Supernova – Petir By Dee

Penerbit : Truedee Books

Tebal : 225 Halaman

“Maaf, siapa namanya tadi kak?

Elektra.

Elektra-jarang ada yang tahu alasan sebenarnya. Ayahku seorang tukang listrik, atau-eh-ahli elektronik, bernama Wijaya. Tertuliskan besar-besar di plang depan rumah kami dulu : Wijaya Elektronik – Servis dan Reparasi.

Kalau namaku Elektra dan ayahku tukang listrik, bisakah kalian tebak siapa nama kakakku? Watti. Ya, dengan dua t.”

Bwahaha.. Begitulah cara tokoh utama kita bernarasi, Elektra atau akrab dipanggil Etra.. Yang sebenarnya berharap nama kakakknya bukan Watti tapi Voltasia atau Sri Sekering supaya adil, hehe.. Etra yang enggan meninggalkan Bandung karena di kota2 lain yang pernah ia datangi dengan Ayahnya, Etra tidak pernah menemukan cilok (aci dicolok), jajanan khas Bandung yang sangat digemari Etra. That’s how quirky and amusing she is. Saking suksesnya neng Etra, di halaman sepuluh saja saya sudah dibuat tertawa terbahak-bahak.

Semenjak kecil,  Etra tinggal hanya bersama kakaknya yang Drama Queen dan Ayahnya yang hemat bicara. Salah satu persamaan Etra dan Ayahnya adalah mereka berdua pernah tersetrum listrik. Jika setelah peristiwa tersetrum Ayahnya seperti bersahabat dengan listrik (test pen pun akan menyala jika ditempelkan ke badan Ayahnya), maka Etra menjadi penyuka petir. Jika hujan petir datang Etra kecil akan berlari keluar dengan tidak menggubris derasnya guyuran hujan demi melihat kilat menyambar2 menyapa bumi. Kejadian itu membuat kakaknya ngeri dan akhirnya memutuskan untuk mengurung Etra di kamar jika hujan datang.

Tidak lama setelah lulus kuliah, Ayah Etra meninggal dunia karena penyakit jantung. Lalu Watti kakaknya menikah dan mengikuti suaminya pindah ke Tembaga Pura. Tanggungjawab untuk memelihara rumah bergaya belanda mereka (sejak dulu diberi nama Elanor) pun jatuh ke tangan Etra. Faktanya adalah walau tergolong besar, Elanor sama sekali tidak terawat dan dipenuhi oleh barang rongsokan.

Etra dewasa itu orangnya bagaimana ya.. Mmmmm.. Kalo kata orang sunda mah agak2 eweuh kahayang alias tampak seperti tidak ada keinginan. Tapi di sisi lain menyenangkan, polos dan lucu. Etra tidak juga memperoleh pekerjaan (atau tepatnya kurang usaha mencari kali ya) sampai2 Watti gemas dan entah karena tulus bermaksud baik atau iseng kebangetan sempat bermaksud menjodohkan Etra dengan teman suaminya. Tebak namanya ? Napoleon Bonaparte Hutajulu. Bayangkan sebuah undangan pernikahan  berwarna pink yang nama mempelainya Elektra Wijaya & Napoleon Bonaparte Hutajulu. Sampai di sini saya ketawa2 sampe pengen guling2.

Suatu hari datang sebuah amplop berisi undangan untuk menjadi asisten dosen di STIGAN. Apa singkatannya? Sekolah Tinggi Ilmu Gaib Nasional aja dong sodara2. Untuk bergabung Etra harus meninggalkan CV beserta aneka barang2 klenik yang dipersyaratkan di kuburan. Etra yang di suatu titik merasa terpojok, akhirnya dengan putus asanya mencoba memenuhi persyaratan tersebut, apalagi setelah kejadian secara tidak sengaja menyetrum Ni Asih, seorang dukun setempat. Mungkin dirinya memang pantas bergabung di sekolah gaib, pikir Etra.

Keputusan tersebut membawa Etra bertemu Ibu Sati. Sosok teduh keibuan yang berhasil memancing potensi terpendam yang ada dalam diri Etra.

“Ada sedetik mata kami berdua bertemu. Dalam waktu yang sedemikian singkat, aku merasakan banyak. Aku merasa akan bertemu dengannya lagi. Aku merasa hari ini sesuatu yang besar terjadi dalam hidupku. Sebuah perasaan halus serupa bisikan peri dalam mimpi, tapi aku mendengarnya. Jelas.”

Siapa sangka dari sosok yang benar-benar (merasa dirinya) ngga ada istimewa2 nya tersimpan sesuatu yang luar biasa. Etra lalu bertemu dengan Kewoy, Mpret, Mi’un dan Pak Yono yang menyaksikan seorang Etra bertransformasi ke Manusia Super Milenium dan menjadi keluarga tidak sedarahnya. Lengkapnya lebih seru kalo baca sendiri. Hehe.

