Nguping Jakarta

Penerbit : B First

Tebal : 215 Halaman

Ya ampun buku ini sukses membuat saya ketawa cekikikan ala kunti sendiri tengah malem. Hehehe. Jadi, buku ini isinya adalah potongan-potongan pembicaraan yang absurd dari penghuni Ibukotajakartarayamegapolitan yang ngga sengaja didengar orang lain dan dilaporkan kepada makelar, si kuping kiri dan si kuping kanan.

Awalnya mereka menulis isi pembicaraan2 tersebut dalam situs ngupingjakarta.blogspot.com sebelum akhirnya diterbitkan dalam format buku seperti sekarang. Blog ini suka saya buka di  kantor kalo lagi suntuk dan biasanya sukses ngebuat saya ketawa cekakakan sendiri di ruangan.

Potongan-potongan pembicaraan dikelompokkan ke dalam enam bagian : Cerahnya dunia pendidikan kita, Saat kecepatan suara lebih tinggi dari kecepatan pikiran, Gagap (ngomong) teknologi, Tepuk jidat berjamaah, Cerita keluarga tanpa rencana dan Diantara Kantor, klien dan tenggat.

Pokoknya buku ini cocok banget buat yang lagi ingin menghibur diri dan ngga keberatan dilirikin orang-orang gara-gara ketawa-ketawa sendiri wkwkwk.

Berikut beberapa contoh isi pembicaraan absurd tersebut :

Cerahnya dunia pendidikan kita

Awas Kalo Dia Sampai Bersin-bersin Kedinginan

Mahasiwa : Woi, mana flashdisk lo, mau presentasi nih… (…) Mana tutupnya? Nanti kena virus loh!”

Fakultas ilmu komputer di Depok, di dengar oleh dosen yang kehilangan harapan.

Saat Kecepatan Suara Lebih Tinggi daripada Kecepatan Pikiran

Yang Pasti Ponsel Gak Bakalan Low Batt

Cewek : “Grup yang kemarin ke Pulau Seribu itu memang beda kelas sama kita. Kalo mereka, kan, golongan genset, jadi maunya semua serbanyaman dan enak.”

Warung bakso di Jakarta, didengar oleh semua teman yang langsung memesan solar supaya dibilang elit.

Gagap (Ngomong) Teknologi

Sekarang Semua Bisa Di-Google

Wartawan : “Lalu, apa yang membuat Mbak yakin mencalonkan diri?”

Artis : “Gue memang nol di politik, tapi gue baca buku dan internet, kok.”

Didengar oleh pemirsa televisi yang langsung berniat Golput seumur hidupnya.

Tepuk Jidat Berjamaah

Memang Lebih Pintar Dari Pemiliknya

Pramugari “Pak, tolong HP nya dimatikan.”

Penumpang : “Mbak, gak tahu ya? Ini bukan HP, ini BlackBerry.”

Didengar penumpang lain yang ingin mengunci si penumpang dalam bagasi.

Cerita Keluarga Tanpa Rencana

Dan Jangan Belajar, Nyontek Aja.

Sepupu : “Kamu suka pelajaran Fisika, gak?”

Anak : “Gak suka, abis bosenin. Kalo lagi bosen, biasanya aku tidur di kelas.”

Ayah : “oh, masih mending. Dulu waktu Ayah sekolah, kalo lagi bosen, Ayah bolos aja.”

Didengar oleh Ibu yang memutuskan untuk menjauhkan si anak dari ayahnya.. setidaknya sampe si anak lulus kuliah.

Di Antara Kantor, Klien, dan Tenggat

Lain Kali Ajak Nonton Film 2012

Marcomm Manager : “Eh, nonton Fantastic Four yang baru, yuk, ntar malem?”

Project Manager : “Aduh mau banget. Tapi gue belum nonton yang 1 sampai 3 nih, takutnya ngga ngerti.”

Di sebuah ruangan kantor bank asing di Jakarta, didengarkan oleh tetangga-tetangga kubikelnya sambil cekikikan.

Advertisements

8 thoughts on “Nguping Jakarta

  1. astridfelicialim says:

    wakakaka, lucu ya nis bukunyaa…pas banget kalo lagi suntuk baca yg berat2 dan lagi stress dikantor or rumah =D yg fantastic four sukses bikin aku nyengir2 sendiri nih skrg, hehe

  2. hari ini dua kali aku baca ripiu tentang buku ini, udah punya sih, tapi belum dibaca sih, baru baca yang kutipan di bagian sampul, dan sukses ketawa dengan “stasiun gelambir”

    • annisaanggiana says:

      Hehe, aku juga ngekek waktu baca stasiun gelambir itu, hehe. kalo mau baca siap2 dilirikin orang gara2 ketawa2 sendiri 😀 hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s