Untung Surapati By Yudhi Herwibowo

Penerbit : Metamind

Tebal : 648 Halaman

Menurut saya seharusnya diterbitkan lebih banyak buku dengan genre historical fiction Indonesia seperti Untung Surapati ini. Terbayang begitu banyak riset yang haru dilakukan sang penulis sebelum merampungkan buku ini.

Melenceng sedikit dari review buku, sewaktu masa-masa sekolah terus terang mata pelajaran sejarah bukan merupakan favorit saya. Mungkin karena penekanan titik berat sejarah yang salah, dimana yang wajib diingat kala itu adalah tanggal/tahun suatu peristiwa dan deretan nama tokoh yang tidak ada habisnya. Bukan pada kenapa dan bagaimana suatu rangkaian sejarah itu bisa terjadi. Jatuhnya pelajaran sejarah menjadi hafalan yang membosankan. Padahal terdapat segudang lesson learned sebelum suatu peristiwa penting terjadi.

Back to the book. Secara garis besar buku ini menggambarkan perjalanan hidup Untung Surapati dari masa kecilnya hingga beliau wafat. Buku dibagi menjadi tiga bagian berdasar pada tempat dimana Untung Surapati berkiprah. Ketiga bagian tersebut adalah Batavia, Kartasura dan Pasuruan.

Bagian pertama, Batavia, menceritakan tentang Untung kecil yang kala itu adalah seorang budak. Untung bersama Pande temannya dihadiahkan pada seorang pedagang Belanda sukses bernama Minjheer Moor. Minjheer Moor mempunyai seorang anak perempuan kecil bernama Suzanne. Untung, Pande dan Suzanne segera menjadi teman baik.

Minjheer Moor memperlakukan Untung dan Pande dengan sangat baik. Suatu hari Pande berkeras untuk kabur untuk memperbaiki nasibnya. Pande mengajak Untung untuk ikut serta namun Untung memilih untuk tinggal. Semenjak itu hanya ada Untung dan Suzanne.

Suatu hari Untung menyaksikan seorang pendekar berjalan di atas air. Pendekar tersebut bernama Ki Tembang Jara Driya. Atas seizin Minjheer Moor, Untung berguru pada Ki Tembang.

Tahun demi tahun berlalu Untung telah menjadi seorang pemuda yang tangguh. Tanpa disadari tumbuh “perasaan lebih” antara Untung dan Suzanne. Minjheer Moor murka ketika mengetahui hubungan tersebut. Untung segera dipenjarakan dan disiksa. Minjheer Moor bermaksud untuk menghukum mati Untung, namun di malam sebelum eksekusi tersebut dijalankan, Suzanne menyelamatkan Untung dengan menyelundupkan kunci dari seluruh ruangan penjara.

Untung kemudian memimpin semua narapidana yang ada di penjara untuk kabur. Mereka kemudian melarikan diri ke hutan. Untung lalu memutuskan untuk kembali ke tempat Minjheer Moor untuk membawa kabur Suzanne. Sepasang manusia itu lalu pergi ke tempat Ki Tembang Jara Driya untuk meminta dinikahkan.

Ki Tembang memenuhi permintaan tersebut, namun akhirnya beliau menasihati Untung bahwa membawa serta Suzanne bukan merupakan pilihan yang bijak. Ki Tembang menasihati Untung untuk tidak bertindak egois dan  melepaskan Suzanne. Untung menuruti nasihat Ki Tembang dan kembali ke hutan tempat pelarian.

Ternyata narapidana yang lain masih ada disana menunggu Untung. Mereka meminta Untung untuk memimpin. Semenjak saat itulah Untung menjadi pimpinan kaum pemberontak yang senantiasa melakukan perlawanan terhadap pihak Belanda. Bagian satu diakhiri dengan pertempuran pasukan Untung dengan pihak Belanda di tepi Sungai Cikalong dalam rangka membantu Pangeran Purbaya. Setelah pertempuran tersebut Untung memutuskan untuk membawa pasukannya ke daerah Kartasura.

Dalam perjalanan menuju Kartasura atas jasanya membantu Kesultanan Cirebon. Untung diberi gelar Surapati oleh Sultan Cirebon. Semenjak itulah Untung dikenal dengan nama Untung Surapati.

Perjalanan Untung Surapati terus berlanjut, pengikutnya pun semakin banyak. Pasukan Untung menjadi “pasukan bergerak” yang disegani dan diburu oleh pihak Belanda. Halaman demi halaman kita akan diberikan gambaran mengenai situasi politik di zaman tersebut. Selalu ada orang-orang yang berani melawan dan lebih banyak lagi orang bermuka dua yang hanya ingin mempertahankan kekuasaannya sendiri.

