Supernova, Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh By Dee

Penerbit : Trudee Pustaka Sejati

Tebal : 251 Halaman

Dulu, pertama kali saya baca buku ini, saya pinjem dari Taman Bacaan Hendra yang ada di jalan Cihapit, Bandung. Ngga ada sebulan yang lalu saya liat terbitan barunya di Togamas, covernya keren dan langsung disamber.

Saya baca ulang buku ini karena kangen pada sosok si bintang jatuh. Kepribadiannya membekas. Diva si bintang jatuh. Pertama kali baca buku ini, bahasan tentang chaos dan order, teori waktu dan teori-teori fisika quantum lainnya yang dikemukakan oleh Dee melalui dua tokoh utamanya Ruben dan Dhimas masih terlalu mengawang-ngawang buat saya.

Sekarang saya lebih bisa menerima kerumitan tersebut dan menangkap apa yang sebenarnya ingin dipertanyakan. Eksistensi manusia, eksistensi alam, pencarian tujuan hidup manusia.

Berkisah tentang sepasang gay, Ruben dan Dhimas yang bertekad untuk membuat suatu cerita masterpiece dalam rangka ulang tahun hari jadi mereka yang kesepuluh. Mereka menamai kisah yang akan mereka buat Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh.Cerita di dalam cerita, unik memang idenya.

Selanjutnya narasi berpindah antara Ruben & Dhimas, sang ksatria, sang putri dan tentu saja sang bintang jatuh. Sang ksatria, Ferre, jatuh cinta pada putri yang salah, Rana, seorang wanita yang sudah menikah. Ferre bertetangga dengan Diva sang bintang jatuh. Pertarungan antara hati dan logika, moral dan egoisme pun dimulai.

Banyak twist dalam plot cerita buku ini. Dan untungnya kisah cinta yang dikisahkan tidak berkembang menjadi kisah klise yang menjual mimpi.

Saya setengah berharap bahwa setelah pertemanan yang hangat terbentuk antara Ferre dan Diva hubungan mereka akan berkembang. Namun saya sangat suka bagaimana Dee tidak menyederhanakan endingnya seperti itu. Kehidupan dan realitas memang jauh lebih kompleks dari itu.

Kisah ini memiliki banyak benang merah dengan filosofi yang saya baca dalam buku-buku Jostein Gaarder. Eksistensi manusia, eksistensi alam, pencarian tujuan hidup manusia.

Semakin kesini tulisan Dee semakin membumi dan lebih dekat ke hati. Terasa benar setelah membaca buku Supernova yang ketiga, Petir, dengan tokohnya Elektra yang fenomenal. Sangat suka bagaimana Dee menyelipkan humor dalam kisah Elektra. Namun demikian, buku ini merupakan batu pertama dari karya-karya Dee berikutnya.

β€œBerhentilah merasa hampa. Berhentilah minta tolong untuk dilengkapi. Berhentilah berteriak-teriak ke sesuatu di luar sana. Berhentilah bersikap seperti ikan di dalam kolam yang malah mencari-cari air. Tidak ada seorang pun mampu melengkapi apa yang sudah utuh.”

Advertisements

12 thoughts on “Supernova, Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh By Dee

  1. udah dari dulu buku trilogi supernova jd wish list tp agak susah nyarinya, punya ebooknya pun emoh nyentuh #loh. cetak ulang lagi ya mb? coba cari di toga mas deh kalo ada rejeki, hihihi

    • annisaanggiana says:

      Iya dicetak ulang lagi lis.. Aku juga nemunya di Togamas, yang paling rame itu Supernova yang ketiga, petir. Seru dan banyak bikin ketawa sendiri !!

    • annisaanggiana says:

      Iya aku juga paling suka elektra, kemaren beli terbitan barunya di togamas, ntar baca ulang ah *padahal tumpukan buku yang belum dibaca masih numpuk* πŸ™‚ πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s