City of Ember By Jeanne DuPrau

Tebal : 171 pages of ebook version.

Bayangkan jika seumur hidup anda langit itu gelap, tidak ada kota lain selain yang ada tinggali dan sumber cahaya hanya berasal dari lampu-lampu yang dihidupkan mulai tepat jam 6 pagi dan dimatikan tepat jam 9 malam. Itulah yang terjadi pada penduduk kota Ember.

Mereka tidak tidak mengetahui bahwa kota yang mereka tinggali adalah kota bawah tanah yang disiapkan oleh Para Pembangun (The Buliders) lebih dari 250 tahun yang lalu. Para Pembangun memperkirakan bahwa dalam kurun waktu tersebut permukaan bumi tidak akan bisa ditinggali karena perang dan bencana. Untuk menyelamatkan ras manusia,  mereka membangun sebuah kota bawah tanah lengkap dengan sumber tenaga (generator), persediaan makanan dan kebutuhan lainnya untuk kurun waktu 200 tahun.

Selain dari itu mereka juga mempersiapkan instruksi yang menjelaskan bagaimana caranya keluar dari Kota Ember. Instruksi tersebut diletakkan disebuah kotak terkunci yang akan terbuka secara otomatis pada tahun ke-200. Kotak tersebut dipindahtangankan dari walikota ke walikota berikutnya. Namun karena suatu intrik politik pada masa kekuasaan walikota ketujuh kotak tersebut tersembunyikan di lemari walikota tersebut. Kotak itu terbuka dengan sendirinya pada tahun ke-200, namun tidak ada yang memperhatikan kotak tersebut.

Di tahun ke-241 Kota Ember sudah berada dalam keadaan sekarat.  Generator sering mati untuk beberapa saat sehingga menyebabkan seluruh Kota Ember gelap gulita. Persediaan makanan dan lampu dan peralatan lainnya sudah sangat berkurang.

Pada umur 12 tahun anak-anak Kota Ember lulus dari sekolah dan mulai mengambil bagiannya dengan penugasan-penugasan tertentu. Lina Mayfleet mendapatkan tugas sebagai pembawa pesan sedangkan Doon Harrow mendapatkan penugasan sebagai pekerja perpipaan.

Suatu hari Lina mendapati adiknya Poppy yang sedang mengunyah sebuah kertas. Kertas tersebut berasal dari sebuah kotak aneh yang berada di lemari baju keluarga mereka. Karena tulisan dalam kertas tersebut bukan tulisan tangan melainkan cetakan, maka Lina menyimpulkan bahwa kertas itu berasal dari Para Pembangun. Lina tidak bisa memecahkan misteri tulisan apa yang tertera di kertas itu karena sudah berupa puzzle (hasil dikunyah Poppy), oleh karena itu ia memperlihatkannya kepada Doon untuk dipecahkan bersama.

Dimulailah petualangan mereka untuk mencari jalan keluar dari Kota Ember yang sekarat. Jika generator mati, maka seluruh kota akan berada dalam kegelapan total, tidak ada cahaya dan tidak ada listrik. Penduduk Kota akan mati secara perlahan-lahan.

Berhasilkan Lina & Doon mencari jalan untuk menyelamatkan penduduk kota mereka? You’ll know if you read it! (well.. unless you watch the movie, hehe).

Cerita ini menurut saya kretif walau ketegangan yang dibangun dalam cerita tidak sebagus filmnya (saya nonton filmnya duluan sih). Kebayang aja kalo di dunia nyata suatu ketika diramalkan akan terjadi bencana besar hingga permukaan bumi tidak mungkin lagi ditinggali. Ada ngga ya sekumpulan orang yang akan bikin tempat seperti Kota Ember? Hmm.. I wonder..

Advertisements

2 thoughts on “City of Ember By Jeanne DuPrau

  1. astridfelicialim says:

    nahhh aku malah belum baca bukunya tapi udah nonton filmnya =D kayaknya rugi deh ntn filmnya, soalnya ceritanya rada datar…huhu, mending baca bukunya aja…

    • annisaanggiana says:

      hehehe, aku juga nonton filmnya duluan, di bukunya juga sebenernya suspense nya ngga terlalu beda sama di film. Cuma emang cerita ini idenya menarik !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s