Delirium By Lauren Oliver

Penerbit : Hodder

Tebal : 393 Halaman

“Amor deliria nervosa. The deadliest of all deadly things.”

Haha. Lucu deh. Kalo saya baca buku ini sekitar 4 bulan yang lalu mungkin saya akan dengan sukarela masuk ke dunianya Lena. Sang tokoh utama dalam buku ini. Di dunia Lena, Cinta adalah sebuah penyakit yang mereka namai Amor deliria nervosa. Haha.

Di usia yang ke 18 setiap warga negara diharuskan mengikuti suatu prosedur untuk menghilangkan bagian dari otak dan sistem saraf yang menyebabkan seorang manusia dapat merasakan cinta. Dengan kata lain mereka memutilasi bagian dari manusia yang bernama perasaan.

4 months ago I will consider this a briliant and woderful idea ;p logikanya nyambung banget dengan logika saya (di masa itu) yang menyamakan jatuh cinta dengan sakit jiwa (karena memang secara scientific hormon yang bekerja ketika kita jatuh cinta dan sakit jiwa itu sama).

Beginilah ciri-ciri dari penyakit Amor Deliria Nervosa :

PHASE ONE:

  • preoccupation; difficulty focusing
  • dry mouth
  • perspiration, sweaty palms
  • fits of dizziness and disorientation
  • reduced mental awareness; racing thoughts; impaired reasoning skills

PHASE TWO:

  • periods of euphoria; hysterical laughter and heightened energy
  • periods of despair; lethargy
  • changes in appetite; rapid weight loss or weight gain
  • fixation; loss of other interests
  • compromised reasoning skills; distortion of reality
  • disruption of sleep patterns; insomnia or constant fatigue
  • obsessive thoughts and actions
  • paranoia; insecurity

PHASE THREE (CRITICAL):

  • difficulty breathing
  • pain in the chest, throat or stomach
  • complete breakdown of rational faculties; erratic behavior; violent thoughts and fantasies; hallucinations and delusions

PHASE FOUR (FATAL):

  • emotional or physical paralysis (partial or total),
  • death

This is so amusing. Hehe. Orang-orang yang telah melewati prosedur digambarkan akan mengalami perubahan – perubahan seperti berikut :

“They seem peaceful now, mature and somehow remote, like they’re encased in a thin layer of ice.”

Kind’a remind me of my old self.

Magdalena Ella Halloway atau dipanggil Lena. Our heroine is. Pada awalnya karakter Lena digambarkan tidak terlalu istimewa dibandingkan teman dekatnya Hana yang tampak pemberani dan rebelious.  Diceritakan bahwa ayah Lena meninggal di suatu peperangan, meninggalkan ia, Ibunya dan kakak perempuannya Rachel.

Yang seharusnya terjadi dalam dunia Lena jika salah satu pasangan meninggal, yang lain meneruskan hidup dengan biasa-biasa saja karena toh perasaan mereka sudah dimatikan. Namun tidak demikian yang terjadi dengan Ibunda Lena. Tiga kali prosedur tidak juga menyembuhkan perasaan cinta dan kasih sayang dari dalam dirinya. Sampai akhirnya di malam ketika Ibundanya bunuh diri, pesan terakhirnya kepada Lena adalah,

 “I love you, remember that, they can not take it.”

Hubungan Ibu dan anak yang wajar adalah berjarak. Tidak wajar bagi seorang Ibu untuk menyanyikan lagu untuk anaknya dan bahkan seorang Ibu yang tertangkap basah tertawa-tawa dengan anaknya akan dilaporkan sebagai pemberontak dan bisa jadi ditahan

Mati karena cinta adalah suatu dosa besar dalam dunia itu. Karena peristiwa tersebut nama baik keluarga Lena sedikit ternoda, dan Lena berjuang keras untuk mengikuti segala aturan dan menelan bulat-bulat apa yang diperintahkan. Lena pada awalnya adalah orang yang seperti itu. Orang yang go with the flow. Mengikuti arus.

Sampai Lena akhirnya bertemu dengan apa yang namanya perasaan. Perasaan yang memang terkadang irasional dan tidak beralasan sama sekali. Lena bertemu dengan Cintanya. Lena bertemu dengan Alex.

Sedikit demi sedikit karakter Lena berkembang menjadi hidup. Lena sendiri sepertinya baru merasakan hidup. Perubahan itu tergambarkan dengan baik sehingga pada akhirnya kita akan mengagumi bagaimana kepribadian Lena berkembang.

“Everything looks beautiful. The book of Shhh says that deliria alters your perception, disables your ability to reason clearly, impairs you from making sound judgements. But it does not tell you this : that love will turn the whole world into something greater than itself.”

Will they survive against the odds?? Hmm saya jauh lebih menyukai buku ini daripada Before I Fall. Dari pada Matched yang juga bergenre Young Adult Dystopian pun saya lebih menyukai Delirium ini. Konfliknya lebih dalam dan terasa peralihan dari dunia remaja ke dunia dewasa yang penuh dengan konflik dan pilihan. Dan endingnya.. Ah endingnya.. Hidup memang tidak selalu indah ya..

Anyway, bravo to Lauren Oliver. I love the idea. I love the heroine. I love the bittersweet effect of the story.

“I run for I don’t know how long. Hours, maybe, or days. Alex told me to run. So I run. You have to understand. I am no one special. I am just a single girl. I am five feet two inches tall and I am in-between in every way. But I have a secret. You can build walls all the way to the sky and I will find a way to fly above them. You can try to pin me down with a hundred thousand arms, but I will find a way to resist. And there are many of us out there, more than you think. People who refuse to stop believing. People who refuse to come to earth. People who love in a world without walls, people who love into hate, into refusal, against hope,and without fear. I love you. Remember. They cannot take it.”

Advertisements

16 thoughts on “Delirium By Lauren Oliver

  1. Saya tuh gak suka novel yang bergenre romance.
    Tapi tuk novel satu ini lain deh.
    Endingnya itu bikin aku merinding, mbak.
    Betul kata, mbak, Hidup Memang Tak Selalu Indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s