Supernova – Partikel By Dee

Penerbit : Bentang Pustaka

Tebal : 486 Halaman

“Problemku terbesar adalah mempercayai spesies Homo Sapiens. Termasuk diriku sendiri. Padahal, manusia terlahir ke dunia dibungkus rasa percaya. Tak ada yang lebih tahu kita ketimbang plasenta. Tak ada rumah yang lebih aman dibanding rahim Ibu. Namun, di detik pertama kita meluncur keluar, perjudian hidup dimulai. Taruhanmu adalah rasa percayamu yang kau lego satu per satu demi sesuatu bernama cinta. Aku penjudi yang buruk. Aku tak tahu kapan harus berhenti dan menahan diri. Ketika cinta bersinar gemilang menyilaukan mata, kalang kabut aku serahkan semua yang kumiliki. Kepingan rasa percaya bertaburan di atas meja taruhanku. Dan aku pulang tak pernah membawa apa-apa.”

Kind of remind me of me.. 🙂 hehe.. Homo Sapiens memang spesies paling tidak bisa dipercaya.. Yang berujar seperti diatas adalah Zarah, tokoh utama kita. Cerita dimulai ketika Zarah kecil. Ia besar di pinggir Kota Bogor, dekat kampung yang bernama Batu Luhur, Ayahnya Firas adalah seorang dosen di IPB. Mereka adalah keluarga yang termasuk disegani di Batu Luhur karena Abah (kakek) dan Ayah Zarah yang sangat membantu dalam mengembangkan perekonomian masyarakat Batu Luhur.

Firas adalah orang yang sedikit nyentrik. Ia melarang Zarah untuk belajar di sekolah formal dan memilih untuk mengajar Zarah sendiri. Firas adalah orang yang sangat mencintai alam dan memiliki obsesi luar biasa pada spesies jamur. Lama kelamaan obsesinya mulai terlihat tidak sehat. Firas mulai terobsesi pada suatu hutan bernama Bukit Jambul di desa Batu Luhur. Hutan itu terkenal angker dan konon tidak bisa dan dilarang oleh warga untuk dimasuki manusia.

Firas mulai sering menghilang. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan mengandungnya Ibu Zarah. Anak ketiga setelah Zarah dan Hara. Perubahan Firas semakin kentara terlihat, semua orang memperhatikan. Warga Batu Luhur, Kakek Nenek Zarah, Ibu Zarah. Semua menghawatirkan Firas telah terseret kepada sesuatu yang bersifat “sesat”. Apalagi setelah diketahui Firas telah diberhentikan dari kegiatan mengajar karena terlalu sering melalaikan tugas.

Puncaknya terjadi ketika Ibu Zarah terpaksa melahirkan tanpa didampingi Firas. Bayi nya ternyata mengidap kelainan gen Harlequin Ichtyosis. Tidak ada yang mengerti tentang kelainan itu. Semua orang menyalahkan Firas yang telah melanggar “aturan desa”. Firas datang terlambat, tidak lama kemudian sang bayi menghembuskan nafas terakhir.

Zarah adalah anak Ayah. Walaupun tidak menempuh jalur sekolah formil, Ayahnya telah mengajarkan semuanya. Zarah menjadi jauh lebih cerdas dan pintar dari anak2 sebayanya. Buat Zarah, Ayah adalah dewa, dan dunia Zarah berotasi di sekitar sang dewa. Ketika suatu hari Ayahnya menghilang tanpa pesan, dunia Zarah terguncang. Dewa nya pergi entah kemana dan hanya meninggalkan jurnal2 yang serupa teka teki. Zarah merasa kehilangannya yang pertama.

Zarah menjadi anak aneh yang terasingkan. Pola pikir tidak biasa yang diajarkan Ayahnya menyebabkan Zarah banyak dihakimi dan salah dimengerti oleh masyarakat umum. Apalagi ketika akhirnya Zarah masuk sekolah. Ia di cap ateis, komunis, anak aneh penyembah alam yang pintar tapi tidak disukai.

Di umur 17 tahun seseorang mengirimkan kamera untuknya. Satu2nya orang yang pernah berjanji akan hal itu adalah Ayah. Namun barang tersebut dikirim tanpa nama. Zarah tidak bisa melacaknya.

Zarah akhirnya mempelajari fotografi. Suatu ketika hasil bidikannya, dengan cara yang tidak bisa dijelaskan, membawa Zarah memenangkan sebuah perlombaan yang berhadiah kunjungan ke tempat konservasi Orang Utan di daerah Tanjung Puting, Kalimantan. Darisana bola nasib bergulir. Zarah memperoleh keyakinan akan apa yang dicarinya dan memutuskan tidak pulang lagi ke Bogor. Ia memilih menjadi relawan di tempat konservasi orang utan. Di sana Zarah semakin jatuh cinta dengan keajaiban alam. Betapa manusia ini begitu kecil di tengah misteri alam semesta.

“Manusia perlu konfirmasi berulang dalam hubungan antar sesama, entah itu pasangan, sahabat, atau keluarga. Kita gemar menguji cinta. Orangutan tidak. Ikatan orangutan terjadi sekali dan bertahan selamanya.”

“Kita berbagi 97% gen yang sama dengan orangutan. Namun, sisa 3% itu telah menjadikan manusia pemusnah spesiesnya. Manusia menjadi predator nomor satu di planet ini karena segelintir saja gen berbeda.”

Zarah menjadi Ibu angkat untuk seorang bayi orangutan yang dinamai Sarah. Ketika jalan hidup akhirnya membawanya pergi dari tempat itu ke petualangan baru yang sebelumnya sama sekali tidak terpikirkan, Zarah akhirnya harus merasakan kehilangannya yang kedua. Berpisah dari “anaknya” Sarah.

“Akhirnya aku mengerti betapa rumitnya konstruksi batin manusia. Betapa sukarnya manusia meninggalkan bias, menarik batas antara masa lalu dan masa sekarang. Aku kini percaya, manusia dirancang untuk terluka.”

Hidup terus berjalan. Zarah mencicipi kebahagiaan untuk kemudian kehilangan lagi dengan cara yang paling menyakitkan. Setelah semua peristiwa yang membuatnya jatuh terpuruk, akhirnya Zarah memutuskan untuk kembali ke tujuan awal, mencari Ayah.

Cerita ini jauh beda dari tiga Supernova sebelumnya. Muatan filosofisnya tersembunyi dalam balutan fantasy yang kental dan sedikit quirky. Tapi saya suka, cita rasanya beda banget. Belum lagi endingnya yang bikin amit2 penasarannya. Terus gimana ini dong… Hehehe…

Oiya, ada sedikit misteri Etra yang terkuak di akhir cerita. Tapi setelahnya muncul berjuta pertanyaan akan apa yang akan terjadi selanjutnya.. Etra, Bodhi, Zarah.. Still no words from Diva though..

The Dee I like is back! Satu2nya alasan saya kasih bintang empat dan bukan lima adalah karena rasa penasaran yang menggila akan apa yang terjadi selanjutnya.

Teteh Dee please jangan membuat kami menunggu lama2 lagi. Hehehe…

“Menjadi kuat bukan berarti kamu tahu segalanya. Bukan berarti kamu tidak bisa hancur. Kekuatanmu ada pada kemampuanmu bangkit lagi ketika berkali-kali jatuh. Jangan pikirkan kamu akan sampai dimana dan kapan. Tidak ada yang tahu. Your strength is simply your will to go on.”

Advertisements

17 thoughts on “Supernova – Partikel By Dee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s