Shades Of Grey I : The Road To High Saffron By Jasper Fforde

Penerbit : Hodder Publisher

Tebal : 432 Halaman

Selamat datang di Dunia Eddie Russet. Umur 21 tahun. Eddie Russet hidup beratus-ratus tahun setelah terjadinya malapetaka yang disebut ‘The Epiphany’ atau seringkali hanya disebut dengan istilah ‘Something That Happened’.

Masyarakat di dunia Eddie sekarang hidup disebut Chromatica dimana kelas hirarki seseorang ditentukan oleh derajat warna yang dapat mereka lihat. Ungu adalah kelas sosial hirarki tertinggi dan abu-abu adalah kelas sosial dengan hirarki terendah.

Kehidupan mereka diatur oleh sekumpulan aturan dalam sebuah kitab yang disebut The Rules. The Rules dibuat oleh Sang Penyelamat mereka dari The Epiphany, Munsell.

The word of Munsell was The Rules and The Rules were The word of Munsell. They regulated everything we did and had brought peace to The Collective for nearly four ceturies”. Page 31

Setiap orang memiliki account point atas apa-apa yang mereka lakukan dan setiap perbuatan atau perkataan di luar The Rules akan dikenakan denda alias point mereka dikurangi. Setiap mencapai batas minus poin tertentu (yang artinya orang tersebut banyak sekali melanggar The Rules) maka orang tersebut akan dikirim ke kamp Reboot dimana ‘prilaku’ mereka akan di reset ulang agar tidak lagi melanggar The Rules.

Perkawinan didasarkan pada keuntungan terbesar untuk menaikan tingkat warna/status sosial dalam Chromatica dan bukan pada pilihan masing-masing individu. Eddie berharap dapat menikahi Constance Oxblood seorang gadis dari keluarga dengan prosentase merah yang tinggi dan diharapkan dapat menaikkan posisi keluarga Russet dalam hirarki Chromatica.

Inilah dunia tempat Eddie Russet tinggal. Dunia dimana sendok adalah komunitas mahal karena The Rules melarangnya untuk diproduksi lagi. Suatu hari Eddie melakukan suatu tindakan mischiveous dan dihukum dengan ditugaskan untuk melakukan ‘sensus mengenai kursi’ di suatu daerah pinggiran bernama East Carmaine. Disinilah jalan hidup dan cara pandang Eddie mulai terbuka dan ia bertemu dengan gadis yang ingin dia pilih, Jane dengan kelas sosial abu-abu. Fakta demi fakta mulai terbuka dan mengguncang dunianya dan Eddy terpaksa keluar dari cosy ignorannce nya.

Whoaa.. Menyesal buku yang dibeli sejak Oktober taun lalu ini baru dibaca sekarang. Shades Of Grey nya Jasper Fforde ini bener-bener selera saya banget. Ngga abis pikir gimana sang pengarang bisa sekreatif ini. Setiap bab dimulai dengan satu pasal aturan yang tercantum dalam The Rules dan isinya sungguh ngga terduga. Contoh :

9.3.88.32.025 : The Cucumber and the tomato are both fruit; the avocado is a nut. To assist with the dietary requirements of vegetarians, on the first Tuesday of the month a chicken is officially a vegetabel.

Haha! Very entertaining.

Yang pasti buku ini memberikan gambaran bahayanya suatu kumpulan orang yang hidup didasarkan pada sesuatu yang sebenarnya tidak mereka mengerti dan menerimanya begitu saja. Tidak ada keinginan untuk mempertanyakan.Tidak merasa perlu untuk berpikir ‘kenapa?’

Kalo suka 1984 nya Orwell pasti suka juga sama Shades of Grey nya Jasper Fforde ini. Highly recomended. Konon buku ini bakalan ada sequelnya. Can’t hardly wait. Hehe.

My favorite quotes dari halaman 397 pembicaraan antara Eddie dan Jane:

There used to be places called prisons before The Epiphany where demerits were restrained against their will”

“It sounds hideously barbaric” I said.

“Prisons are still with us”, she said,”Only the walls are constructed of fear, taboo and the unknown”

Advertisements

6 thoughts on “Shades Of Grey I : The Road To High Saffron By Jasper Fforde

    • annisaanggiana says:

      Coba cari di periplus.. Recomended deh bukunya!! Jasper Fforde ini sebenernya terkenal lewat serial Detektif Literatur Thursday Next.. Emang bukunya keren-keren dan quirky hehehe.. ntar kapan-kapan aku baca ulang and review ya..

    • annisaanggiana says:

      warna-warna itu menggambarkan kelas hirarki sosial seseorang dalam masyarakat. kelas sosial seseorang ditentukan dari prosentase warna dominan yang orang itu bisa lihat. jadi di dunia itu setiap orang ngga bisa liat semua warna kayak kita-kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s