Sunset Bersama Rosie By Tere Liye

Penerbit : Mahaka Publisher

Tebal : 425 Halaman

Besok adalah pembacaan vonis bagi terdakwa pelaku pengeboman Jimbaran. Anak-anak harus datang. Mereka harus menyaksikan. Mereka harus tahu indahnya proses berdamai dengan masa lalu. Memaafkan siapapun yang pernah menyakiti kita. Memahami indahnya menerima, memaafkan, tapi tidak melupakan.”

5 dari 5 bintang untuk buku Sunset Bersama Rosie. Wow! Novel karya pengarang Indonesia pertama yang paling banyak membuat saya meneteskan air mata. Bahkan saat menutup halaman terakhir saya sampai menangis sesenggukan. Bukan karena sad ending, sama sekali bukan. Tapi karena ceritanya yang indah. Cerita yang indah hampir di setiap bab dan membuat saya bertanya-tanya sendiri tentang banyak hal.

Setelah buku ini sepertinya Tere Liye berhasil melesat ke tiga teratas pengarang Indonesia Favorit saya.

Tegar dan Rosie adalah teman semenjak kecil. Mereka tumbuh besar di daerah Gili Trawangan, Lombok. Keluarga Rosie adalah salah satu pemilik Resort yang ada di sana. Mereka berdua lalu kuliah di Bandung.

Di Bandung, Tegar bertemu dengan Nathan yang ternyata berasal dari Gili Meno, tidak jauh dari tempat Tegar dan Rosie tumbuh besar. Tegar kemudian mengenalkan Nathan kepada Rosie.

Tegar dan Rosie memiliki kebiasaan mendaki Gunung Rinjani bersama pada masa liburan kuliah. Dua bulan setelah Tegar mengenalkan Nathan kepada Rosie, Tegar mengajaknya untuk ikut serta mendaki Gunung Rinjani, sesaat sebelum wisuda. Rencananya Tegar akan menyatakan perasaan yang telah ia pendam selama dua puluh tahun kepada Rosie. Tegar mengajak Nathan agar situasi tidak berubah menjadi ganjil jika ternyata Rosie menolaknya.

Sesaat sebelum mencapai puncak Gunung Rinjani, Tegar menyuruh Nathan dan Rosie untuk naik duluan karena ia akan mengisi persediaan minum terlebih dahulu. Ketika Tegar akhirnya menyusul sampai ke puncak, ia menyaksikan Nathan dan Rosie sedang duduk bersama di sebuah batu besar menghadap ke arah Sunset. Nathan sedang menyatakan perasaannya pada Rosie. Dua puluh tahun Tegar setara dengan dua bulan Nathan.

Tidak sanggup menyaksikan lebih lanjut, Tegar tersuruk-suruk turun gunung sendirian. Semenjak saat itu Tegar menghilang dari kehidupan Nathan dan Rosie tanpa kabar sama sekali. Tegar hanya mendengar bahwa Nathan dan Rosie kemudian menikah. Tegar pindah ke Jakarta, diterima di perusahaan sekuritas, kemudian bekerja seperti orang kesetanan. Berusaha sekuat tenaga mengusir bayang-bayang Rosie.

Lima tahun kemudian Tegar telah menjadi pekerja yang sukses. Suatu ketika bel pintu apartemen Tegar berbunyi. Yang datang adalah Nathan, Rosie bersama dua anak perempuan mereka Anggrek dan Sakura. Dua anak itu memperlakukan Tegar seolah telah mengenalnya seumur hidup. Melihat kedua anak tersebut, Tegar akhirnya menemukan kedamaian. Tegar pun menjadi sahabat keluarga tersebut. Paman paling hebat dari anak-anak Nathan dan Rosie.

Delapan tahun kemudian Nathan dan Rosie telah memiliki empat orang anak perempuan. Anggrek, Sakura, Jasmine dan Lili. Nathan dan Rosie akan merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ketiga belas bersama anak-anak di suatu restoran di daerah Jimbaran, Bali. Keluarga itu ber tele confrence dengan Tegar yang ada di Jakarta. Mereka mengajak Tegar untuk turut serta menyaksikan Sunset Jimbaran melalui layar Laptop. Saat itu Tegar pun telah menemukan perempuan baik-baik bernama Sekar. Mereka akan bertunangan esok hari.

Lewat layar laptopnya Tegar mendengarkan anak-anak mengoceh. Lewat layar laptopnya juga Tegar menyaksikan secara langsung bom meledak di Jimbaran, tepat di restoran dimana keluarga Rosie berada.  Tanpa pikir panjang Tegar melesat ke Bandara, mencari pesawat tercepat ke Bali, tanpa ingat lagi bahwa esoknya ia seharusnya bertunangan.

