Ibuku Adalah… By Jazim Naira Chandra, dkk

Penerbit : Leutika

Tebal : 119 Halaman

Terus terang saya beli buku ini karena tergoda sama judulnya. Ternyata isinya adalah antologi curhat dari 37 penulis tentang apa arti sosok seorang Ibu buat mereka. Ada yang menulis dalam bentuk puisi, ada yang menulis dalam bentuk prosa.

Betapa beruntungnya karena sebagian besar penulis yang kisahnya saya baca ini memiliki sosok Ibu yang sungguh luar biasa. Sebagian besar memandang Ibu sebagai sosok panutan hidup yang memang pantang menyerah dan ikhlas melakukan segala sesuatu untuk keluarga. Mereka menuliskan dengan gaya masing-masing tentang betapa luar biasanya sosok Ibu. Saya paham betul. I adore my Mother too..

Namun dari output tulisan pada beberapa bagian saya menjadi bosan karena rata-rata penulis menceritakan hal yang sama. Indah sih. Tapi tidak ada kisah yang berbeda. Atau saya saja yang terlalu banyak berharap ya. Hehe.

Begini pasalnya, tidak semua orang dianugrahi Yang Di Atas sosok seorang Ibu penuh cinta yang bagaikan malaikat. Para Ibu adalah manusia dengan berbagai macam sifat dan tingkah polah pula. Tidak ada kisah yang berbeda misal, anak yang Ibunya pergi meninggalkan keluarga, atau anak yang Ibunya bersifat ignorance , atau anak yang Ibunya memiliki kelainan jiwa, atau anak yang Ibunya bukan Ibu sebenarnya. Kondisi-kondisi tidak ideal tersebut betul-betul ada dan deep down inside saya penasaran bagaimana sang anak akan berpendapat tentang Ibunya.

Ya, para Ibu juga manusia loh. Tugas fitrah seorang anak untuk menyayangi Ibu yang telah mengantarkan sang anak ke dunia. Jika seseorang diberi suatu kondisi luar biasa, bagaimanakah dia akan bersikap atau memandang Ibunya? Hehe.. Terlalu banyak permintaan ya! Atau sebaiknya saya baca antologi curhat para Ibu tentang anak-anaknya aja ya ;p atau mungkin tulis aja buku sendiri, kok banyak protes, kekekek….

Anyway, yang paling ngena di hati saya mungkin tulisannya Endang Ssn. Bahasanya sederhana tetapi menyentuh. Berikut quote tulisan beliau :

Tak ada lautan cinta seabadi milik Ibu, betapapun kita sebagai anak berusaha mengingkarinya. Cintanya selalu hadir dalam bait-bait doa yang lamat dilantunkannya setiap waktu. Pada semua itu aku belajar bahwa cinta tak selamanya butuh balasan. Cinta tulus akan selalu menemukan arahnya sendiri, bahkan justru akan membawanya kembali pulang kala ia berusaha menjauh. Cinta yang menempati hakikatnya sebagai cinta, itulah yang selalu nyata pada cinta yang Ibu tawarkan.

Ada beberapa paragraf dari penulis lain yang membuat saya nyengir dan bergumam ini bener banget nih. Diantaranya tulisan Fauziah Harsyah berikut :

Hebatnya, Ibuku selalu tahu jika aku merasa kesepian, entah sinyal mana yang menyampaikan rasaku padanya hingga ia menelepon menanyakan keadaanku. Ternyata sinyal nurani Ibu lebih kuat daripada sinyal operator.

Atau tulisan semi ceplas ceplos nya Mieny Angel yang cukup berbeda dan menghibur karena memang tidak semua orang bisa ekspresif menggambarkan rasa kasih sayang :

Mak, mereka semua bilang sayang dan membanggakan Mamak masing-masing. Aku suka kalau Mamak tidak iri dengan mereka. Kalau Mamak iri aku yang susah, hehehe, pasalnya aku orang yang malu mengakui atau berucap ‘Aku sayang Mamak’. Bukan gengsi, tapi entah rasanya gimana gitu. Yang jelas Mamak itu di hatiku. Kalau tidak ada Mamak, maka tak hadir seorang aku.

Hayo, kalo anda ditugaskan untuk meneruskan kalimat “Ibuku adalah…….” Apa yang akan anda tulis?? 😀

Advertisements

12 thoughts on “Ibuku Adalah… By Jazim Naira Chandra, dkk

    • Iya sih mba. Aku juga memang begitu. Kita beruntung Alhamdulillah, tapi aku kenal seorang temenku yg dibesarkan oleh seorang Ibu angkat, dan dia mencintai keduanya. Ibu angkatnya yang menyayangi dirinya sepenuh hati yang walaupun tidak ada hubungan darah. Juga Ibu kandungnya yang walaupun dia ngga pernah ketemu, tapi dia menerima Ibu kandungnya apa adanya atas semua pilihan yang diambil Ibu kandungnya. Kisah kayak gitu sungguh luar biasa menurutku.

  1. Ibuku adalah… *mikir dengan amat sangat serius*

    “Hebatnya, Ibuku selalu tahu jika aku merasa kesepian, entah sinyal mana yang menyampaikan rasaku padanya hingga ia menelepon menanyakan keadaanku. Ternyata sinyal nurani Ibu lebih kuat daripada sinyal operator.”

    amat sangat mengena!!! soalnya pasti gitu… klo dah bawaannya pengen curhat pasti si mama langsung nelpon….

    • Aku juga lebih suka dengan pendekatan itu. Ibuku adalah sahabatku. Seperti semua orang, seperti aku dan kamu, Ibuku juga manusia yang punya kelebihan dan kekurangan. Despite all, aku menyayanginya with all my heart and soul apa adanya, dan Beliau juga seperti itu kepadaku. Mungkin satu-satunya manusia di dunia yang betul-betul bisa menerima kita apa adanya adalah sosok Ibu.

      Btw iya Leutika itu penerbit Indie.

  2. Reblogged this on aku dan bintang and commented:
    ibuku itu adalah wanita yang hebat, dia selalu terlihat tegar dan kuat sekalipun duka menerpanya, beliau adalah mahluk Tuhan yang pertama kali mengajarkanku apa itu hidup apa itu sabar apa itu tegar dan bahwa perempuan tidak boleh lemah, beliau yang mengajarkanku bagaimana berbagi cinta kepada anak-anak dengan caranya, begitu tulus begitu hangat, aku tak mampu mengatakan betapa aku menyayanginya, lidahku kelu, bergetar belum sempat mengucap hanya sesak, mungkin karena aku begitu menyayanginya, ya ini bukan gengsi, ini bukan gengsi, aku hanya tidak tahu bagaimana mengungkapkannya, aku hanya bisa berusaha menjadi anak yang baik dan berusaha untuk membuatnya bangga..

    • “mungkin karena aku begitu menyayanginya, ya ini bukan gengsi, ini bukan gengsi, aku hanya tidak tahu bagaimana mengungkapkannya, aku hanya bisa berusaha menjadi anak yang baik dan berusaha untuk membuatnya bangga..”

      Iya, aku juga sering merasa seperti itu. Hehe, lebih sering mengungkapkan dengan tindakan dari pada dengan kata-kata 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s