Little Bee By Chris Cleave

Penerbit : Gagasmedia

Tebal : 381 Halaman

“Kenapa Daddy-ku mati?”

Aku memikirkan hal itu.

“Orang jahat membuatnya mati, Charlie, tapi mereka bukan orang jahat yang bisa dilawan Batman. Mereka orang jahat yang harus ayahmu lawan dengan hatinya dan aku juga harus melawan mereka dengan hatiku. Mereka adalah orang jahat yang ada di dalam diri kita.”

Charlie mengangguk. “Mereka banyak?”

“Siapa?”

“Orang jahat dalam diri kita?”

Aku memandangi terowongan-terowongan yang gelap itu, mengigil.

“Semua orang punya mereka,” ujarku.

Hhhhh… Buku ini buat saya memberikan efek ngeri dan mencekam.. Sedih.. Jenis kesedihan yang seringkali membuat saya mual, kesedihan yang bertitik pangkal dari ketidakadilan hidup dan keserakahan manusia..

Little Bee, yang menjadi judul buku ini adalah nama seorang gadis remaja imigran illegal asal Nigeria. Little Bee telah selama dua tahun mendekam di pusat tahanan imigrasi dekat dengan kota London. Suatu hari karena usaha (pdkt) salah satu rekan sesama tahanannya Yvette, nama Little Bee masuk ke daftar orang-orang yang sudah bisa dibebaskan bersama satu orang gadis imigran bersari kuning dan satu gadis lagi yang tidak mau bicara apapun.

Little Bee hanya punya satu nama dan satu tempat untuk dituju di kota London. Andrew dan istrinya Sarah. Pasangan kulit putih yang dipertemukan oleh nasib dengan Little Bee dan kakaknya dua tahun yang lalu, di suatu pantai di Nigeria. Sesaat sebelum horror mencengkram diri Little Bee untuk waktu yang lama.

Pada saat yang sama Sarah baru saja kehilangan suaminya Andrew. Peristiwa yang terjadi dua tahun yang lalu tidak pernah bisa dilaluinya dan menyebabkan Andrew tenggelam ke dalam depresi yang sangat dalam. Andrew akhirnya memutuskan untuk lari dari hidup.

Sarah yang telah kehilangan satu jari telunjuknya dalam “kejadian dua tahun yang lalu” itu sedang tidak bisa merasakan apapun, bahkan kesedihan. Mati rasa. Sarah dan Andrew mempunyai Putra laki-laki berumur 4 tahun yang bernama Charlie. Charlie yang dalam waktu yang sangat lama, tidak mau melepaskan kostum Batman nya sama sekali. Di dunia Charlie, ia adalah Batman yang harus senantiasa melawan para penjahat khayalan yang bisa muncul dari semak2 kapan saja.

Sarah sudah lama tidak mencintai Andrew. Merasa menikah dengan orang yang salah, Sarah merasa menemukan apa yang ia cari dalam sosok seorang Lawrence. Andrew akhirnya tahu. Dua tahun yang lalu mereka berlibur ke Nigeria untuk memperbaiki pernikahan mereka yang retak. Tak disangka peristiwa itu malah memisahkan mereka lebih jauh lagi. Tidak bisa diperbaiki, Andrew pulang dari Nigeria sebagai manusia yang rusak.

Sesaat sebelum pemakaman seseorang mengetuk pintu rumahnya. Little Bee, gadis kecil yang dijumpainya di sebuah pantai di Nigeria dua tahun yang lalu. Little Bee yang dikiranya sudah mati. Dalam kondisi tidak bisa berfikir jernih akhirnya Sarah mengajak Little Bee ke pemakaman sambil merenung, mengapa ia harus muncul sekarang. Hantu masa lalu yang mati2an ingin disingkirkan oleh Sarah. Hantu masa lalu yang telah mengambil Andrew.

“Kami terlihat seperti digabungkan secara asal dengan menggunakan Photoshop, bertiga, berjalan ke pemakaman suamiku. Seorang Ibu berkulit putih kelas menengah, seorang gadis pelarian berkulit hitam yang kurus, dan seorang Kesatria Kegelapan dari Gotham City.”

Cerita ini diceritakan dari dua sudut pandang. Little Bee dan Sarah. Semua berpusat di “kejadian dua tahun yang lalu”. Terus terang saya lebih menyukai cerita dari sudut Little Bee yang haunting, gelap, sedih dan misterius. Apa yang terjadi pada kampung halaman nya yang damai di Nigeria adalah sesuatu yang tidak bisa diterima oleh nalar, saking mengerikannya. Dan berpotensi untuk digali menjadi cerita yang dalam.

Saya tidak terlalu bersimpati pada tokoh Sarah. Kurang berkarakter alias ngga jelas. Juga Andrew yang pengecut, Lawrence yang sok tahu apa yang terbaik. Cuma Charlie sang Batman yang layak mendapatkan simpati.

Saya memberikan empat bintang di goodreads karena kemampuan buku ini dalam membuat saya merasa tercekam sepanjang isi cerita. Dan juga penasaran akan apa sebenarnya yang terjadi dua tahun yang lalu.

Jika saja penulis bisa memberikan ending yang twistnya lebih mengigit di akhir cerita mungkin saya tidak akan ragu memberikannya 5 bintang. None off the less, this is a good book!! Direkomendasikan buat pembaca yang tahan dengan kisah yang “gelap”.

“Bila wajah kalian bengkak karena baru saja dipukuli dengan keras oleh hidup ini, tersenyumlah dan berpura-puralah menjadi orang gemuk.”

-Pepatah Nigeria-

Advertisements

14 thoughts on “Little Bee By Chris Cleave

    • Kl boleh ngeluarin spoiler, ini sebenernya ttg oil war.. Celakanya yg dibikin oleh yg punya kepentingan perang saudara justru rakyat negara yang kaya akan minyak itu sendiri.. Ironis..

  1. Buku inggrisnya baru mau dikirim besok ya nis, td udah mau dibawa ke kantor malah ketinggalan =p aku sendiri kurang sreg sama buku ini, nggak tau juga kenapa, mungkin pas baca emang moodnya lagi gak asik heuheu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s