Neverwhere By Neil Gaiman

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal : 440 Halaman

Alih Bahasa : Dona Widjajanto

Neverwhere cukup mengobati kekangenan saya pada karya-karya Neil Gaiman walaupun tidak semantap Good Omens dan The Graveyard Book.  Satu lagi pembuktian bahwa Neil Gaiman piawai sekali membuat aneka jenis alternate world. Hehe.

Buku dibuka dengan peta stasiun bawah tanah yang ada di London. Cukup membuat penasaran. Lalu kita diperkenalkan pada tokoh utama dari cerita ini yaitu Richard Mayhew. Richard Mayhew adalah seorang average bachelor. Kerja di perusahaan yang cukup baik, punya kehidupan normal, punya tunangan bersama Jessica.

Suatu hari saat Richard dan Jessica sedang menuju restoran untuk makan malam mereka menemukan seorang gadis berpakaian mirip gelandangan berbaring karena terluka di trotoar jalan. Richard segera menolong gadis tersebut, dia sendiri tidak mengerti apa yang membuatnya melakukannya (itu namanya nurani Mas Richard) walaupun Jessica mengancam akan memutuskan pertunangan mereka jika Richard tetap menolong gadis gelandangan tersebut.

Richard bermaksud untuk membawa gadis tersebut, yang kemudian diketahuinya bernama Door (kependekan dari Dooren) ke rumah sakit. Namun Door menolak dan meminta dibawa ke tempat yang aman. Akhirnya Richard membawa Door ke apartemennya dan mengobatinya disana.

Ketika pagi hari Door terbangun dirinya menemukan bahwa dia berada di London Atas. London atas??. Ternyata selain kehidupan hiruk-pikuk di permukaan kota London, ada sebentuk peradaban lain yang berkembang di gorong-gorong kota London. London Bawah, mereka menyebutnya. Dan ternyata memang banyak gorong-gorong di bahwa kota London. Baik untuk gorong-gorong saluran air maupun stasiun bawah tanah.

Orang-orang yang tinggal di London Bawah tidak eksis dan tidak relevan bagi orang-orang London Atas. Jika orang London Bawah berkeliaran di London Atas maka orang-orang London atas tidak akan memperhatikan keberadaan mereka dan tidak sadar bahwa mereka ada disana. Dan sesorang tidak bisa eksis di kedua dunia sekaligus, jika orang London Atas berinteraksi dan pergi ke dunia orang London Bawah maka eksistensi mereka akan hilang dari London Atas.

Itulah yang terjadi pada Richard, setelah sadar Door meminta pertolongan kepada Richard untuk mencari seseorang bernama Marquis de Carabas untuk melindunginya. Untuk mencari Marquis, Richard secara tidak sadar masuk dan bersinggungan dengan dunia London Bawah. Setelah berhasil mempertemukan Door dan Marquis mereka berdua hilang begitu saja dari pandangan Richard.

Alangkah terkejutnya ketika keesokan harinya Richard mendapati bahwa keberadaan dirinya “hilang” dari dunia. Orang-orang tidak ada yang sadar bahwa dirinya ada, taksi-taksi tidak menanggapi panggilannya, meja kerjanya kosong, Jessica melupakannya dan apartemennya sudah disewakan ke orang lain. Richard tidak lagi eksis di London Atas.

Richard segera teringat pada ekspresi bersalah Door ketika mereka berpisah dan memutuskan untuk mencarinya untuk meminta pertanggungjawaban. Di sebuah stasiun bawah tanah Richard menemukan seseorang yang menyadari keberadaannya, ternyata orang tersebut adalah penduduk London Bawah. Richard lalu diantar ke komunitas Rat Speaker dan disitulah petualangannya di dunia London Bawah dimulai karena ternyata setelah bertemu Door, Richard menemukan bahwa dirinya berada di situasi dimana ia harus menolong Door memecahkan misteri pembunuhan keluarganya dengan dibayangi oleh dua pembunuh bayaran, Mr.Croup dan Mr.Vandemar.

Saya membayangkan bagaimana Neil Gaiman memandangi nama-nama stasiun kereta bahwa tanah London yang memang unik dan mendapatkan ide untuk membuat cerita dari nama-nama tersebut. Simsalabim maka dia pun membuat seorang Earl eksis di stasiun Earl’s Court, begitu pula dengan Angel Islington dan Hammersmith. Imajinasi dan kreatifitas yang luar biasa.

Tokoh favorit saya adalah Mr.Croup dan Mr. Vandemar, pembunuh bayaran yang amat sangat menikmati proses menyakiti mahluk hidup. Karakternya mantap menakutkannya but yet funny. Berikut adalah potongan pembicaraan Mr.Croup & Mr.Vandermar dengan pihak yang menyewa mereka:

Sir. Bolehkan saya dengan segala hormat mengingatkan Anda bahwa Mr.Vandemar dan saya sendiri yang membakar kota Troya. Kami membawa wabah hitam ke Flanders. Kami sudah membunuh lusinan raja, lima paus, lima puluh pahlawan dan dua dewa terakreditasi. Tugas kami sebelum ini adalah menyiksa sampai mati seluruh isi biara di Tuscany abad enam belas. Kami sangat profesional.

Menggelitik kan? Hehe. And i’m happy with the ending. So, another book that i recomend of, if you like alternate world fantasy then you should read Neverwhere.

Advertisements

4 thoughts on “Neverwhere By Neil Gaiman

  1. ini TBR ku yang no 2 setelah Water for Elephant mba >.<
    tadinya mau ngga baca reviewnya, takut spoiler, tapi ternyata daya tarik reviewnya mba Anis kuat, jadinya baca sampai selesai. hehehhehe. 😀

    • annisaanggiana says:

      Hehe, tengkyu ana. Neil Gaiman kayaknya bukunya belum ada yang mengecewakan nih. Rata2 bagus. Ayo dibaca ayo, hehe 🙂

    • annisaanggiana says:

      Terjemahannya emang agak ngganjel, tapi overall ceritanya ok kok! Ayo dibaca!! (antrian mu pasti segunung ya! apalagi dar PBJ, hehehe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s