Maryam By Okky Madasari

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 275 Halaman

Tadinya  review ini mau diposting bareng Blogger Buku Indonesia kemaren, apa daya saya mesti merecharge diri yang sedang tepar dulu  😉 (makanya jangan suka nunda2 bikin review! Hehe). Agak sulit buat saya untuk membuat review buku ini. Kenapa? Karena temanya yang menyentil membuat saya merasa harus belajar banyak dulu sebelum menulis . Salah satunya adalah dengan membaca buku Memahami Negativitas yang sudah saya review duluan.

Di karya ketiganya Okky Mandasari (dengan cukup berani) mengambil tema tentang secuil kisah hidup kaum Ahmadiyah di Indonesia. Tokoh utamanya, Maryam adalah seoarang perempuan yang terlahir di keluarga Ahmadiyah dan tumbuh besar di daerah Gerupuk, Pesisir Selatan Lombok.

Sejak kecil Maryam sudah sadar kalo praktek agama yang dijalani nya sedikit berbeda dengan para tetangga dan teman2 sekolahnya. Mereka sholat di mesjid yang berbeda dan punya kelompok pengajian tersendiri. Beranjak dewasa mulailah Maryam menerima wejangan2 dari kedua orang tuanya agar jangan sampai menjalin hubungan dengan orang di luar kelompok mereka. Kebetulan Maryam pada saat itu sedang dijodoh2kan dengan pemuda sepengajian yang bernama Gamal, Maryam merasa tidak bermasalah dengan wejangan tersebut.

Sampai suatu ketika Gamal harus pergi ke luar daerah untuk waktu yang cukup lama untuk menyusun skripsi. Tiba2 Gamal menghilang, Maryam tidak pernah mendengar kabar darinya lagi. Usut punya usut Gamal telah hengkang dari keluarganya dan menyatakan diri tidak akan pernah kembali. Gamal menyebut segala sesuatu yang orang tuanya yakini adalah sesat. Maryam patah hati.

Setelah lulus Maryam bekerja di Jakarta. Di sana Maryam memperoleh karir yang cukup sukses dan jatuh cinta pada seorang pria bernama Alam yang bukan seorang Ahmadiyah. Maryam mendapatkan tentangan dari kedua orang tuanya. Namun Maryam yang sedang “buta” akhirnya memilih untuk tidak lagi menghubungi anggota keluarganya. Keluarga Alam pun keberatan dengan kenyataan bahwa Maryam adalah seorang Ahmadiyah. Namun Ibunda Alam akhirnya mengizinkan dengan syarat Maryam meninggalkan kepercayaannya. Dengan seorang Wali Nikah akhirnya Maryam dinikahkan dengan Alam.

Kisah bahagia yang diharapkan ternyata tidak terjadi. Maryam tidak pernah sepenuhnya diterima di keluarga Alam. Belum lagi desakan untuk segera memiliki anak yang membuat Maryam tertekan. Ketika suatu ketika terucap perkataan dari Ibu Mertua Maryam bahwa ia tidak juga dikaruniai anak karena masa lalunya yang sesat. Di titik itu Maryam menyerah untuk berjuang, ia merasa Alam telah meninggalkannya sendiri. Maryam pun angkat kaki. Ia dan Alam akhirnya bercerai.

Dengan perasaan gundah Maryam kembali ke kampung halamannya. Apa yang ia temukan? Kenyataan bahwa keluarganya telah terusir dari rumahnya sendiri. Maryam dipenuhi rasa bersalah. Ia segera mencari keberadaan orang tuanya. Ketika mereka berkumpul dan Maryam mulai menyecap kebahagiaan, akankah sejarah terulang? Sampai kapan mereka akan terus terusir?

Dari review yang saya baca, banyak yang menganggap bahwa ceritanya kurang dalam membahas tentang penyebab terusirnya keluarga Maryam. Menurut saya pribadi bukan itu intinya. Buku ini memang tidak membahas tentang perbedaan keyakinan atau yang mana agama yang benar yang mana yang salah. Buku ini membahas tentang ketidakberdayaan kaum minoritas di hadapan kelompok yang lebih besar, lebih kuat dan mentasbihkan bahwa dirinya yang paling benar. Buku ini membahas tentang ketidakberdayaan Hukum Indonesia jika dihadapkan dengan praktek premanisme kelompok yang lebih kuat.

Janganlah Ahmadiyah, kerusuhan antar etnis di banyak daerah, kekerasan terhadap etnis tionghoa tahun 1998, bahkan ribut2 tidak perlu tentang konser Lady Gaga akhir2 ini adalah sebuah bukti nyata bahwa di negara kita tercinta ini hukum masih lemah jika dihadapkan dengan ancaman preman. Tepat adanya Okky Madasari tidak memasuki lahan debat kusir tentang yang mana yang paling benar. Yang disorotinya adalah tunduknya banyak pihak (termasuk aparat hukum dan pemerintahan) pada negativitas kelompok.

Dua jempol untuk pemilihan temanya. Jadi pengen baca bukunya Okky Madasari yang laen 🙂

Who we are to judge? It’s the negativities that we should eradicate.

Advertisements

11 thoughts on “Maryam By Okky Madasari

  1. aku punya buku ini dan belum dibaca, ak juga belum pernah baca buku OM satu pun, katanya tulisannya berbau sosial politik kan ya? gpp telat mb daripada tidak sama sekali, ak juga sering nunda2 bikin review ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s