The Girl Who Kicked The Hornets’ Nest By Stieg Larsson

Penerbit : Quercus

Tebal : 743 Halaman

Dear God.. Sesunggunya lebih dari sekedar sarang lebah (hornets’s nest) yang terusik oleh sepak terjang Lisbeth Salander, our heroine di buku ketiga dari Millenium trilogi ini. Sangat senang di buku kedua dan buku ketiga ini Stieg Larsson memutar fokus cerita kepada Lisbeth.

“My name is Lisbeth Salander. I was born on 30 April 1978. My mother was Agneta Sofia Salander. She was seventeen when I was born. My father was a psychopath, a killer and wife beater whose name was Alexander Zalachenko. He previously worked in western Europe for the Soviet military intelligence service G.R.U…”

Itu adalah sepenggal paragraf yang Lisbeth tulis dalam autobiografi yang akan digunakan sebagai material pembelaan dalam sidang yang akan dia hadapi. Sidang ? Ya, terakhir kali kita bertemu Lisbeth ybs sedang berada dalam kondisi sekarat karena tertembak di kepala.

Lisbeth ditemukan oleh Mikael Blomkvist, seorang jurnalis dari majalah Millenium yang juga merupakan ex co workers/ ex lovers/ ex best friend nya Lisbeth. Di buku kedua diceritakan bahwa Lisbeth sedang menghindari Mikael karena menyadari kalo dirinya merasakan sesuatu yang seharusnya tidak dirasakan dan she’s simply couldn’t handle those kind of feeling so she avoid him instead.

Tapi dasar nasib bagaimanapun juga dihindari ternyata kehidupan mereka terus saling berkaitan sampai akhirnya Mikael berhasil menemukan Lisbeth, walau nyaris terlambat. Lisbeth lalu dilarikan ke rumah sakit dan secara luar biasa berhasil diselamatkan. Walaupun demikian Lisbeth tetap terkena dakwaan atas upaya pembunuhan.

Setelah itu kita akan digiring untuk menemui fakta demi fakta bahwa kehidupan Lisbeth memang sedari kecil sudah diacak-acak karena kepentingan suatu kelompok kecil di dalam Swedish Intelegent yang berusaha melindungi mantan agen Rusia yang telah diberi suaka oleh mereka dengan kompensasi informasi2 yang dibutuhkan oleh Swedia. Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Alexander Zalachenko, ayah dari Lisbeth Salander.

Lisbeth ternyata adalah korban dari konspirasi besar yang melibatkan suatu kelompok rahasia dalam badan intelegen Swedia. Dan pada kesempatan ini mereka sekali lagi berusaha untuk menjebloskan Lisbeth ke dalam rumah sakit jiwa, kali ini untuk selamanya. Beruntung Lisbeth memiliki beberapa pendukung setia yang betul2 mengetahui siapa dirinya yang berusaha keras untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Blomkovist beserta kru Millenium, Dragan Armanksky mantan bos nya di Milton sekuriti, Palmgren, Bublanski dan yang terpenting komunitas hackers dimana Lisbeth adalah salah satu anggota pentingnya. Bersama mereka membentuk kelompok The Knight of the Idiotic Table untuk satu tujuan bersama, membantu Lisbeth Salander selamat dari konspirasi jahat yang memojokkannya dan juga membongkar seluruh konspirasi tersebut.

Can they do it against all odds? Waaaa super duper rame deh. Buku ketiga ini sungguh penuh dengan konspirasi besar yang melibatkan tokoh-tokoh penting Swedia. Stieg Larsson betul-betul memperluas skala konfliknya. Walaupun edisi bhs inggrisnya ini lumayan tebel, 743 halaman, sama sekali ngga kerasa bacanya saking seru dan bikin penasarannya cerita di buku ini. Ini pun udah kepotong dua hari puasa baca gara2 audit mendadak.

Sedih ngga bisa membaca tentang Lisbeth Salander lagi (krn Stieg Larsson nya sudah almarhum). Lisbeth Salander bener-bener salah satu karakter buku favorit saya sepanjang masa. Jadi pengen nonton filmnya. Tapi tetep ah Daniel Craig to handsome to be Don Juan Mikael Blomkvist. Hehe.

Advertisements

14 thoughts on “The Girl Who Kicked The Hornets’ Nest By Stieg Larsson

  1. Wah! Wah! Wah! Pengen bacaa… >,<

    Aku jadi berpikir nih, jangan2 yg ditulis Stieg Larrson itu nyata? Dan dia jadi kehilangan nyawanya gara-gara itu…. #menerawang

  2. Aku uda nimbun buku ini tapi masih takut bacanya saking tebelnya buku ini. Masih coba baca bab pertama inheritance dulu sih… 😛

    Tapi seru bgt ya mba, bikin addictive pasti.

  3. Duh Lisbeth, sayang banget seri ini tidak jadi diterbitkan, dengar-dengar Stieg bahkan sudah menyiapkan buku dengan kembaran Lisbeth sebagai heroinenya loh Nis 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s