The Hunger Games By Suzanne Collins

Penerbit : Scholastic

Tebal : 454 Halaman

“Panem, the country that rose up out of the ashes of a place that was once called North America. A shining capitol ringed by thirteen districts, which brought  peace and prosperity to its citizens. Then came the dark days, the uprising of the districts against the capitol. Twelve were deveated, the thirteenth obliterated. “

Begitulah sejarah Panem, negara ex Amerika Utara yang kini menjadi tempat tinggal seorang anak perempuan berumur 16 tahun bernama Katniss Everdeen. Tepatnya, Katniss tinggal di District 12, tempat para penambang batu bara.

Untuk senantiasa memperingati sekaligus menghukum warganya atas peristiwa pemberontakan tersebut, para penguasa di Capitol menciptakan permainan yang disebut The Hunger Games. Setiap distrik harus mengikutsertakan sepasang anak perempuan dan laki-laki berumur antara 12-18 tahun. Ke 24 anak tersebut dikumpulkan di Capitol untuk menjadi peserta The Hunger Games.

Apa itu The Hunger Games? Para penguasa (yang teramat sangat sakit jiwa menurut saya) setiap tahunnya menciptakan area buatan tertutup yang sangat luas, dimana 24 anak tersebut akan ditempatkan disana untuk saling membunuh. Ya, saling membunuh sampai hanya tersisa satu anak sebagai pemenangnya. Gilanya lagi, seluruh pergerakan anak2 tersebut direkam layaknya reality show disiarkan di TV dan menjadi tontonan wajib seluruh warga. Dengan kata lain para orang tua dipaksa melihat anaknya membunuh atau dibunuh. How sick is that?

Back to Katniss. Si neneng tinggal bersama Ibunya dan seorang adik perempuan berumur 12 tahun yang bernama Prim. Ayah Katniss meninggal ketika Katniss berumur 11 tahun dalam suatu ledakan di tambang batu bara. Setelah Ayahnya meninggal, Ibu Katniss menderita depresi berat sehingga sama sekali tidak bisa merawat Katniss dan Prim. Untuk melindungi adiknya Katniss pun mengambil peran sebagai kepala keluarga. District 12 adalah daerah miskin dimana kebanyakan warga harus berjuang untuk bisa makan.

Katniss melakukan segala cara. Termasuk melakukan kegiatan ilegal seperti berburu hewan liar di luar batas district untuk kemudian dijual dagingnya. Melalui kegiatan perburuan tersebut Katniss bertemu dengan Gale yang dua tahun lebih tua darinya. Katniss dan Gale menjadi sahabat sekaligus partner berburu. Berkat kegiatan berburu itu pula Katniss menjadi pemanah yang handal.

Setiap anak dari seluruh 12 district ketika berumur 12 tahun akan secara otomatis didaftarkan menjadi peserta The Hunger Games. Siapa yang akan menjadi peserta dari setiap district akan ditentukan melalui mekanisme undian. Anak yang terdaftar akan mendapatkan jatah rutin makanan (sangat seadanya) untuk satu orang sepanjang tahun. Anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dapat mendaftarkan namanya lebih dari 1 kali (dengan probabilitas terpilih yang otomatis bertambah) untuk mendapatkan jatah makanan lebih bagi anggota keluarga lainnya.

Itulah yang dilakukan Katniss. Pada umur 12 ia mendaftarkan namanya empat kali. Di tahun-tahun berikutnya banyaknya nama yang dimasukan akan otomatis berlipat,  jadi diumur 16 Katniss terdaftar sebanyak 20 kali. Tahun ini untuk pertama kalinya juga adiknya Prim secara otomatis terdaftar. Katniss bertekad agar Prim jangan sampai harus mendaftarkan namanya lebih dari satu seperti yang telah Katniss lakukan.

Katniss adalah anak perempuan yang karena keadaan terbentuk menjadi pribadi yang dingin, keras, pragmatis dan sangat protektif terhadap keluarganya.

Saat pengundian perserta, setiap warga diwajibkan untuk menggunakan pakaian terbaiknya dan berkumpul di alun-alun. Saat kertas undi dibuka dan terbaca nama Prim Everdeen, tidak butuh waktu berpikir lama bagi Katniss untuk lari ke depan mimbar dan secara sukarela mendaftarkan diri untuk menggantikan adik tersayangnya. Penduduk district 12 tercenung, mereka telah mengenal Katniss dan Prim sepanjang hidupnya.

