Brideshead Revisited By Evelyn Waugh

Reviewed on : January 21th 2010
Buku ini bercerita tentang kenangan masa lalu seorang Charles Ryder, seorang captain di British Army di tahun 1942. Pada suatu malam dia diperintahkan untuk memindahkan pasukannya dengan menggunakan kereta. Ternyata hal itu membawanya ke suatu daerah bernama Brideshead. Sebuah “Enchanted Garden” dimana hantu-hantu masa lalu Charles bermukim. Masa lalu yang dia katakan sebagai “The time of his life”.

Sedih sebenarnya kita kita hanya merasa “hidup” di suatu masa dan sisa waktu yang ada dijalani tanpa spirit. Iya, buku ini sebenarnya agak sedih.

Pada tahun 1923, Charles muda adalah seorang mahasiswa baru di Oxford University. Disana dia berjumpa dengan seorang putra dari keluarga aristocrat yang bernama Sebastian Flyte yang terkenal akan ketampanannya dan tingkah laku yang eksentrik. Sebuah persahabatan atau lebih tepatnya cinta platonic pun terbentuk antara Charles dan Sebastian. Di suatu musim liburan Charles diminta untuk menemani Sebastian yang terluka di Mansion keluarganya yang terletak di suatu daerah bernama Brideshead.

Disanalah Charles merasa bahwa saat-saat itu merupakan saat paling “hidup” sepanjang riwayatnya. Hubungannya dengan Sebastian dan keluarganya, keindahan Birdeshead Mansion, membekas sangat kuat dalam ingatan Charles. Keluarga Sebastian merupakan penganut Katolik, banyak pembicaraan tentang agama yang muncul karena tokoh Charles dalam buku ini merupakan seorang agnostic.

Sebastian merasa tidak nyaman dengan keluarga dan agamanya. Semakin lama Charles semakin menjadi bagian dari keluarganya. Hal itu kemudian membuat hubungan mereka menjauh. Pada akhirnya Sebastian menjadi seorang pemabuk karena merasa tidak ada yang dapat memahaminya termasuk Charles. Sebastian pun memilih untuk “kabur” dan hidup terasing dari keluarganya dan juga Charles.

Hubungan Charles dan keluarga Sebastian pun terputus. Charles menyelesaikan kuliah, menjadi seorang Artistic Painter, menikah dan mengalami berbagai petualangan. Sepuluh tahun kemudian Charles bertemu dengan adik Sebastian yang bernama Julia di sebuah kapal pesiar. Charles sudah menikah, Julia pun sudah menikah. Charles merasakan suatu keterikatan dengan Julia, keterikatan yang bernama masa lalu alias Sebastian. Ketika bersama Julia, Charles juga merasa bersama Sebastian. Akhirnya mereka pun memiliki affair. Affair yang berkembang sampai-sampai Charles menceraikan istrinya dan Julia juga memproses untuk bercerain dengan suaminya.

Julia mencintai Charles. Sedangkan Charles mencintai bayangan Sebastian. Selama hubungan itu berlangsung Julia tak henti-hentinya merasa bersalah akan dosa “berselingkuh” yang dia lakukan. Sebuah peristiwa penting terjadi dan akhirnya Julia merasa dia tidak bisa menghianati agamanya dan hidup dengan dosa setiap hari. Julia pun mengakhiri hubungannya dengan Charles.

Sejak saat itu Charles tidak pernah lagi berhubungan dengan keluarga Flyte maupun Brideshead. Sampai ke suatu hari di tahun 1942 dimana secara tidak sengaja dia datang ke Brideshead dan terseret kembali ke kenangan masa lalunya.

Cerita ini sedih, tapi indah. Indah karena sebenarnya banyak dari kita yang memiliki harta karun bernama “Masa Lalu” yang tidak pernah hilang dan selalu ada dalam diri kita.

Advertisements

3 thoughts on “Brideshead Revisited By Evelyn Waugh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s