2 By Donny Dhirgantoro

Penerbit : Grasindo

Tebal : 418 Halaman

Mungkin semuanya menjadi berbeda saat kamu melangkah dan menginjak tanah tempat kamu berdiri, mungkin kadang manusia harus kembali menjejakkan kakinya diatas tanah tempat ia berdiri sekadar untuk menghitung jejak dan langkah kakinya, sejauh mana ia telah berjalan dengan langkahnya. Sejauh mana masa lalu ada untuknya, sejauh mana ia akan meninggalkan masa lalunya untuk melangkah maju, melangkah lebih cepat lagi dalam hidupnya? Setiap manusia akan menjalani takdir baiknya, setiap manusia akan selalu mempunyai kekuatan untuk bangkit kembali setelah ia jatuh. Tetapi pertanyaannya, seberapa cepat ia bangkit lagi dari jatuhnya? Seberapa cepat ia melangkah lagi.. Ia pasti bangkit, tetapi seberapa cepat ia bangkit??

Kalimat Gusni ketika mempertanyakan dirinya dalam buku ini sangat mewakili pertanyaan yang terngiang-ngiang di telinga saya beberapa bulan terakhir ini. Hmmm.

Anyway.. Sudah lama banget nih saya menunggu buku barunya Donny Dhirgantoro setelah 5 cm. Saya cukup suka dengan 5 cm namun menurut pendapat saya “2” ini lebih keren. Pertama karena ceritanyanya unik tapi idenya sederhana, Donny Dhirgantoro meramunya secara pas sehingga beberapa bagian yang di kehidupan nyata mungkin too good to be true tergambar secara wajar dan “ngga sinetron”. Kedua karena cara penggambarannya yang komikal tetapi dibeberapa bagian puitis juga sehingga sama sekali ngga bikin bosen. Kadang kita dibuat tertawa, kadang kita dibuat berkaca-kaca dan bahkan di beberapa bagian membakar semangat.

Jangan coba-coba bekerja keras tapi tanpa impian, tanpa impian yang membakar diri dan benak kamu setiap hari, berkeringat, lelah, tapi tanpa makna.. Melangkah tapi tanpa tujuan, bangun di pagi hari menyesali apa yang kamu lakukan. Bekerja keras tanpa impian, buat saya kamu hanyalah pembual nomor satu bagi dunia.”

*Jleb, Jleb, Jleb*

Bercerita tentang anak perempuan kedua dari sebuah keluarga kecil yang bahagia. Anak perempuan itu bernama Gusni. Gusni terlahir dengan berat badan 6 kg, Gusni terlahir besar. Papa dan Mana Gusni telah mengetahui alasan mengapa Gusni terlahir begitu besar, namun mereka memutuskan untuk memberitahunya kelak, ketika Gusni telah cukup dewasa.

Maka Gusni menerima kekurangan sebagai kelebihannya secara alami. Gusni tumbuh menjadi anak periang yang suka sekali dengan onde-onde ^_^. Sewaktu kelas 6 SD, Gusni menemui “lawan yang setimpal”, seorang anak laki-laki bernama Harry yang juga berbadan besar namun memiliki senyum yang hangat. Akibat pertemuan pertama mereka yang melibatkan Onde-onde dan Choki-Choki (Saya juga suka banget snack ini waktu zaman SD!!) , maka mereka saling memanggil Gusni-Gusni dan Harry-Harry dan menjadi sahabat yang sangat baik.

Saat terjadi kerusuhan pada tahun 1998, Warung Bakmi Nusantara milik keluarga Harry ikut terbakar. Harry dan keluarganya terpaksa pindah.  Harry dan Gusni pun terpisah tanpa saling memberi kabar lagi.

Gusni memutuskan untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang pemain bulutangkis. Sesuatu yang bisa dianggap mustahil untuk seorang remaja seberat 125 kg. Kakaknya Gita, telah terlebih dahulu menjadi atlet bulutangkis nasional. Ketika berumur 17 tahun, nasib mempertemukan kembali Gusni dan Harry. Gusni pun merasakan manisnya cinta pertama. Namun tidak lama kemudian Gusni akhirnya mengetahui mengapa semenjak lahir beratnya tidak pernah turun dan selalu beranjak naik dan apa konsekuensi yang harus dihadapinya kelak.

Gusni tentu saja merasa sangat kaget dan sedih. Namun ia akhirnya memutuskan untuk bangki dan melawan. Bangkit dan melawan takdir yang harus ia hadapi dengan mengejar cita-citanya. Menjadi seorang pemain bulutangkis.

Mungkin untuk pembaca lain kisah utama dari cerita ini adalah tentang bulutangkis Indonesia. Namun buat saya cerita ini adalah cerita Gusni yang super pemberani dalam menjalani hidupnya. Dan satu lagi yang saya sangat suka dari buku ini adalah relasi yang terbentuk antara anggota keluarga Gusni.

Pandangan Papa Gusni atas Mama Gusni

Mama, yang seperti kebanyakan perempuan Indonesia, ada ketabahan dan kekuatan di raut wajah mama. Ketabahan dan kekuatan yang sampai saat ini tidak pernah hilang dalam pandangan Papa. Tabah dan kuat, bukan pasrah, bukan pula lemah.

Atau ketika berulang kali Mama Gusni membangkitkan semangatnya ketika Gusni diejek oleh anak-anak lain.

Gus, ingat kamu perempuan, kalau kamu mau nangis, nangis saja.. Tapi kamu harus punya alasan kuat untuk itu, banyak perempuan yang menangis untuk sesuatu yang sia-sia, kamu perempuan Gus, kalau kamu mau nangis, nangis aja.. Tapi menangislah untuk sesuatu yang baik, bukan sesuatu yang sia-sia..

Pokoknya buku ini Top Markotop deh. Sangat saya rekomendasikan untuk dibaca. Buku yang bisa menggambarkan harapan dan membangkitkan semangat pembacanya.

Jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia karena Tuhan sedikitpun tidak pernah!

Advertisements

4 thoughts on “2 By Donny Dhirgantoro

  1. Ada hubungan nggak mb sama buku pertamanya? Judulnya agak mirip, berhubungan dg angka hehehe. Aku nggak selesai baca buku pertamanya, sudah mau selesai bosan setengah mati kemudian menskip deh, lupa arti dari 5 cm itu apa sih mb? kalau arti 2 biar saya temukan sendiri jawabannya hehehe

    • annisaanggiana says:

      Nda ada hubungannya sama bukunya yang pertama de. Kalo aku nda salah inget 5 cm itu maknanya kalo kita punya cita-cita/mimpi, cita-cita/mimpi itu sebaiknya senantiasa kita letakkan dekat dengan kita, kiasannya 5 cm dari kepala (apa dahi ya?) supaya kita selalu giat mengejarnya.
      Kalo yang “2” ini maknanya baca sendiri aja ya… Hehehe.. Over all aku lebih suka yang ini daripada 5 cm.

  2. di luar joke-nya yang kadang berlebihan, buku ini ok. setelah selesai baca buku ini, beberapa kali aku bolak-balik.. eh.. koq malah jadi terharu ya? 😀

    • annisaanggiana says:

      Hehehe.. emang banyak kalimat yang bikin terharu fer.. Iya siy joke2 di 50 halaman depan memang agak lebay, tapi it’s fine with me 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s