Guardian Of The Gate By Michelle Zink

Penerbit : Little Brown Books

Tebal : 352 Halaman

Dibanding buku kedua ini, Prophecy Of The Sisters tampak seperti prolog yang terlalu panjang. Yes, I like the second sequel better. Di buku ini setidaknya beberapa hal mulai menjadi jelas dan konflik dan suspense nya lebih greget. Walau sepertinya cerita akan memuncak di buku ketiga.

Kilas balik sedikit, Lia dan Alice Milthrope adalah kedua saudara kembar yang diramalkan akan berperan dalam kembalinya atau musnahnya sang iblis Samael. Satu berperan sebagai Gate satu berperan sebagai Guardian. Gate adalah pintu masuk dari para Lost Soul dan Samael sedangkan Guardian adalah penjaga kedamaian yang sebisa mungkin harus menjaga saudari kembarnya sang Gate.

Jika proses kelahiran Lia dan Alice alami maka Alice lah yang akan menjadi Gate dan Lia menjadi Guardian. Namun karena proses kelahiran Lia dan Alice yang tidak normal (caesar dimana Lia dikeluarkan duluan), maka Alice lah yang menjadi Guardian dan Lia menjadi Gate. Alice tidak menerima perannya dan memilih memihak sang iblis. Ternyata Lia bukan hanya sekedar Gate, melainkan The Angel, the chosen one yang bisa menjadi gerbang untuk kebangkitan Samael. Konon kelahiran The Angel ini telah ditunggu selama berabad-abad oleh Samael dan para pengikutnya.

Terakhir kali di Prophecy Of The Sisters kita meninggalkan Lia Milthrope yang sedang menuju ke London bersama Sonia Sorensen, salah satu kunci dari empat yang diramalkan. Setelah tiba di London Lia melatih kekuatannya dengan bimbingan Sonia. Di sisi lain Lia pun merasa kekuatan Alice semakin kuat dan menjadi gentar karenanya. Lia tau dia harus segera pergi ke Altus, negeri para Sisters yang ada di dunia lain untuk dibimbing bibi Abigail dalam mencari halaman-halaman yang hilang dari Book Of Chaos. Dengan halaman yang hilang itu, Lia berharap dapat mengetahui cara mengakhiri ramalan tersebut.

Suatu waktu tanpa diduga-duga Edmund (pelayan setia keluarga Milthrope), Luisa (teman Lia sekaligus salah satu kunci) dan Bibi Virginia tiba di London. Lia sangat senang dengan kedatangan mereka bertiga. Bibi Virginia membawa berita bahwa dirinya tidak bisa lagi menjaga Alice karena Alice telah menolak perannya sebagai Guardian dan menjadi semakin kuat dan menakutkan. Alice bahkan mengabaikan aturan-aturan dunia lain yang dibuat oleh kaum Grigori (semacam aparat hukum di dunia lain).

Bibi Virginia juga memberitau bahwa Lia harus segera berangkat menuju Altus dengan dikawal oleh Edmund. Lia seharusnya melaksanakan perjalanan ini sendiri namun Sonia dan Luisa berkeras untuk ikut, akhirnya perjalanan menuju Altus dilaksanakan berempat Lia, Edmund Sonia dan Luisa.

Dalam perjalanan menuju Altus Lia mengetahui dari Edmund bahwa ternyata Ayahnya adalah seorang Grigori dan James, kekasih yang ia tinggalkan sekarang dekat dengan Alice. Semakin dekat dengan Altus yang berlokasi di dunia lain, perjalanan mereka pun menjadi semakin berbahaya. Suatu saat mereka harus melarikan diri karena dikejar oleh anjing neraka / hell hounds. Saat dalam keadaan terpojok mereka diselamatkan oleh seorang Pria bernama Dimitri. Lia pernah bertemu dengannya di suatu acara makan malam dan sangat heran mengapa bisa bertemu dengan Dimitri di tengah hutan menuju Altus. Ternyata Dimitri dan Edmund sudah saling mengenal, Dimitri adalah anggota Grigori yang bertugas untuk mengawasi perjalanan Lia.