Hanya dalam waktu tiga jam Tegar tiba di tempat kejadian. Hatinya teriris melihat kehancuran yang terjadi. Mendengar banyaknya korban yang jatuh. Di rumah sakit Tegar menemukan bahwa Nathan telah meninggal dunia, Rosie baik-baik saja namun tidak mau melepaskan tubuh Nathan yang sudah dingin. Anggrek, Jasmine dan Lili baik-baik saja, hanya Sakura yang terluka tangannya kirinya patah dan harus di gips, beberapa jarinya tidak akan bisa berfungsi seperti dulu.

Tegar kemudian mengurus pemakaman Nathan dan membawa Rosie beserta anak-anak kembali ke Gili Trawangan. Rosie bersikap seperti mayat hidup, hanya menatap kosong. Tegar mengambil tanggung jawab menghibur dan membesarkan hati anak-anak, juga mengurus resort. Rosie kemudian mencoba bunuh diri dan gagal. Beberapa hari kemudian Rosie tiba-tiba berteriak-teriak sendiri seperti orang kesurupan dan menyakiti siapa pun yang mendekatinya, termasuk anak-anak.

Rosie menderita depresi akut dan harus dirawat di sebuah shelter pemulihan jiwa di Bali. Satu tahun yang lalu mungkin saya akan menganggap reaksi Rosie berlebihan. Namun sekarang saya tau dengan pasti bahwa hal-hal semacam itu memang terjadi. Depresi akut membuat anda gila, depresi kronis membuat anda menjadi zombie.

Tegar lalu memutuskan mengurus anak-anak dan resort sementara Rosie dalam pengobatan, walau sebagai konsekuensinya Tegar harus menunda janji kehidupan yang sudah ia lontarkan pada Sekar. Perempuan sabar yang teramat mencintainya. Kisah selanjutnya harus dibaca sendiri. Yang jelas halaman demi halaman akan membuat kita mempertanyakan arti nasib, takdir, pilihan dan kesempatan.

Kalau saya yang menceritakan, jalan ceritanya mungkin terdengar biasa-biasa saja ya. Tapi cara Tere Liye menceritakan dalamnya perasaan dan betapa emosionalnya suatu peristiwa sungguh teramat sangat indah. Bravo! There were more than five times I actually weep reading this book. Akhirnya ada yang bisa menggambarkan perasaan cinta/kasih sayang dalam derajat yang lebih tinggi dari sekedar romantisme biasa.

Biasanya saya lebih menyukai kisah dengan ending yang biasa-biasa saja atau bahkan ending yang sedih karena lebih realistis untuk terjadi. Life isn’t a fairy tale. Tapi indahnya kisah jatuh bangun  tokoh-tokoh dalam buku ini, walaupun memang mungkin too good to be true, buat saya tetap seperti sebatang lilin dalam gelap. Masih adakah kesempatan itu?

Ada banyak cara menikmati sepotong kehidupan saat kalian sedang tertikam belati sedih. Salah-satunya dengan menerjemahkan banyak hal yang menghiasi dunia dengan cara tak lazim. Saat melihat gumpalan awan di angkasa. Saat menyimak wajah-wajah lelah pulang kerja. Saat menyimak tampias air yang membuat bekas di langit-langit kamar. Dengan pemahaman secara berbeda maka kalian akan merasakan sesuatu yang berbeda pula. Memberikan kebahagiaan yang utuh – yang jarang disadari – atas makna detik demi detik kehidupan.”

Advertisements

50 thoughts on “Sunset Bersama Rosie By Tere Liye

  1. alvina says:

    cerita tere-liye yang paling berkesan buat saya masihlah Hafalan Shalat Delisa, setelah itu membaca beberapa bukunya yang lain tapi masih tidak ada yang menyamai kesenduan saya membaca buku tersebut.

    Tapi saya belum membaca cerita ini, sepertinya novel yang ini bagus. Membaca review mbak Annis udah membuat saya merinding. Harus saya cari nih bukunya. jadi penasaran. 🙂

  2. akhir-akhir ini saya jg melihat tumpukan buku karangan tere liye ini di toko buku, penasaran dengan isi ceritanya, karena katanya bagus. dan kau baru tau tere liye ini adalah cowok

  3. iy setuju bangett 😀 kayaknya cerita yg biasa2 tpi ditulis sm Tere-Liye jdi kerasa bedaa 😀 buku Tere-Liye yang paling berkesan buat aku Sunset Bersama Rosie ini sm Ayahku (bukan) Pembohong 😀 tpi masi jauh mantap Sunset Bersama Rosie kisahny 😉

    • Betul. Aku malah memutuskan nda baca Ayahku (bukan) pembohong, terlalu banyak samanya sama film Big Fish. Hehe, yang rame satu lagi yang Bidadari Bidadari di Surga gt judulnya. Eh btw kalo di film in kayaknya bagus ya Sunset Bersama Rosie ini 🙂

  4. aaaggghhh… jadi penasaran pengen baca bukunya gara-gara ngebaca review-nya Mbak Annisa…. Masuk wishlist dah ni buku dengan satu pertanyaan ke diri sendiri “udah ada belumya di Gramedia Ternate???” *tepok jidat sendiri*

    • Iya, nama samaran penulis gt. Nama sebenernya kalo nda salah Darwis. Ayo dibaca, bukunya rata2 bagus. Yg paling bgs menurutku so far Sunset Bersama Rosie ini and Bidadari Bidadari di Surga.

