Before I Fall By Lauren Oliver

Penerbit :Hodder

Tebal : 339 Halaman

It amazes me how easy it is for things to change, how easy it is to start off down the same road you always take and wind up somewhere new. Just one false step, one pause, one detour, and you end up with new friends or a bad reputation or a boyfriend or a breakup. It’s never occurred to me before; I’ve never been able to see it. And it makes me feel, weirdly, like maybe all of these different possibilities exist at the same time, like each moment we live has a thousand other moments layered underneath it that look different.

Samantha Kingston harus mengulang2 hari kematiannya untuk pada akhirnya menemukan apa yang benar untuk dilakukan. Agak gemesin memang, but hey, everybody deserve a second chance right?

Samantha and the gang, Lindsay, Ally dan Elody adalah geng anak-anak paling populer di sekolah mereka yang notabene memberikan mereka hak untuk melakukan apa saja, membully siapa saja yang mereka tidak sukai dan melakukan hal-hal terlarang lainnya and they get to got away with it.

Hari itu adalah Cupid Day dimana setiap murid boleh saling mengirimkan bunga mawar via messenger yang memakai kostum cupid. Murid yang mendapatkan mawar terbanyak tentu saja menasbihkan posisinya sebagai murid paling populer.

Samantha bangun sedikit terlambat, ia dijemput ke sekolah oleh Lindsay untuk kemudian bergabung dengan Ally dan Elody. Mereka memulai hari seperti biasa, seakan-akan mereka akan hidup selamanya.

Di hari itu Sam menjalani hari yang standar, menyontek ketika kuis, flirting dengan guru matematika, mengabaikan teman masa kecilnya Kent yang mengirimkannya mawar, bertemu dengan gengnya ketika makan siang plus pacarnya Rob_cowo kecengan sejuta umat di sekolah, membully Juliet Sykes_cewe yang mereka juluki psycho di jam istirahat, bolos jam pelajaran untuk makan yoghurt bersama Lindsay. Standar.

Setelah jam sekolah selesai mereka pergi ke rumah Ally. Pada malam itu, Kent ternyata akan mengadakan pesta di rumahnya dan tentu saja mereka harus bersiap-siap. Setibanya di tempat Kent ternyata telah cukup banyak teman2 mereka yang datang, keempat gadis itu segera berpencar untuk mencari pasangan masing dan “sibuk sendiri”.

Ketika akhirnya mereka berempat berkumpul lagi, mereka dikejutkan dengan kedatangan Juliet Skykes. Tanpa tendeng aling-aling Juliet mendatangi Lindsay dan mengatakan sesuatu yang telah lama ingin ia katakan “You’re a bitch!!”. Tidak mau kehilangan muka, Lindsay membalasnya dengan berkata “I rather be a bitch than a psycho!” lalu Lindsay mengomando teman-temannya untuk berteriak Psycho berulang-ulang sambil mendorong tubuh Juliet kesana kemari, mereka juga bergantian menumpahkan minuman di tubuh Juliet dan ditutup dengan Sam yang mendorongnya sekuat tenaga ke sebuah lemari buku sebelum akhirnya Juliet keluar dari rumah tersebut. Sam merasa sedikit bersalah namun mengabaikannya.

Mereka pulang dari pesta bersama-sama. Lindsay yang menyetir. Di suatu tikungan tiba-tiba mereka melihat cahaya yang terang, mobil terbalik, dan di saat itu kenangan2 aneh menghampiri Sam di momen kematiannya.

Alarm berbunyi. Sam terbangun dengan penuh keringat. Ia terbangun di hari kemarin. Cupid day, hari dimana Sam menemui akhir. How come?

Needless to say that this book is all about making amends. Pada awalnya saya merasa sangat kesal dengan Sam, i don’t like her at all. Namun di hari-hari berikutnya Sam mendapatkan pencerahan dan menyadari bahwa things could be different. Setiap langkah adalah pilihan dan dapat berujung pada sesuatu yang sama sekali berbeda. Sam mencoba membuat perbedaan, dan saya jatuh kasihan setiap kali ia harus mengulang kematian. Lalu apakah Sam akan mendapatkan kesempatan kedua? Itukah mengapa ia bangun di hari kematiannya berulang2? Banyak twist yang membuat buku ini cukup menarik dan harus dibaca sendiri.

Namun bagaimanapun saya berharap tidak banyak anak remaja sekarang yang harus mati berulang-ulang hanyak untuk menyadari apa yang benar untuk dilakukan dan apa yang tidak. Hehehe.

I guess that’s what saying good-bye is always like–like jumping off an edge. The worst part is making the choice to do it. Once you’re in the air, there’s nothing you can do but let go.

I think of all the thousands of billions of steps and missteps and chances and coincidences that have brought me here. Brought you here, and it feels like the biggest miracle in the world.

Advertisements

20 thoughts on “Before I Fall By Lauren Oliver

  1. mirip film Groundhog Day ya… kalo di film ini reporter TV yang sombong banget yang harus ngalami hari yang sama berulang2. selalu diawali dengan dia terbangun dipagi hari oleh laporan cuaca di radio…

  2. aku sukaaa buku ini mba.. aku suka gimana Sam berusaha untuk membuat harinya berbeda dengan melakukan hal yang berbeda pula. Meskipun ternyata hasil akhirnya sama aja. Hal lain yang bikin aku tertarik adalah tema buku ttg bullying. 😀

  3. Review Annisa selalu bikin breathless. Baguuus! Sama, awalnya aku juga bt sama Sam, terlebih lagi teman-temannya bitchy abis gitu :p

    Endingnya sweet dan siapa sangka masa remaja memang masa yang berat dan labil ya, makanyaaku suka banget baca buku YA yang tokohnya remaja bermasalah :p

    Quotenya juga bagus-bagus, baru tahu ada flm 12 :01,kapan-kapan cari ah!

    • Hehehe.. Makasi mia.. Iya aku baru mau merambah young adult nih, jadi penasaran sama adam nya If I Stay sama Where She Went gara2 postinganmu dan ana 🙂
      Iya buku ini endingnya sweet.. Rasa penerimaan itu memang bikin lega..

  4. Aaaw… tema “hidup berulang-ulang” yg pernah aku baca baru Replay nih. Itu aja uda bagus.. apalagi ini ya~ secara genre remaja pasti lebih crunchy.. 🙂

  5. astrid says:

    Wah waaahhh pengen baca buku ini deh niss =D dr dulu ngincer tp kok belom kesampean. Replay aku punya tuh di timbunan, baca itu aja dl kali ya? hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s