Lia dan Dimitri merasa saling tertarik dan selanjutnya menjadi bumbu romance dalam isi cerita yang malas saya ceritakan ^_^ karena mengingatkan saya pada romance yang terbentuk pada serial twilight. Di perjalanan menuju Altus pula Lia mengetahui bahwa salah satu dari temannya telah dirasuki oleh para Jiwa Tersesat dan berhianat.

Setelah petualangan selesai, pada akhirnya Lia menyadari bahwa perkataan Alice benar. Pada akhirnya salah satu dari mereka akan mati dalam mengakhiri ramalan yang membuat dua saudara tersebut menjadi musuh. Dan untuk mengakhiri ramalan tersebut Lia membutuhkan Alice.

Begitulah. Menurut saya buku kedua ini jauh lebih seru daripada buku pertamanya. Petualangannya lebih menegangkan dan sepertinya akan semakin seru di buku ketiga. Di buku kedua ini Lia menjadi sosok yang terlalu naif menurut saya. Cerita ini berkembang menjadi ramuan fantasi antara Lord of the Ring, Harry Potter dan Twilight Series. Fine with me!

Buku kedua ini juga belum menceritakan banyak tentang Alice. Alice tetap menjadi saudari jahat yang semakin menakutkan. Ntah kenapa saya ingin lebih memahami Alice. Mudah-mudahan di buku ketiga, Circle of Fire diceritakan lebih banyak. Tapi ternyata buku ketiganya baru terbit Agustus 2011 jadi harus bersabar ^_^

Advertisements

14 thoughts on “Guardian Of The Gate By Michelle Zink

  1. Aku ngeskip beberapa paragrap..takut dapat spoiler. hehehe…Tapi beneran seneng kalau ternyata buku ini lebih seru dibanding buku keduanya. Apalagi ternyata Alice makin bikin penasaran. Ga sabar nunggu terbitan Matahati kelar..

    • annisaanggiana says:

      Hahaha.. Susah ngereview buku berseri tanpa spoiler.. Mudah2an diriku nda membocorkan terlalu banyak ;).. Iya buku kedua ini lebih seru dan banyak konfliknya!! Aku juga menunggu buku ketiganya yang release agustus ini..

  2. Wah wah sepertinya memang lebih seru ya karena konflik yang ditonjolkan lebih banyak, satu yang aku sayangkan dari serial ini entah kenapa sepertinya karakter Lia kurang greget gitu loh, Alice seakan-akan jahaat banget padahal jrg muncul, jadi kurang imbang, mau tak mau saya malah lebih pengen tahu nasib Alice ketimbang Lia. Nice review Nisa! πŸ™‚

    • annisaanggiana says:

      Iya bener mi, Lia ini walau jadi tokoh utama tapi tampak terlalu tidak berdaya dan naif, hehe.. Kerenan Alice, walaupun jarang diceritain tapi kerasa nyereminnya πŸ˜‰

  3. Ihhh kalian pd gak sabar nunggu terjemahannya yahhh hihihi..
    yaaa kalo udh menjurus twilight kok aku agak males ya =p
    tapi masih seru utk diikutin kan nis? nggak secorny twilight? (maklum, twihater nih huahaha)

    • annisaanggiana says:

      Hahahaha… Ngga separah twilight si trid.. ceritanya juga makin kesini makin bikin penasaran.. Lg di sale loh di periplus, hehehe *racunin astrid* ;p

  4. walah..kalo ngga banyak mengungkap karakternya lia ataupun alice jadinya kemana dong..sayang plotnya ngga seimbang sama karakterisasinya berarti,tp kalo gitu sepertinya trilogi ini wajib dibaca deh πŸ˜€

    • annisaanggiana says:

      Iya plot nya memang makin rame tapi karakterisasinya kurang, Tapi buku 2 ini lebih rame dibanding buku 1 nya nov!

  5. rara says:

    Beli bukunya dimana? Aku udah ngubek ngubekbseluruh toko buku di bandung mulai dari gramedia, gunung agung, togamas, rumah buku, sampe palasari tapi gak ada. Cuma ada buku 1nya doang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s