Luka dan Api Kehidupan By Salman Rushdie

Penerbit : Serambi

Tebal : 294 Halaman

Alih Bahasa : Yuliani Liputo

Pertama-tama sodara-sodara, Luka ini adalah nama seorang anak laki-laki. Kedua, ternyata ceritanya masih nyambung sama Harun dan Samudera Dongeng yang udah lamaaaa banget saya punya dan baca. Buku Harun itu lumayan berkesan soalnya waktu itu genre fantasi belum booming kayak sekarang-sekarang. Dan kalo ditilik-tilik (dilihat secara teliti.red) Harun & Samudera Dongeng dan Luka & Api Kehidupan ini agak2 condong ke magic realism juga.

Luka ternyata adalah adik Harun yang terpisah lahir 18 tahun. Bersama orang tuanya Rashid Khalifa & Soraya, mereka tinggal di Kota Kahani, bagian dari sebuah negeri (ajaib) yang bernama Alif Bay. Ayahnya Luka berprofesi sebagai pendongeng. Luka telah familiar dengan petualangan kakaknya Harun di negeri dongeng, ketika Harun masih seumur Luka. Diam-diam luka merasa sedikit iri dengan petualangan Harun dan sangat mendambakan petualangannya sendiri.

Suatu waktu ketika Luka berumur dua belas tahun, rombongan sirkus datang ke Kahani. Rombongan sirkus yang bernama Great Rings of Fire tersebut sangat terkenal di seluruh pelosok negeri Alif Bay. Luka sangat ingin menyaksikan rombongan tersebut lewat, namun Ayahnya tidak berniat pergi. Luka baru mengatahui dari Ayahnya bahwa sekarang sirkus tersebut dipimpin oleh seorang Ringmaster bernama Kapten Aag yang sangat kejam terhadap seluruh binatang.

Esok harinya ketika pulang sekolah Luka melihat rombongan sirkus tersebut lewat. Seketika luka jatuh kasihan pada hewan-hewan yang tampak kurus, tak terawat dan menderita. Luka merasa marah, dan ketika Kapten Aag berada tepat di depannya Luka berteriak sekuatnya, “Semoga semua binatangmu berhenti mematuhi perintahmu dan cincin apimu melalap habis tenda jelekmu.”

“Dan dalam keheningan magis itu suara Luka melengking sejelas bunyi tembakan, kata-katanya membahana hingga memenuhi langit, dan mungkin bahkan menemukan jalan ke rumah Takdir yang tak terlihat, yang menurut beberapa orang menguasai seluruh dunia.”

Malam harinya kata-kata yang dilontarkan Luka menjadi kenyataan. Hewan-hewan sirkus memberontak, tenda sirkus terbakar. Keesokan paginya, seekor anjing dengan lencana di ikatan lehernya bertuliskan “Beruang” dan seekor beruang dengan lencana di ikatan lehernya bertuliskan “Anjing” muncul di pintu rumah Luka. Mereka adalah hewan sirkus yang telah melarikan diri dan entah bagaimana caranya menemukan jalan ke rumah Luka.

Di hari-hari berikutnya anjing dan beruang tersebut menjadi sahabat terbaik Luka. Satu bulan lebih satu hari setelah kedatangan kedua hewan tersebut, galaksi tiba-tiba menyala dengan terang di malam hari. Dan pada malam hari itu Rasyid Khalifa, pendongeng legendaris Kahani, jatuh tertidur dengan senyum di wajahnya, dan tidak bangun lagi keesokan paginya. Dia terus tertidur, tidak ada seorang pun yang bisa membangunkannya. Para dokter pun tidak mengetahui apa yang harus di lakukan.

Hari demi hari berlalu. Di suatu malam Luka berhasil mengetahui bahwa semua ini adalah ulah Kapten Aag yang mendendam. Kejadian-kejadian berikutnya memberikan petunjuk pada Luka bahwa ia harus berpetualang ke Negeri Dongeng, dengan ditemani kedua hewan kesayangannya. Untuk membuat Ayahnya bangun, Luka harus mencuri api kehidupan di negeri dongeng. And the journey begin..

Hhhmm.. Inget banget dulu bagaimana kisah Harun sangat berkesan buat saya. Bahkan saya lebih suka Harun dan Samudera Dongeng daripada Midnight’s Children dan Satanic Verses. Hehe. Tapi entah deh, mungkin karena sekarang sudah terlalu banyak cerita fantasi yang bagus, cerita Luka dan Api Kehidupan ini tampak average saja kadar serunya. Maybe I’ll be able to understand the english version of this book better than the translated one. Banyak kata yang tricky untuk diterjemahkan sepertinya. Hehe.

Advertisements

10 thoughts on “Luka dan Api Kehidupan By Salman Rushdie

  1. @alvina13 says:

    eh, itu anjing bernama beruang dan beruang bernama anjing dijelasin ga mbak, kenapa namanya dituker gitu ya? –“

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s