  5. astridfelicialim says:

    aku belum pernah baca buku tere liye..itu nama beneran apa samaran sih nis? kayanya yg ini bagus ya bukunya…udah lama nggak baca buku yg bikin nangis =) *mockingjay nggak diitung* hehe

  6. Penasaran sama judul novel yg Mba kasih, ternyata ada resensinya
    Dan alhasil makin penasaran pengen baca, dr resensi aja uda kebayang bagaimana indahnya cerita yg digambarin Tere Liye 🙂

  7. Belum pernah baca satupun buku karangan Tere Liye, memang sih katanya bagus dan bikin mewek tetap ga tertarik, baca reviewmu baru tergerak pengen coba baca. Nice review, Nisaa tapi aku bacanya entar aja deh, baru juga heboh nangis baca Thousand Splendid Suns :p

  8. Untung belum baca review ini sebelum baca bukuny :p

    ini mah lebih dari 5 bintang meureun Cha,,

    sepertinya ini buku terbaik Tere Liye, (sampai saat ini), alurnya mengalir banget, ga berenti bacanya,, lumayan lah,, mengisi waktu perjalanan bandung-jakarta langsung beres.

    kesempatan,, itu mah selalu ada.. kan katanya 20 tahun lagi kita akan lebih menyesali untuk apa yang tidak kita kerjakan dibandingkan untuk apa yang kita kerjakan.

    • “kesempatan,, itu mah selalu ada.. kan katanya 20 tahun lagi kita akan lebih menyesali untuk apa yang tidak kita kerjakan dibandingkan untuk apa yang kita kerjakan”

      Yups, sekarang aku bisa bilang kalo aku sangat setuju dengan pernyataanmu 😀
      Iya buku ini keren yah, sepakan kalo ini so far buku terbaiknya Tere Liye.

  9. Wah, Tere Liye lagi. Belum lama ini saya habis baca ulasan buku Tere Liye di blog yang lain. Dia produktif sekali ya, menerbitkan novel. Banyak sekali buku2nya di toko buku. 🙂

  10. buku yang ini emang top markotop… salah satu pengarang indonesia yang bukunya harus saya baca….hehehhehe… kepincut sama tere liye lewat buku yang Rembulan Tenggelam Diwajahmu…n tambah jatuh cinta lagi lewat buku yang ini….soalnya udah lama iklannya tapi ga muncul2 bukunya….bikin gregetan… dan tenyata ga menegecewakan….

  11. Aku ini bukan tipe orang yang suka baca buku karangan orang Indonesia.
    Biasanya yang luar negeri.
    Tapi setelah baca resensi dari mbak annisa, aku jadi pingin baca deh.
    Pengorbanan Tegar dan pilihan hidupnya membuatku agak merinding.
    Selamat, mbak, berhasil membuatku penasaran ama buku ini.
    hehehehehehe
    Rekomendasi dari mbak annisa top markotop deh!!!!!! 😉

  12. bunga_haloho says:

    awalnya cuma tw hafalan sholat denisa.. eh pas ke gramed ada cowok sma bilang “mbak, sunset bersama rosie bgus loh” gak mikir 2x langsung aja beli.. 😀
    ternyata ceritanya mengharukan skli… anak” yg luar biasa hebat dan tegar kyk om,uncle,paman, dan papa tegar..

    🙂

  13. Nyesel deh ga beli buku ini di IBF 2012 kmrn. Padahal diskon 30%. Heuheuu…
    Aku setuju, Tere Liye memang pantas masuk ke dalam peringkat 3 besar penulis Indonesia berkualitas. Kalau mau lihat karya baru Bang Tere, bisa lihat ke blognya dia disini:
    http://darwisdarwis.multiply.com/

    Dia lagi nulis karya baru, judulnya Bumi. Kalau sejauh ini aku paling suka “Bidadari-bidadari Surga”. Haduh, itu cerita bikin saya menangis sesenggukan meraung-raung…. Huhuhuhu… #lebay

  14. Ulya Rohima Amma says:

    makasih rekomendasinya mbak anisa.. kebetulan banget lagi nyari2 buku tere-liye (lagi dan ini yg ke 4),tp kali ini via online biar dapet tanda tangannya bang tere-liye.Bener2 sukses memantapkan hatiku buat beli sunset bersama rosie.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s