Ya ampun saya suka banget buku ini. Dibuat ngekek2 sendiri sekaligus geleng2 kepala membaca culun dan polosnya neng Etra. Plus terdapat banyak kalimat bodoran Sunda yang bikin saya tambah seseurian (ketawa2.red) sampe pegel pipi. Buku ini sebenarnya tentang apa ya, ada pencarian diri, ada juga pencarian tujuan hidup dan mungkin yang lebih penting adalah tentang mengambil keputusan untuk percaya sama diri kita sendiri and actually do something.

Tokoh yang paling saya suka selain Elektra tentu saja Kewoy. Sosok Kewoy membuat setengah buku terakhir menjadi lebih seru dengan kelakuannya yang heboh. Sebenernya sih buku ini pantes dapet 5 bintang di goodreads, cuma karena akhirnya yang gantung dan bikin saya ngahuleng (berpikir semi ngelamun.red) apa maksudnya, dengan menyesal saya diskon jadi 4 bintang sajah mengingat lebih dari 5 taun saya menunggu Supernova berikutnya. Hihihi.

Lanjut baca Supernova Partikel sekarang.. Yuk mari..

“Setiap orang punya potensi dalam dirinya Elektra. Setiap orang sudah memilih peran uniknya masing-masing sebelum mereka terlahirkan ke dunia. Tapi, setiap orang dibuat lupa terlebih dahulu. Itulah rahasia besar hidup. Nah, alangkah indahnya kalau kita bisa mengingat pilihan kita secepat mungkin, lalu hidup bagai hujan. Turun, menguap, ada. Tanpa beban apa-apa.”

“Percayalah, setiap pertemuan memiliki maksud yang sempurna. Untuk kamu, saya ada. Dan untuk saya, kamu ada. Kita hadir untuk menyempurnakan satu sama lain.”

Advertisements

14 thoughts on “Supernova – Petir By Dee

  1. faraziyya says:

    wah! dari bandung (seperti etra) jg ya mb?
    ulasannya juga menyenangkan, terasa lucu. lebih membuat saya mengerti letak kelucuan petir, karena saya justru (saat membacanya) kurang menikmati. tidak seperti akar atau kpbj.

    salam kenal,
    ziyy 🙂

    • Hehehe.. Iya saya dari Bandung, mungkin karena itu juga saya sangat menikmati jokes2 bhs sunda di cerita Petir ini. Dan memang modelnya agak jauh dengan Ksatria Putri & Akar yang cenderung filosofis. Saya juga suka banget Ksatria Putri dan Akar, namun Petir ini seperti kejutan yang menyenangkan karena disampaikan secar humoris.

      Salam kenal juga 🙂

  2. Langsung baca Petir Nis? Sudah baca akar? Buku Dee selalu sukses membius pembacanya ya, tapi gini deh kalau terlalu hype banget jadinya malas, padahal pengen tahu soal Partikel. Ditunggu reviewnya ya.

    • Akar aku udah baca dulu bgt mi, tp terbitan barunya belum sempet beli. Yg akar aku paling ngga begitu paham, hehe. Ini lg baca partikel, so far dahiku masih berkerut 😉 hehe..

  3. Hi… aku juga sukaaa banget episode Petir ini. Temenku yg dulu ngasih rekomendasi buku ini ke aku. Katanya sosok Etra ini mirip aku? Apanya? Etra ini kan keturunan ya atau bukan ya? aku sering dikira WNI keturunan dengan mata belok en kulit coklat gini kayaknya ga masuk akal ya? Trus aku juga pernah mendalami seluk beluk penyembuhan dan tetek bengek meditasi kayak si Etra itu. Makanya pas baca, pengen banget ketemu sosok seperti Bu Sati, pengen belajar meditasi sampe melayang. Duh… ngga ding. Ngerii kalo beneran bisa hahaha

    • Etra ceritanya Tionghoa asli.. Tapi didikan Ayahnya bikin dia sama kakaknya Watti paling Indonesia diantara keluarga besar mereka. Wah sy juga sempet ngayal pengen punya kelebihan kyk Etra.. Tp jangan deng, nanti disalahgunakan, hehehe.. 😉

  4. wah, bagus juga
    aku pernah liat seh supernova di perpusda sby
    tapi blum tak pinjem sampe skrang
    ngeliat resensi dari mbk nisa jadi pingin baca deh
    hehehehe

  5. astridfelicialim says:

    ini buku supernova favoritku (partikel gak masuk itungan karna blom baca hehe), dan etra adalah karakter favoritku sepanjang masa dari bukunya dee =D bener2 lovable banget ya!!! dan setting bandungnya beneran bikin kangen rumah =p

      • Ermisendi_isky says:

        iya ,.. partikel rame banget .. suka bacanya ..
        bisa nangis n kagum tiba-tiba n dalam waktu yg sama

        salut sama karakter zahra yg punya prinsip banget

        slalu bertanya-tanya ada kejutan apa lagi di halaman berikutnya

        mantab buat Dee

  6. tiwi says:

    saya suka tapi gimana ya… keren nih buku. tapi emang saya yang perlu mikir bacanya. sayangnya buku yg saya baca di perpus banyak yang hilang halamannya x____x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s