Peperangan, kematian dan penghianatan mewarnai perjalanan Untung Surapati. Untung yang tadinya hanya seorang budak, berhasil bertransformasi menjadi sosok yang ditakuti pihak Belanda. Dalam beberapa titik memang Untung sempat meragukan dirinya sendiri, Untung juga sempat berada dalam posisi dilematis untuk memilih apakah akan mendampingi keluarganya dan hidup tenang ataukah terus berjuang. Penggambaran yang sangat manusiawi dan menambah nilai plus pada karakter tokoh Untung. Siapa sih manusia yang tidak pernah meragukan dirinya sendiri?

Walaupun sebagaimana tertulis dalam sejarah bahwa pada akhirnya pemberontakan Untung Surapati berhasil dipadamkan pihak Belanda. Namun kisah ini berhasil memperbesar rasa hormat kita pada tokoh-tokoh stand out Indonesia di masa lalu yang tidak pernah berhenti melawan, tidak pernah tunduk.

Sepertinya kisah seperti ini bagus untuk difilmkan. Asal jatuhnya jangan seperti trilogi film Merah Putih yang absurd itu. Wkwkwkw.

Dan banyak yang dapat diresapi. Karena sampai detik ini kita masih dibayangi oleh penjajahan terselubung. Right now our biggest enemy is ourself. Seperti kita saksikan di kehidupan sehari-hari, pemberitaan tentang kondisi Indonesia saat ini seperti sebuah parodi yang memuakkan. Semuanya tidak masuk logika dan absurd. Tidak ada sama sekali tokoh yang bisa diteladani.

Fight dan struggle kita mungkin jauh berbeda dari tokoh-tokoh di masa lampau. Namun seharusnya nilai yang kita pegang tetap sama. Integritas dan kekuatan hati untuk tidak tunduk pada godaan uang dan kekuasaan.

Advertisements

24 thoughts on “Untung Surapati By Yudhi Herwibowo

  1. berkat buku ini, setidaknya pemahaman dan pengetahuan kita akaan pahlawan nasional bernama Untung Surapati bertambanh ya…

    kerens nih reviewnya 🙂

    • annisaanggiana says:

      Bener, kalo aja buku2 kayak gini udah ada waktu jaman aku sekolah. Pelajaran sejarah lebih asik kayaknya 🙂

  2. Wiiih keren reviewnya! Saya memang suka sejarah apalagi menghafal tanggal2 kejadian dulu tapi parahnya skrg lupa semua, bisa jd krn apa yg Annisa bilang bukan perjuangannya yg ditekankan melainkan kapan dan di mana. Mudah-mudahan anak SD skrg belajar sejarahnya sudah beda tdk seperti kita dulu. Eh atau malah lbh parah ya? ;p

    • annisaanggiana says:

      Wkwkwkwk.. Kalo aku paling males menghapal tanggal dan peristiwa, ingatan lemah 😉 iya mudah-mudahan para pendidik jaman sekarang sudah lebih maju 🙂 terimakasih dah mampir mi..

  3. separuh awal agak membosankan, tp separuh akhir banyak adegan perang dan pertempuran ya…suka pas pertempuran di Kraton Kartasura …AMUKKKK hahaha great writing mbak

    • annisaanggiana says:

      Hahaha, aku juga seneng banget tuh waktu mereka treak AMUUKKK !! serasa ikut bersemangat gitu !! Iya memang separuh awal agak susah buat dilewatin. Thanks Dion!!

    • annisaanggiana says:

      Ha?? Hehehe.. Jadi udah pernah ditinggal toh buku ini? dasar, hehe.. Kebeneran ya jadi PR BBI jadi mesti diberesin 🙂

  4. Bener Nis, coba pelajaran sejarah kita disuruh baca buku2 hisfic kayak gini ya, pasti banyak yg suka pelajaran sejarah deh. Kalo cuma disuruh ngapalin tanggal/tahun aja ya jd gak menarik..

    • annisaanggiana says:

      Aku juga de!! *toss* waktu sekolah males banget belajar sejarah karena ya itu, yang dipentingin tanggal dan nama. Padahal kalo kenapa dan bagaimana aku tertarik banget deh belajar sejarah 🙂

  5. astridfelicialim says:

    aku seneng deh nis jadi tau buku2 gini gara2 BBI =D dulu aku pun nggak suka sejarah, kecuali sekali pas diajar sama salah satu guru yang keren banget cara ngajarnya. cobaaaa aja dari dulu banyak buku kayak gini ya =)

    • annisaanggiana says:

      Tengkyu. Fakta sejarahnya aku nda tau pasti. Tapi dikemukakan di buku ini indikasi kalo Untung Surapati adalah anak salah satu raja bali yang hilang waktu terjadi eksodus.

  6. setuju banget kalo metode pembelajaran sejarah di sini itu tidak tepat guna. hehe..
    gmn mau jadi bangsa yg menghargai jasa pahlawannya,apalagi tau identitas bangsanya kalo gara2 metode pembelajaran sejarah jadi males mengenal sejarah bangsa sendiri..
    reviewnya top! 😀

    • annisaanggiana says:

      Tengkyu nov. Iya menurutku siy sejarah itu yang penting “why” nya. Kalo nda ya kita nda pernah belajar 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s