2 too good to be true πŸ™‚ tapi bagaimanapun emang romantis banget ritual nulis surat ini.. Jarang ada laki2 yg bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik.. πŸ™‚

    • Kebanyakan cerita tentang anak2 nya menurutku. Bagian itu memang bosenin. Padahal yg lebih menarik itu kehidupannya Jack sama Laurel. Coba aja surat2nya lebih banyak diceritain πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s