“Instead of acknowledging applause, I stand there unmoving while they take part in the boldest form of dissent they can manage. Silence. Which says we do not agree. We do not condone. All of this is wrong.

Then something unexpected happens. At least, I don’t expect it because I don’t think of District 12 as a place that care about me. But a shift has occurred since I stepped up to take Prim’s place, and now it seems I have become someone precious. At first one, then another, then almost every member of the crowd touches the three middle fingers of their left hand to their lips and holds it out to me. It is an old gesture of our district, occasionaly seen at funerals. It means thanks, it means admiration, it means goodbye to someone you love.”

Katniss berusaha keras menahan air matanya (I love her when she does this, bravo you strong girl, don’t ever let them see your tears). Satu lagi nama yang dibacakan jatuh pada Peeta Mellark, anak seorang pemilik toko roti yang di masa lalu pernah secara tidak terduga menolong Katniss ketika ia sedang kelaparan mencari makanan untuk ia dan keluarganya.

Katniss dan Peeta diberikan kesempatan untuk bertemu dengan orang2 terdekat mereka (untuk terakhir kalinya?) dan kemudian dibawa ke Ibukota Panem, Capitol yang penuh dengan cahaya, gedung2 tinggi dan kemewahan.

Katniss pun dipertemukan dengan orang2 yang nantinya akan berperan dalam posisinya dalam The Hunger Games, mentornya Haysmith dan Effie, penata gayanya Cinna, para gamemakers yang against all odds terkesan dengan “pemberontakan kecil” Katniss, Rue gadis kecil dari district 11 yang juga menjadi peserta Hunger Games. Katniss pun selanjutnya dikenal sebagai The Girl who was on Fire.

Aiiiiiyaaaa.. Gemes banget belum2 aja nonton filmnya, huuuuu.. Saya seneng banget sama karakternya Katniss. Contoh bagus buat anak2 muda jaman sekarang yang kebanyakan ngeliat tokoh cewe model Bella di Twilight (no hard feeling buat penggemar twilight ya). Katniss yang pragmatis, tenang, pejuang keras yang pantang menye2. Hehe. Tapi harus diakui when it comes to Peeta, Katniss sangat clueless sampe2 saya dibuat gemes, hehe. Tapi harus diakui itulah side effect yang mungkin muncul dari seseorang yang bersikap terlalu keras pada dirinya sendiri. Sisi lain yang berkaitan dengan urusan emosi bisa menjadi agak tumpul. Poor Peeta.. Hehe..

Apa yang terjadi dengan Katniss and Peeta? Iiiisshhh rugi banget kalo sampe belum baca buku ini. Baca deh! Young adult dystopian yang terseru yang pernah saya baca sampe sekarang.

“Only I keep wishing I could think of a way…to show the capitol they don’t own me. That I’m more than a piece in their games.”

Advertisements

14 thoughts on “The Hunger Games By Suzanne Collins

  1. Wah, belum nonton filmnya nih Mbak?
    Pasti penasaran deh. Aku aja abis selesai baca bukunya rasanya pengen langsung ngacir ke bioskop. Hahaha… Nggak mengecewakan deh, filmnya. T-O-P! 😉

  2. Aih…. penasaran berat gara-gara baca reviewnya si Mbak. Biasanya ngebaca reviewnya yang lain nggak segini penasarannya. Paling cuma “oh gitu…” tapi gara-gara review ini…. uuuuhhhh jadi penasaran banget…

    kata temen yang maniac movie, justru filmnya mengecewakan. Kurang semuanya. Kurang seru. Kurang berdarah. Kurang actionnya. Tapi nggak tau juga ya, namanya juga pendapat orang berbeda. Tapi sepanjang pengalaman saya, review dari dia memang menggambarkan seperti apa filmnya.

    • Aaaahh Putri bisa aja nih 🙂 hehe.. Seringnya sih film yang diangkat dari novel gitu put… Jarang banget film yang bisa nyamain bagusnya buku.. Tapi tetep penasaran pengen bandingin.. rrrrrr.. masih ada ga ya di bioskop? Hehehe.. Happy reading ya 🙂

  3. Mungkin karena genrenya YA kali ya, kayak bukunya, makanya nggak terlalu eksplisit adegan2nya. Tapi, temen2 ku yg pd blom baca bukunya sih suka banget sm movienya. Akhirnya mereka “terjerumus” untuk baca bukunya juga deh. Hehehee…

    Tapi, buat setiap orang beda-beda kali ya. Mbak Annisa harus buktiin sendiri nih kayaknya. Hohohoo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s