Perfect Chemistry By Simone Elkes

Penerbit : Terakota

Tebal : 448 Halaman

Alih Bahasa : Angelic Zaizai

Hhhhhmmm.. First of all, maaf2 buat para penggemar Perfect Chemistry karena review saya mungkin agak nyelekit. Kesimpulan setelah membaca 448 halaman buku ini adalah cerita young adult model begini definitely not my cup of tea. Cerita cinta klise banget antara dua remaja dengan dua dunia yang berbeda yang pada akhirnya, against all odds lives happly ever after. Such a cliche cinderella story.

Sang remaja perempuan bernama Britanny. Terlahir dengan penampilan lahiriah yang sempurna, badan model, wajah cantik, rambut pirang, mata biru dari sebuah keluarga yang berada. Brittany yang juga seorang kapten tim cheerleader mungkin merupakan sebuah spesimen sempurna dari “remaja perempuan impian” versi amerika.

Belum lagi Brittany berpacaran dengan salah satu cowo terganteng di sekolah yang juga kapten tim football. Mereka adalah pasangan sempurna. Tata surya akan meleset jika terjadi sesuatu pada mereka berdua.

Romeo dalam cerita ini adalah Alex Fuentes, remaja keturunan meksiko yang berasal dari keluarga imigran. Meskipun Alex adalah seorang anggota geng berbahaya yang menamai dirinya Red Blood. Namun mas Alex ini dikisahkan super duper tampan eksotis memiliki mata gelap yang tajam, rambut ikal hitam plus pintar.

Mereka berdua, Alex dan Britanny hidup di dua dunia yang sama sekali berbeda. Sampai suatu ketika mereka dipasangkan untuk mengerjakan suatu tugas kimia selama satu semester.

Perlahan-lahan kita akan mengetahui bahwa Britanny bukanlah barbie doll, hidupnya tidak sesempurna yang orang lain kira. Namun Britanny telah begitu terbiasa untuk bersandiwara bahwa segala sesuatu dalam hidupnya adalah sempurna.

Alex juga ternyata bukan sekedar cowo latino brengsek karena dia memiliki alasan mengapa harus bergabung dengan geng persaudaraan red blood. Masa lalunya yang kelam membuat ia mendidik dirinya menjadi keras pada dunia. Seperti juga Britanny, Alex menghabiskan sepanjang hidupnya untuk bersandiwara menjalani peran yang harus ia mainkan.

Little to say, selanjutnya mereka berdua dengan sedikit permusuhan dan ribut-ribut di awal cerita perlahan saling mengetahui kehidupan masing-masing dan saling bersimpati. Ternyata setiap orang memang pasti punya sesuatu yang dirahasiakan. Dan mereka berdua (karena faktor chemistry yang tepat) merasa tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain di hadapan satu sama lain.

Singkatnya jeng Britanny dan Mas Alex jatuh cinta. Belum lagi Collin yang semakin lama menjadi semakin “shallow” dan mendesak Britanny untuk melakukan sesuatu yang tidak inginkan. Putuslah Britanny dan Collin.

Apa lantas kisah Alex dan Brittany akan berlangsung mulus, tentu tidak. Berbagai rintangan dramatis sudah menghadang dan siap menghentikan mereka. Tapi pada akhirnya mereka hidup bahagia selamanya.

Weleh-weleh. Layaknya serial twilight yang memang mengandalkan hormon remaja. Buku ini pun saya rasa mengandalkan resep yang sama. Maaf-maaf tapi memang karakter tokohnya terasa palsu, tidak ada emosi yang digali dan ya itu, ceritanya terlalu klise. Hehe. It was OK but definitely not my cup of tea 🙂

Advertisements

14 thoughts on “Perfect Chemistry By Simone Elkes

  1. aku punya nih buku, beli karena tergerak gara2 review2nya banyak yang bernada positif, tapi pas punya review2nya semakin bernada negatif, jadi males bacanya 😛

  2. astridfelicialim says:

    wakakaka…ini modelan kisah cinta klise yang kayaknya kita udah ketuaan baca ya nis =p sekarang aku juga lebih suka cerita2 yg nggak pure happy ending. males euy kalo terlalu fairy tale, mending baca dongeng anak sekalian =p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s